Kalau Suami Nikah Lagi

Oleh : Deassy M Destiani

Judulnya serem amat ya... he..he..he... . Ini karena selepas shalat Subuh saya membaca sebuah pesan di wa. Ternyata itu  pesan dari sahabat saya. Mungkin ada sesuatu yang menganggu sehingga Subuh menjelang sudah mengirim pesan. Ketika saya baca memang isinya membuat saya terhenyak. Bagaimana tidak, dia bertanya pada saya begini,

“Echie..   (nama panggilan saya)

Bagaimana perasaan Echie bila tahu suami sudah melakukan nikah siri? Apa yang akan Echie lakukan?”

Hmmm pertanyaan yang menggelitik.  Selama saya menikah hampir 15 tahun ini,  tidak ada masalah yang berhubungan dengan wanita lain. Tetapi saya berpikir jika saya menghadapi situasi itu kira-kira apa yang harus saya lakukan. Pertanyaan sahabat saya ini mungkin mengetes saya karena bisa jadi situasi ini terjadi juga padanya. 

Sejenak saya berpikir. Lalu saya tulis jawaban saya begini,

“Dihadapi saja..diajak ngomong. Kalau memang ada alasan yang bisa aku terima dan aku bisa ikhlas ya udah biarkan saja, tetapi jika hatiku gak bisa menerima keputusan itu aku ambil sikap tegas. Mau lanjut dengan menceraikan istri kedua atau cerai sama aku”.

Lalu saya tanya pada sahabat saya  itu,

“Memangnya ada apa kok pertanyaanmu aneh begitu sih ?”

Dia menjawab singkat,

“Aku cuma ingin tahu aja Chie... Soalnya aku ngerasa ada yang disembunyikan suamiku.Sepertinya suamiku sudah melakukan nikah siri meskipun kalau aku tanya dia jawab tidak sih”

Ya Allah ternyata memang ada yang menjadi beban pikiran sahabat saya ini. Akhirnya saya menasehatinya semoga saja itu hanya prasangkanya saja karena belum ada bukti yang menunjukkan bahwa suaminya benar-benar menikah lagi.

“Males ah Chie nyari bukti, kalau ketemu malah bikin capek hati dan pikiran. Apalagi sekarang semua medsos dan HP suami di password dan aku gak dikasih tahu passwordnya apa”.

“Hmmm baiklah jika kamu merasa udah capek dan malas buat cari bukti sekarang tinggal siapkan kondisi terburuk saja. Jadi ketika hal itu terjadi kamu betul-betul udah siap mental . Kamu berhak buat hidup bahagia. Tetapi definisi bahagia setiap orang berbeda. Hanya kamu yang tahu sahabatku. Apakah kamu akan bahagia jika cinta suamimu terbagi dua.. ataukah kamu merasa lebih baik jika memilih mundur dari pernikahan yang telah belasan tahun dijalani. Its Your choice darling..”.

Seorang suami memang dibolehkan menikah lagi hingga punya 4 istri tetapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Syarat utama adalah kemampuan untuk memberi nafkah yang cukup. Bila dengan menikah lagi, nafkah anak dan isterinya menjadi terlantar, maka nikah lagi merupakan dosa besar baginya. Karena suaminya itu sudah menelantarkan nafkah kepada orang yang wajib dinafkahi.

Syarat kedua, bila seandainya suami punya kemampuan dari segi harta, maka kepada dirinya dituntut sikap adil kepada isteri-isterinya itu. Bila tidak mampu berbuat adil, maka perintah Allah SWT adalah menikah cukup dengan satu wanita saja. Nah bersikap adil ini tentunya gak mudah yah. Kata si A adil, kata si B gak. Pusing kepala Berbie deh..xi..xi...xi..

Sebenarnya, cukup dua syarat ini saja, akan membuat seorang suami berpikir seratus kali, sebelum berani memikirkan untuk berpoligami. Meski hanya dua syaratnya, namun tidak semua laki-laki memilikinya.

Hanya saja banyak laki-laki yang bandel, meski belum lulus dengan dua syarat itu nekad berpoligami. Nah buat yang punya suami nekad, maka sebagai istri gak usah ngotot. Karena sekuat apapun seorang isteri ingin memiliki suaminya seutuhnya, tidak akan pernah bisa. Sebab suatu hari pasti akan terjadi perpisahan juga. Kalau bukan isteri yang meninggalkan, maka suami yang meninggalkan. Misalnya karena kematian. Sebab setiap orang yang bernyawa pasti mati bukan? 

Jadi jika direnungkan lagi, suami menjadi milik kita hanya sementara saja. Jangan terlalu berlebihan mencintainya.  Kalau suami meninggal, istri juga gak mau kan ikut masuk ke kuburan nemenin dia kecuali meninggalnya barengan he..he.... Begitu pula sebaliknya, mana ada suami yang mau tidur di sebelah istrinya yang sudah meninggal di dalam kuburan yang gelap pula. Meski dulu wajah istrinya cantik jelita atau wajah suaminya ganteng rupawan kalau sudah jadi jasad sih semuanya tinggal kenangan. 

Kehidupan ini sesungguhnya adalah ujian untuk menuju kemenangan yang abadi yaitu kehidupan setelah kematian.  Bagaimana kita bisa menjalani dan naik level dari setiap ujian itu yang akan menjadikan kita insan pilihan. Semoga saja setiap masalah yang menjadi kendala dalam hidup ini bisa menjadikan kita sebagai insan yang terus bertakwa dan mendekatkan diri padaNya untuk mendapatkan SurgaNya di akhirat kelak.

Saya doakan buat semua sahabat saya yang sedang mengalami masalah dalam hidupnya segera selesai dengan hasil terbaik. Entah itu masalah rumah tangga, masalah ekonomi, masalah kesehatan atau masalah dengan orangtuanya. Terbaik dari sisi Allah Swt yah... bukan dari sisi kita. Sebab bisa jadi apa yang kita suka Allah tidak suka.

Pasrahkan dan Ikhlaskan segalaya pada ketetapan Allah SWT. Jangan pernah bosan untuk meminta padaNya, sebab Dia Maha mengabukan setiap doa.[]

Post a Comment

0 Comments