Kesamaan Strata Antara Rohingya dan Muslim Indonesia

RemajaIslamHebat.Com - Muslim Indonesia dan Muslim etnis Rohingya sebenarnya berada pada posisi yang sama yaitu sama-sama menjadi umat yang disudutkan.

Jika muslim etnis Rohingya dibantai, dibunuh, diperkosa bahkan dibakar oleh para biksu dan militer Myanmar maka sama halnya dengan muslim Indonesia.

Muslim di Indonesia diuji dengan keangkuhan para penguasanya, umat Islam disudutkan melalui Perppu Ormas, dipersekusi oleh Ormas-Ormas yang propemerintah bahkan para ulamanya dibungkam dalam penjara di luar keputusan pengadilan.

Intinya muslim Indonesia dan Muslim Rohingya sama-sama diuji dengan kezaliman penguasa diktatornya.

Jika sudah seperti itu kesimpulannya, adalah umat Islam baik mayoritas maupun minoritas di suatu negara mereka tetap akan dimusuhi oleh umat-umat yang lainnya.

Benarlah seperti Firman Allah dalam Al-Quran: "Orang-Orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agamanya (TQS. Al-Baqarah : 120)".

Tentu ini bukan disebabkan oleh perbedaan suku rasnya, beda warna kulitnya atau beda bahasanya, mereka dimusuhi karena identitas agamanya yaitu muslim.

Menariknya menjadi seorang muslim bukanlah pilihan atau pun warisan seperti yang disindir oleh Afi. Jika menjadi muslim adalah pilihan maka bisa jadi dengan melihat gambaran keadaan muslim saat ini maka sebagian orang akan memilih tidak menjadi muslim.

Begitu juga, jika menjadi muslim adalah warisan dari orang tua maka etnis Rohingya akan meninggalkan identitas muslim nya dan menganut agama Budha agar tidak dibantai oleh para biksu.

Tapi buktinya sampai detik ini muslim Rohingya tetap mempertahankan akidah agamanya meski dengan keji mereka dibantai. Ini membuktikan agama Islam yang mereka anut bukan karena faktor pilihan atau pun warisan.

Melainkan, ber-Islam disebabkan faktor aqidah yang secara fitrah manusia akan mencari kebenaran dalam hal keyakinannya, melalui proses berpikir yang mendalam tentang alam, asal-usulnya, ataupun Sang Pencipta. Tentunya bukan hanya sekedar memilih tanpa melibatkan akal dalamnya.

Jika seseorang beragama karena pilihan atau warisan maka wajar akan lahir sosok seperti Afi dan kawan-kawan. Yang secara identitas mereka beragama Islam tapi malah memusuhi Islam. Maka Allah menggolongkan mereka kedalam golongan orang-orang munafik.

Golongan orang-orang munafik ini akan selalu ada dalam setiap momennya. Lihat saja pada kasus Ahok, mereka mati-matian membela penista agama ini. Bahkan isu Rohingya pun mereka tanggapi dengan komentar yang menyakiti umat Islam.

Mereka dikungkung dengan kalimat "Saya Pancasila", dan "yang bukan Pancasila" maka mereka tak layak untuk diperhatikan meskipun mereka satu agama yaitu Islam.

Muslim Indonesia dengan Muslim Rohingya benar-benar berada pada kuadran yang sama. Sama-sama dimusuhi, sama-sama dibungkam, dan menjadi target yang sama dibumihanguskan.

Jika di Rohingya yang dibumihanguskan adalah etnisnya, maka di Indonesia yang dibumihanguskan adalah pandangan ideologi yakni Islam.

Keadaan tak akan pernah berubah jika umat Islam hanya mengemis iba pada sistem kapitalis, kaum kapitalis hanya melihat problem ini sebagai krisis kemanusiaan. Kapitalis mengharamkan membawa-bawa isu agama apalagi jika agama itu adalah Islam.

Walaupun faktanya semua korban kebiadaban disana adalah umat Islam. Sistem kapitalis tak akan memberikan solusi apa-apa atas persoalan Rohingya.

Tak ada yang bisa mengakhiri penderitaan umat baik di Rohingya, Syam, Palestina, Yaman bahkan Indonesia sekali pun. Kecuali seluruh umat Islam dengan cepat menyadari akan kebutuhan yang mendesak pada kekuasaan super power yaitu institusi Islamiyah.

Hanya kekuasaan Islamlah yang mampu mengakhiri penjajahan di muka bumi. Dengan nya seluruh umat manusia terjamin jiwa raganya dan kekuasaan Islamiyah ini juga akan menghancurkan kepongahan dan kecongkakan penguasa-penguasa zalim di dunia ini. Wallahu 'alam.

Penulis : Rahma Zahira

Post a Comment

0 Comments