Kesalahpahaman Dalam Memahami Makna Jilbab

Oleh : Ainul Mardhiah (Anggota Pena Umat)

Memakai jilbab adalah kewajiban bagi setiap muslimah. Di indonesia pengertian jilbab masih sangat luas, dimana jilbab kadang hanya dimengerti sebagai penutup kepala atau kerudung. banyak diantara kita belum mengetahui apa perbedaan jilbab dan kerudung, sehingga mereka menilai istilah tersebut memiliki makna yang sama yaitu penutup kepala. Padahal jika kita lihat dari makna dan penggunaannya sungguh sangatlah berbeda.

Sayangnya jilbab sudah menuai perubahan makna, yang tadinya jilbab adalah pakaian longgar yang terulur dari atas sampai ujung kaki menjadi hanya sebuah kerudung. Jilbab yang tadinya simbol keimanan dan ketakwaan menjadi sebuah trend fashion yang lagi hits sehingga menjadikan para muslimah tidak peduli lagi dengan makna jilbab yang sebenarnya. Jilbab itu artinya bukan kerudung dan kerudung tidak sama dengan jilbab.

Selain kesalahan diatas, juga ada pendapat lain yang kita jumpai di masyarakat, menganggap pakaian muslimah itu yang penting sudah menutup aurat, sedangkan masalah mode baju apakah terusan,potongan atau memakai celana itu tidak terlalu masalah, asalkan sudah menutup aurat. Padahal islam telah mengatur secara detil tentang pakaian muslimah baik ketika muslimah itu berada di rumah (kehidupan khusus) maupun diluar rumah (kehidupan umum).

Ada dua masalah tentang pakaian muslimah yang sering dicampur adukkan, yang sebenarnya masalah yang berbeda. Pertama masalah batasan aurat wanita. Seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan dua telapak tangan, karena sabda Rasulullah SAW kepada Asma' binti abu bakar:" wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu, apabila telah baligh (haid) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya" (HR. Abu dawud).

Dalam konteks menutup aurat syariat islam tidak mensyaratkan bentuk pakaian tertentu sebagai penutup aurat. Syariat hanya mensyaratkan agar sesuatu yang dijadikan penutup aurat harus menutupi warna kulit. Sebagaimana dalam hadist riwayat usamah bin zaid, bahwasanya ia ditanyai olekepala SAW tentang Qi'btiyah (baju tipis) yang telah diberikan Nabi SAW kepada Usamah, lalu dijawab oleh usamah bahwasanya ia telah memberikan pakaian itu kepada istrinya. Maka Rasulullah SAW bersabda " suruhlah istrimu mengenakan baju dalam dibalik kain Qi'tiyah itu, karena sesungguhnya aku khawatir kalau-kalau nampak lekuk tubuhnya." (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi). Dari hadist di atas jelas bawasanya syara' telah mensyaratkan apa-apa yang harus ditutup yaitu kain yang dapat menutupi kulit, tidak tipis sehingga tidak tergambar apa yang ada dibaliknya. Atas dasar ini maka diwajibkan bagi muslimah untuk menutup auratnya dengan pakaian yang tidak tipis dan merupakan pakaian muslimah ketika di dalam rumah(kehidupan khusus).

Kedua perintah mengenakan khimar dan jilbab. Poin pertama di atas menjelaskan mengenai penutupan aurat muslimah dalam kehidupan khusus. Pembahasan ini tidak bisa disamakan dengan pakaian muslimah dalam kehidupan umum. Jika seorang muslimah telah mengenakan pakaian yang menutup aurat seperti rok,potongan atau celana panjang bukan bearti ia boleh keluar rumah dengan pakaian itu ke pasar, sekolah, kantor dan sebagainya. Sebab ketika seorang muslimah keluar rumah atau di kehidupan umum,terdapat aturan lain tentang pakaian muslimah yang telah ditetapkan syara'. Pakaian muslimah dalam kehidupan umum itu ada dua yaitu jilbab dan khimar (kerudung), keduanya memiliki makna yang berbeda.

