Kejebak Nostalgia Bersama Mantan

RemajaIslamHebat.Com - Di hari yang berdekatan, saya mendapat 2 cerita yang be-irama sama: kejebak nostalgia bersama mantan. Dan ini sifatnya sudah menusuk kalbu menghujam sukma. Merusak.

Tersebutlah seorang bapak, yang sudah menikah dan memiliki seorang anak. Bercerita betapa dia selalu saja gagal untuk tidak membandingkan istri dengan mantan yang dulu gagal ia nikahi.

“Pokoknya saya lihat istri saya ini beda sekali dengan mantan saya. Kadang kalau lagi kesel, saya suka mikir, cobaa kalau dulu nikahnya sama mantan. Mungkin nggak begini..”

Oh Man… ya jelas perbandingannya ga apple to apple toh?

Yang ini bersamamu bertahun-tahun, serumah, kelihatan bener perangai aslinya. Sementara yang onoh baru kelihatan baiknya aja. Yakali pacaran udah nunjukin asli?

Yang ini dinikahi. Real. Kau hidup dalam kenyataan. Sementara yang onoh tidak nyata. Hanya ada dalam bayangan.

Kenyataan vs angan-angan

Mengapa malah kau menangkan anganmu, lalu mengaburkan yang nyata?

Saya lalu bilang bahwa belum tentu jika ia menikah dengan mantan, maka ia akan bahagia. Bisa jadi kan..si bapak ini malah makan ati saban hari gara-gara ga taunya si mantan kezam sama suami?

“Hahaha… ya iya sih..tapi gimana ya..susah ngelupain mantan..”

Itu jawaban si bapak.

Terdengar familiar ya? Susah ngelupain mantan. Kejebak nostalgia sama mantan.

Sebenarnya mantan itu siapa sih? Kok rajin sekali menguntit kita kemana pun pergi. Horror-nya melebihi kunti

Ada yang berhasil lepas dari cengkeraman bayang-bayang mantan. Move on dengan mudahnya. Dan kini hidup bahagia tanpa sedikit pun terfikir untuk mengenang. Jangankan mengenang, ia bahkan tidak peduli apakah si mantan masih hidup atau tidak.
(Jika Anda berada di zona ini: selamat dear, Anda beruntung )

Tapi ada juga yang dikit-dikit inget mantan. Mau tidur inget mantan. Berangkat kerja kebayang mantan. Masuk kamar mandi terlintas nama mantan. Sengaja datang ke kota X yang jauhnya ratusan kilometer demi napak tilas perjalanan dengan mantan.

Ada yang kaya gini? ADA. BANYAK

Gila ya?

Ya nggak bisa disebut gila juga. Wong cinta itu punya 1000 wajah. Salah satunya kebodohan dan kelinglungan.

Jadi gimana dong, susah nih ngelupain mantan…

Nggak susah kalau ada NIAT. Masalahnya, tanpa sadar kita sendiri kok yang malah mendatang-datangkan kunti berujud mantan itu dalam pikiran kita. Bahkan bablas merasuki rumah tangga kita.

Ya gimana nggak menyengaja, kalau kita masiiih juga rajin stalking mantan. Errr..kira-kira masih kumisan ngga ya? Kira-kira istrinya tambah gendut ngga ya… dst

Masih simpan nomor HP-nya, bahkan menghubunginya dengan dalih menjaga silaturahmi.

Ya kapan bisa lupaaa…

Sudahlah kawan, buang mantan pada tempat yang tersedia.

Pertama, Hapus nomor kontaknya. Alamat email-nya, dan apa pun yang berhubungan dengannya. Blok bila perlu.

Kedua, JANGAN PERNAH BERTEMAN DI SOSMED DENGAN MANTAN!!
#kepslokJebol
#sabarBuSabar
#MinumDulu
#MandiKeramas

Ketiga, Jangan pula menyengaja stalking dia. Tidak perlu dan tidak ada urusan selain menambah berat beban kenangan.

Keempat. Hiduplah dalam dunia nyata. Mantan itu tampak indah karena dia tidak terlibat sepenuhnya dalam hidup kita. Tidak ada jaminan jika dia kita libatkan sebagaimana hal-nya pasangan saat ini, hidup kita jauh lebih bahagia.

Kelima, tidak usah berandai-andai. Coba dulu kawin sama dia.. coba begini..coba begitu.. setan masuk lewat banyak celah, salah satunya lewat panjangnya angan (yang belum tentu benar).

Keenam, syukuri jodoh sebagai karunia Allah. Lihatlah kawan, berapa banyak manusia single yang bahkan rela melakukan apa saja demi mendapat jodoh. Mengapa karunia yang kita dapatkan ini malah mau kita sia-siakan? Barangsiapa bersyukur maka akan ditambah nikmatnya. Syukurilah. Bersabarlah dengan kekurangannya sebagaimana dia bersabar dengan kekuranganmu.

Ketujuh, jika punya anak, sering-seringlah bermain dengannya. Menatap wajahnya saat tidur. Lihatlah kawan, kau sudah punya dunia. Maka untuk apa mengingat lagi remukan debu yang bahkan tak kasat mata?

Bangkitlah kawan. Berjalan ke depan,  jangan mundur ke belakang. Mari hidup di alam kenyataan. Mengingat mantan tidak membawa apa-apa selain siksaan demi siksaan.

Buanglah mantan pada tempatnya
Mari hidup di alam nyata

Penulis : Wulan Darmanto

Post a Comment

0 Comments