Maju Terus Emak-emak Militan Pembela Panji Rasulullah..!!

Oleh : Darmayulis Putra

Ternyata emak-emak militan itu benar-benar ada. Kali ini penampakannya terekam dalam sejumlah foto yang beredar di media sosial. Tak tanggung-tanggung, seorang emak-emak dengan gagah berani mengarahkan telunjuknya kepada seorang aparat kepolisian. Menurut berita yang beredar, kejadian ini bermula dari tindakan aparat yang hendak merampas panji Rasulullah dalam sebuah aksi damai tolak Perppu Ormas.

Sekilas tampak kurang sopan. Bagi anda yang tak mengerti pangkal masalahnya mungkin akan langsung memvonis emak-emak itu bertindak radikal melawan petugas. Tapi cobalah dalami kejadiannya. Apa yang ia lakukan adalah sebagai pembelaan kepada properti miliknya sendiri, bahkan properti milik umat Islam, yaitu panji Rasulullah SAW.

Apa yang salah dengan pengibaran  panji dan bendera Rasulullah? Coba bandingkan dengan pengibaran bendera PKI atau bendera kelompok separatis di Papua. Apa yang salah dengan aksi damai menolak sebuah peraturan yang dzolim seperti perppu ormas?  Demonstrasi adalah penyampaian pendapat di muka umum yang dilindungi undang-undang!

Panji Rasulullah (ar royah) adalah bendera yang sah dimiliki oleh setiap muslim. Ia mencerminkan aqidah dan melambangkan persatuan umat. Tentu saja mengibarkannya adalah sebuah kebanggaan. Dulu, para sahabat Nabi sampai tak bisa tidur menunggu keputusan Baginda tentang siapa yang ditunjuk membawanya dalam peperangan. Jadi tak ada yang tercela dari pengibaran panji-panji  tauhid ini. Oleh karenanya pantaslah emak-emak itu marah bukan kepalang dan berusaha semaksimal mungkin mempertahankannya .

Pengibaran ar royah yang bertuliskan kalimat tauhid adalah tanda keberanian melawan kemunkaran. Karena prinsip dasar aqidah tauhid adalah pengingkaran kepada kekufuran yang melahirkan kemungkaran. Terlebih kemungkaran yang disebabkan penguasa. Siapa yang bisa tahan melihat sikap penguasa yang begitu pongah melibas pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan-lawan politiknya? 

Di negara ini memang banyak keanehan. Demi mempertahankan kekuasaan aparat keamanan dikerahkan untuk memukul remuk rakyat sendiri.  Ormas Islam yang cerdas dan kritis dibubarkan tanpa melalui proses pengadilan.  Para mahasiswa yang berdemo (hanya untuk sekedar menagih janji kampanye Jokowi) dipukuli, ditangkapi dan dibui.

Sebaliknya, para cukong dan koruptor kakap dibiarkan. Bahkan cukong-cukong itu bisa dengan mudah menguasai lahan (bahkan pulau) dan membangun bisnis tanpa izin. Berdirinya Meikarta dan pulau-pulau reklamasi adalah bukti nyata kebobrokan rezim ini.

Menyaksikan semua kemungkaran itu, emak-emak militan pasti tak akan tinggal diam. Mereka selalu siap mengganti libur weekend bersama anak dan suami mereka dengan perjuangan. Berjuang untuk umat akan menjadi rekreasi keluarga mereka. Begitulah ikrar perjuangan mereka. Maju terus emak emak militan pembela panji Rasulullah..!

Di dalam Bus, 24 Oktober 2017, pkl 06.45.

#TolakPerppuOrmas
#TolakRezimRefresifAntiIslam
#KibarkanPanjiRasulullah
#Aksi2410
#1JutaUmatTolakPerppuOrmas
#AksiBelaIslam

Post a Comment

0 Comments