Jonru, Hate speech atau..?

Oleh : Shafiyya

BAGI pemburu "makanan" hasil racikan para Jurnalis, sosok Jonru sudah tidak asing. Beliau adalah salah satu chef yang mampu mengolah dan memasak berita pada tingkat kematangan yang pas. Sesuai lidah, "rasanya" yang merakyat. (mudah- mudahan tidak berlebihan)

Ya, makanan itu adalah  tulisan- tulisan yang bahasanya mudah dicerna dan dimengerti, tidak berbelit- belit dan penuh bahasa planet asing  diatas kapasitas IQ rata- rata, yang malas baca berita karena beratnya gaya penyampaiannya. Menjadi wajar jika kemudian, followernya menembus jutaan manusia.

Saya salah satunya yang sering wara- wiri FPnya. Sekedar ngecek kabar terbaru dan analisis kritisnya biar update berita. Yang barang kali pass dari wall berita yang dibaca. Meski analisis dan solusinya terkadang tak sepaham, Namun ketajamannya dalam menganalisis fakta dan kebijakan negara, argumentatif dan layak dijadikan acuan.

Sehingga wajar, banyak khalayak menilai, diperkarakannya beliau akibat goresan pena yang diklaim hate speech, mengandung SARA dll, telah melukai dunia kebebasan bersuara. Hal itu sama saja mematahkan semangat anak- anak bangsa. Dalam kepeduliannya mengontrol penguasa, demi bersama- sama memajukan bangsa. bermedia tulisan tentunya.

Seharusnya negara memberikan apresiasi bagi penulis yang kritis, yang mengilhami lahirnya generasi cinta menulis dan mengedepankan intelektualitas dalam beropini menegur penguasa. Itu lebih elegan dan berkelas. Disaat anak- anak muda lainnya lebih mengedapankan aksi anarkis dalam menegur penguasa, bakar- bakar ban, merusak properti negara, bahkan berujung kehilangan nyawa.

Entahlah, bisa jadi ini yang menjadikan khalayak bertanya- tanya. Apakah penangkapan Jonru akibat HATE SPEECH belaka, atau karena kekritisan beliau dalam mengkritisi kebijakan para penguasa, yang tidak pro rakyat tentunya.[]

Sumber:

Fb: Shafiyah Ana

Post a Comment

0 Comments