Mahasiswa Muslim Berada Dibarisan Mana? (Barisan Abu Jahal Modern atau Barisan Umar bin Al Khattab Abad 21)

Oleh : Hikma Sanggala (Mahasiswa FUAD)

Assalamualaikum wr.wb
Tulisan singkat ini mungkin bisa mengajak kita untuk lebih bijak dalam mengambil sikap, khususnya dalam melihat dan mencermati issu yang sedang berkembang di kampus khususnya IAIN Kendari. Akhir-akhir ini Dakwah kampus terus dikriminalisasi baik itu secara struktural maupun secara persuasif. larangan mengikuti lembaga dakwah terus dihembuskan bahkan larangan memperjuangkan salah satu ajaran dan bahkan kewajiban ummat islam yakni Khilafah terus dipropagandakan oleh orang-orang yang tidak senang dengan ide Khilafah. Saya sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) agak sedikit terusik mendengar dan memperhatikan hal ini, sebab dakwah adalah merupakan kajian saya sehari-hari. sebab dalam fikih dakwah tidak ada perbedan dikalangan ulama akan kewajiban dakwah ini. Lalu kenapa dihalang-halangi? Begitu juga khilafah adalah salah satu ajaran islam yang wajib kita dakwahkan. Sebab mengenai mengangkat Khalifah tidak ada perbedaaan pendapat di kalangan ulama khususnya ulama sunniy akan kewajiban hal ini.

Misalnya Syeikh Al-Islam Al Imam Al Hafidz Abu Zakaria An Nawawi berkata:

“…Pasal kedua tentang wajibnya imamah(khalifah) serta penjelasan mengenai metode (jalan untuk mewujudkannya). Adalah suatu keharusan bagi umat adanya seorang imam yang bertugas menegakkan agama, menolong sunnah, membela orang yang didzalimi, menunaikan hak, dan menempatkan hak pada tempatnya. Saya nyatakan bahwa mengurusi urusan imamah itu adalah fardhu kifayah”.[Imam Al Hafidz Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Marwa An Nawawi, Raudhatuth Thalibin wa Umdatul Muftin, juz III hal 433].
Dan banyak lagi ulama yang menegaskan akan wajibnya hal ini, lihat (Al Imam Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farah Al Qurthubi, Al Jaami' li Ahkamil Qur'an, juz 1 hal 264-265 , Tuhfatul Muhtaj fii Syarhil Minhaj, juz 34 hal 159, Syaikhul Islam Imam Al-hafidz Abu Yahya Zakaria Al-anshri, Fathul Wahab bi Syarhi Minhajith Thullab, juz 2 hal 268,  Imam Fakhruddin Ar-razi, Mafatihul Ghaib fii At-tafsir, juz 6 hal. 57 dan 233 )
Sikap Mahasiswa Muslim
Sebagai seorang muslim tentu wajib menjadikan standarisasi perbuatan mereka adalah Hukum Syara. Nah’ jika kita cermati apa yang dilakukan oleh teman-teman dakwah kampus sama sekali tidak melanggar hukum syara, mereka hanya menjalankan kewajiban apa yang dibebankan dipundak mereka yakni dakwah.

Olehnya itu diakhir dua hal yang perlu saya sampaikan dalam hal ini, terlebih kondisi ini mengingatkan saya kepada kisah dakwah nabi saw dan para sahabat ra. yang terus dipersekusi oleh para pemuka quraisy.

1. Saya mengingatkan kepada anda yang selalu menghalang-halangi dakwah ini bahwa aktivitas itu merupakan suatu perbuatan dosa yang kelak akan dimintai pertanggungan jawab, tidak kah kita melihat bagaimana nasib para penghalang dakwah nabi saw semisal abu jahal cs. Mereka dihinakan oleh Allah SWT akan kesombongannya tdk mau menerima dan bahkan menghalang-halangi dakwah nabi saw.
2. Untuk anda para pengemban dakwah yang ikhlas semata hanya untuk Allah, teruslah berjuang, jangan pernah surut dalam memikul amanah yang mulia ini. Bersabarlah atas persekusi ini, demi Allah hal inilah yang juga dialami Rasul SAW dan para sahabat ra. Sehingga Allah menolong mereka dan mengembalikan mereka dalam keadaan Mulia. Ingatlah Firman Allahَ

Sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Akan tetapi, mereka sabar atas pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah. Sungguh telah datang kepadamu sebagian dari berita para rasul itu (QS al-An‘am [6]: 34).
¬¬¬
Saudaraku sekalian yang saya cintai karena Allah, peristiwa ini betul-betul mengingatkan kita kepada keadaan dakwah nabi saw. Maka dari itu pilihan untuk menentukan sikap ada ditangan anda sekalian, apakah menjadi abu jahal modern atau menjadi umar bin khattab abad 21 yang tegar berdiri membela dakwah nabi saw.

Ya Allah saksikanlah kami sudah menyampaikan... Wallahua’lam bi ash-shawab.[]

Post a Comment

0 Comments