MEDSOS BUKAN AJANG SOK, MEN!!! (Sok kaya, sok tau, sok cantik, sok bijak, sok paling bisa, etc)

RemajaIslamHebat.Com - Tau padanan kata sok? Sok setara dengan kata seolah-olah, berpura-pura atau ala-ala. Misal orang berkata sok kaya, maknanya berarti dia aslinya tidak kaya tapi seolah-olah menjadi orang kaya dengan berbagai jurus ala-ala yang dijadikan senjata pamungkas.

Baiklah..

Karena tugas saya lebih spesifik membahas tentang seputar dunia akademik maka saya akan mencoba sedikit mengulas tentang fenomena sosial media dikalangan mahasiswa dan dosen.

Tapi, meskipun ini dibahas diseputar area kampus, hal ini tetap berlaku secara universal.

Sebelumnya mari kita sepakati terlebih dahulu bahwa sosmed bukan punya nenek kita apalagi bapak kita, yah? Hehehe. (kecuali anaknya Pak Mark, dan cucunya kelak ).

Bukan apa-apa, ntar ada yang kenapa-kenapa. Mari meminimalisir ketersinggungan pemirsa.

Okay, kita mulai yahhh.

Mahasiswa berteman dengan dosen di jejaring dunia ghaib (baca, dunia maya) bukanlah hal yang aneh. Ia lumrah adanya.

Yang membuat aneh kemudian adalah ketika salah satunya membuat keanehan.

Btw, keanehan tidak melulu diproduksi oleh mahasiswa lho. Dosennya juga kadang tak kalah aneh, hehehe.

Kita bahas satu-satu.

1. Sok kaya. Mahasiswa mungkin kadang lupa bahwa di antara friend list pertemanannya terselip nama dosennya. Saat ditagih SPP mangkir melulu dgn segudang alibi.

Eh, ternyata cek per cek.. Dibeberapa akun medsosnya wara wiri berpose dgn background yang membuat dosen/bendahara kampus curiga ''jangan-jangan pembayaran SPPnya ditilap neeh''.

Yah, wajar aja bendahara berasumsi demikian, whong foto-fotomu itu lho. Dikit-dikit di mall, bentar-bentar di resto, dikit-dikit di tempat rekreasi, bentar-bentar di bioskop, eh besok-besok di Diva, Lyric, Inul Vista, Syahrini dan Happy Puppy, mmmm.. karaokean sist.

Terlepas kamu dibayarin atau ditraktir intinya foto-fotomu bikin mata bendahara kampus jd rabun. Rabun atas alasan ketidak mampuanmu bayar SPP. Toh faktanya terang benderang gitu.

Sekarang giliran dosennya yah (koq saya deg-degan?? ☺☺)

Ini bukan isapan jempol semata kalo dosenpun kadang lost control dalam bersosmed.

Seeeeemua ditumpahin di akun-akun sosial medianya baik itu melalui foto profil, display picture, dan seabrek foto-foto yg tertimbun di wall FBnya. Tiap menit, jam ganti tampilan BBM, WA, Line dan line line, hehehe.

Niatnya yaaaahhh pengen ''diakui'' kalo dia tajir. Tapi sepanjang gak ada niatan seperti itu yaaaaa slow aja pak/bu yahhh? Gak usah berasa pengen seruduk saya, hehehe.

Masih mending kalo bergaya di sosmed pake duit sendiri, tapi kalo hasil ''jabanin'' orang lain?

Masih mending kalo berlagak di sosmed tapi fakta dibalik sosmed memang begitu adanya, tapi kalo hanya sekedar pencitraan?? Duuuhhh, bikin lelah Jendral.

So, luruskan nawaetu saja kalo mau ngepost di sosmed, sudah sterilkah hati kita dari rasa ingin dianggap kaya padahal aslinya hanya bias-bias kasih? Sudah murnikah hati kita hanya berbagi kesenangan tanpa embel-embel yang lain?

Karena sesungguhnya yang tahu persis diri kita yaaaahhh hanya diri kita sendiri dan yang menciptakan kita. Ya kan yaaaahhh??

So, mari bijak dalam bersosmed. Tebarlah benih kebaikan, insya Allah kita akan memanen kebaikan pula.

Stop berpura-pura.
Stop berhura-hura.
Stop berfoya-foya.

Lanjutannya insya Allah besok-besok yahhh

#sarapankata
#kmoindonesia
#mahasiswaVSdosen(3)

**Nurb@y@ Tanpa Siti.

Penulis : Nur Baya

Post a Comment

0 Comments