Komunitas Peduli Syari’ah Madiun : Tolak Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017

RemajaIslamHebat.Com - Ahad, 24 September 2017 Forum Peduli Syari’ah Madiun mengadakan acara temu kangen tokoh intelektual dan ulama Madiun dengan tema “Tolak Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017 Pemberangus Ormas Kritis”. Bertempat di Rumah Makan Penyetan 88 Kota Madiun acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh intelektual, ulama dan tokoh pemuda Madiun.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan sambutan dari Koordinator Komunitas Peduli Syari’ah Madiun Ust. Muhammad Arifin, S.Pd. Beliau menyampaikan bahwa dakwah untuk memahamkan masyarakat tentang syari’ah harus terus dilakukan. Beliau juga menekankan pentingnya peran para tokoh intelektual dan ulama dalam pergolakan dan perang opini dimasyarakat tentang islam dan kaum muslim. Para tokoh intelektual dan ulama harus terus istiqomah untuk melakukan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Terbitnya Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017 tidak lantas menghentikan dakwah. Dakwah harus terus berjalan, karena dakwah tidak butuh legalitas darimana pun dan dari siapapun. Cukuplah legalitas itu dari Allah SWT dan atas alasan itu kita harus terus bergerak. Tidak lupa beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh intelektual dan para ulama yang telah bersedia hadir dalam majelis yang mulia ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan materi inti yang disampaikan oleh Al Ustadz dr. Muhammad Amin, M.Ked.Klin.,SpMK, salah satu tokoh intelektual muslim Madiun Raya. Beliau memaparkan bahwa satu-satunya pemimpin yang direkomendasikan rasulullah bagi umat Islam adalah khalifah. Mengutip salah satu  ayat didalam Qur’an  Surat An Nisa ayat 59 tentang wajibnya taat kepada ulil amri. Ustadz Amin menjelaskan bahwa ulil amri yang dimaksud dalam ayat diatas adalah sebagaimana penjelasan Imam An Nawawy didalam kitabnya Roudlotut Talibin ulil amri itu adalah imam, khalifah atau amirul mukminin. Ulil amri hanya bisa dimaknai dengan tiga terminologi tadi. Sebagaimana penjelasan dari An-Nawawi maka tidak bisa ulil amri disamakan dengan presiden, raja maupun perdana menteri. Beliau menegaskan wajibnya mengangkat seorang imam yang ditaati untuk menjalankan Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana tuntutan didalam Qur’an Surat An Nisa ayat 59 tadi. Kemudian beliau juga menekankan wajibnya memperjuangkan tegaknya khilafah yang mana itu merupakan ajaran Islam dimana tanpanya banyak hukum Islam yang bersumber dari Al-Quran, Sunnah, Ijma' Sahabat, dan Qiyas tidak bisa diterapkan secara sempurna.

Berkaitan dengan Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017 beliau menjelaskan bahwa perppu ini harus ditolak oleh seluruh elemen umat. Ustadz Amin memaparkan bahwa di dalam perppu ini terkandung pasal-pasal yang berbahaya. Perppu ini berpotensi untuk memberangus secara sepihak ormas-ormas yang dinilai berseberangan dengan kepentingan pemerintah, dengan mengatasnamakan bertentangan dengan Pancasila. Beliau menyebutkan setidaknya ada dua hal yang membahayakan dari terbitnya perppu ini. Pertama, pemerintah bisa membubarkan ormas manapun yang dinilai secara subyektif tidak sejalan dengan penguasa tanpa melalui proses pengadilan. Yang kedua, pengurus maupun simpatisan ormas bersangkutan dapat dikenai sanksi berupa pidana penjara selama 20 tahun bahkan seumur hidup. Adanya perppu ini akan melahirkan rezim yang diktator, otoriter dan sewenang-wenang, yang membatasi dakwah Islam dan kritik konstruktif.

Acara berlanjut dengan diskusi dan testimoni dari para tamu yang hadir. Beberapa tokoh mengecam keras terbitnya perppu ini. Mereka menilai bahwa perppu ini merupakan bentuk kekalahan intelektual pemerintah dari ormas-ormas Islam yang selama ini kerap mengkritik kebijakan dzalim dari penguasa. Kemudian mereka pun juga mendukung upaya perlawanan hukum yang saat ini sedang ditempuh oleh Prof. Yusril Ihza Mahendra dan kawan-kawan di Mahkamah Konstitusi agar perppu ini dibatalkan atau dicabut. H. Wariso salah satu perwakilan tokoh pengusaha muslim Madiun menekankan bahwa apapun yang terjadi dakwah ini harus terus berjalan. Kita tidak boleh mundur, takut apalagi putus asa dalam menghadapi seluruh rintangan yang menghadang.

Sebelum acara diakhiri dibacakan oleh Ust. Muhammad Arifin, S.Pd selaku koordinator Komunitas Peduli Syari’ah Madiun petisi dari para tokoh, ulama dan ormas se-Jawa Timur tentang penolakan terhadap Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017. Dalam petisi tersebut disampaikan beberapa poin diantaranya adalah menyeru kepada DPR RI untuk menolak Perppu No. 02 Tahun 2017 untuk dijadikan sebagai undang-undang. Kemudian mereka akan mencatat partai politik mana saja yang tidak berpihak kepada islam dan kaum muslim, serta yang mendukung Perppu No. 02 Tahun 2017 selanjutnya akan diserukan kepada para muhibbin, pengikut dan anggota ormas mereka agar tidak memilih partai politik, calon presiden, calon legislatif dan calon kepala daerah yang diusung oleh partai tersebut.

Acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Al Ustadz Hanifuddin dari DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) Madiun. Semua berharap agar perppu ini dicabut dan tidak jadi disahkan. Suasana bertambah akrab dengan diadakannya sesi foto bersama sebelum para tamu undangan meninggalkan acara.

Dari Komunitas Peduli Syari'ah Madiun sendiri berharap kedepan masih akan ada pertemuan-pertemuan lain yang lebih intensif setelah acara ini. (handokomadiun)

Post a Comment

0 Comments