Berkaitan dengan jilbab, Allah telah berfirman:" Hai nabi katakanlah kepada istri-istri mu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh  mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi  Maha penyayang. (QS. Al-ahzab : 59). Ayat ini merupakan perintah yang sangat jelas kepada para muslimah untuk mengenakan jilbab. Di dalam kamus al-muhit dinyatakan, bahwa jilbab itu seperti sirdaab (terowongan) atau sinmaar (lorong), yakni pakaian longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutup pakaian keseharian seperti halnya baju kurung.

Ibnu Abbas menafsirkan jilbab sebagai ar-rida' (mantel) yang menutup tubuh dari atas hingga bawah. Imam syaukani dalam tafsir fathu al-Qadiir mengatakan jilbab adalah pakaian yang lebih besar dari kerudung. Dapat disimpulkan jilbab adalah pakaian longgar yang menutupi pakaian yang biasa dikenakan dalam keseharian,dapat dipahami dari hadist ummu Athiyah ra: Rasulullah memerintahkan kami untuk keluar pada hari fitri dan adha, baik gadis yang menginjak akhil balig, wanita yang sedang haid, maupun wanita pingitan. Wanita yang sedang haid tetap meninggalkan shalat, namun mereka dapat menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslim. Aku bertanya "wahai Rasulullah salah seorang diantara kami ada yang tidak memiliki jilbab?Rasulullah menjawab"Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbab kepadanya".(HR. Muslim). Hadist ini menunjukkan kewajiban wanita untuk mengenakan jilbab ketika keluar rumah. Yang dimaksud jilbab bukanlah pakaian sehari-hari yang biasa dikenakan di rumah,sebab jika disebutkan ada seorang wanita yang tidak memiliki jilbab, tidak mungkin wanita itu tidak memiliki pakaian biasa dikenakan di dalam rumah. Tentu ia sudah memiliki pakaian, tetapi pakaiannya tidak terkatagori jilbab.

Berkaitan dengan gambaran yudnina 'alayhinna dalam surat Al-ahzab ayat 59 terdapat perbedaan  pendapat diantara para mufassir. Ada yang berpendapat mengulurkan jilbab dengan menutup jilbab pada kepala dan wajahnya sehingga tidak nampak dirinya kecuali mata. Ada yang berpendapat wajah tidak termasuk bagian yang di tutup dengan jilbab. Menurut Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulurkan ke bawah menutupi tubuh. Penulis lebih cendrung pada pendapat ikrimah. Hal itu dikarenakan ada dalil lain tentang kewajiban memakai khimar (kerudung) untuk bagian kepala hingga dada.

Sebagaimana firman Allah"...Hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya...(QS. An-nuur: 3). Dari ayat di atas dijelas bahwa kerudung atau khimar itu kain penutup kepala yang berfungsi menutup seluruh kepala, leher dan lubang baju di dada. Jadi sudah sangat jelas perbedaan jilbab dan kerudung. Jilbab adalah pakaian longgar menutup bagian leher terulur dari atas sampai ujung kaki, sedangkan khimar(kerudung) adalah kain penutup kepala yang berfungsi menutup seluruh  kepala, leher dan lubang baju di dada. Kesalahpahaman dalam memaknai jilbab bisa berakibat berjilbab kita tidak dihitung ibadah oleh Allah dan melanggar hukum syariat. Menggunakan jilbab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah wajib dilakukan oleh setiap muslimah sama seperti ibadah lainnya seperti sholat,puasa dan yang lainnya. Jilbab bukan kewajiban hanya untuk orang arab, jilbab juga bukan kewajiban bagi anak pesantren atau yang sudah naik haji tapi jilbab adalah kewajiban bagi setiap muslimah.
Wallahualam bishawab

#Ayomenulis
#Menulisuntukumat
#Penaumat

Post a Comment

0 Comments