Jangan Takut pada Politik

Oleh: Etiana Milka Sari, S.Pd

MENDENGAR kata ”politik” tentu bermacam-macam makna yang ada di benak masing-masing orang sesuai apa yang dipahami mengenai politik itu sendiri, sesuai dengan informasi yang di dapatkan dan opini yang di terima. Maka tidak sedikit sampai hari ini masih ada yang menganggap politik sebagai sesuatu yang menakutkan. Hal ini  tidak terlepas dari fakta politik yang terhampar di tengah-tengah kehidupan kita bahwa politik identik dengan kekuasaan. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari definisi politik itu sendiri, walaupun definisi politik memiliki banyak versi seperti Harold D. Laswell dan. Kaplan mengartikan politik sebagai ilmu yang mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. WA. Robson juga mendefinisikan politik sebagai “Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasilnya. Maka kita bisa melihat fokus perhatian tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.

Pemikiran-pemikiran politik seperti diatas merupakan sedikit dari pandangan dan teori politik yang diterima setiap bangsa. Layaknya adagium “Tidak ada kawan dan lawan yang abadi dalam politik; yang ada hanya kepentingan abadi”  teori dan pemikiran politik seperti ini sudah diterima sebagai suatu kelaziman dan kebenaran, termasuk oleh kaum muslim yang mayoritas penduduk negeri ini.  Sampai ada sabagian kaum Muslimin yang berpandangan “Politik itu kotor”, sehingga ada yang berpendapat bahwa politik bukanlah bagian dari islam.com

Maka selayaknya sebagai umat Islam kita juga mengetahui bagaimana pandangan Islam mengenai politik, apakah sama pandangan Islam mengenai politik dengan kacamata demokrasi saat ini? Islam adalah metode kehidupan yang unik berbeda sekali dengan agama yang lain. Dari segi wilayah ajarannya Islam bukan saja agama yang mengurusi masalah ruhiyah (spiritual) namun juga masalah politik (siyasah). Dengan kata lain, Islam adalah akidah yang bersifat spiritual dan politik (al-aqidah ar-ruhiyah wa as-siyasiah) sehingga Islam mengatur masalah yang berhubungan dengan akhirat seperti surga-neraka, pahala-siksa,ibadah (Keyakinan seorang muslim halat, puasa, zakat, haji dll) sekaligus mengatur urusan kehidupan duniawi seperti politik,ekonomi, sosial, pemerintahan, pendidikan, hukuman dan sebagainya. 

Keyakinan seorang muslim tentang akidah haruslah meliputi kedua aspek tersebut secara keseluruhan. Maka politik Islam (as-siyasah al islamiyah) bermakna pengaturan urusan umat dengan aturan-aturan Islam, baik di dalam maupun luar negeri (ri’ayah syu’un al-ummah dakhiliy (an) wa Kharajiy (an) bi al-ahkam al-islammiyyah) yang mana aktivitas politik ini dilaksanakan rakyat (umat) dan pemerintah (negara).

Secara etimologis, politik (Siyasah) berasal dari kata sasa-yasusu-siyasat(an)) yang berarti mengurus kepentingan seseorang. Kamus Al-Muhith menyebutkan, “Sustu ar-ra’iyata siyasat (an)” Maknanya “saya memerintah dan melarangnya dalam suatu aturan”. Makna tersebut mencerminkan adanya aktivitas pengaturan urusan rakyat oleh pemerintahan dalam bentuk perintah dan larangan.

Dalil-dalil syariah dari beberapa hadist menggambarkan adanya aktivitas  penguasa, koreksi dan kontrol terhadapnya serta kewajiban mengurusi kepentingan kaum Muslim, yang semuanya itu aktivitas politik (ri’ayah syu’un) diantaranya : Seseorang yang ditetapkan oleh Allah untuk mengurus kepentingan umat, tetapi dia tidak memberikan nasihat kepada mereka, tidaklah mencium bau surga (HR. al-Bukhari dari Ma’qil bin Yasar ra) dan Tidaklah seorang hamba ditetapkan oleh Allah untuk mengurus rakyat, lalu mati dalam keadaan menipu mereka, kecuali Allah akan mengharamkan dirinya masuk kedalam surga (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Ma’qil bin Yasar ra).

Dari dalil syariah menunjukkan bahwa politik adalah unsur terpenting dalam Islam. Peduli dan sibuk dengan aktivitas politik untuk mengurusi kepentingan umat Islam merupakan kewajiban kaum muslim. Dari definisi di atas jelaslah bahwa politik (siyasah) dalam Islam adalah ri’ayah syu’un al-ummah (mengurusi urusan umat), bukan seperti politik dalam demokrasi yang berorientasi pada kekuasaan dengan mengabaikan aturan-aturan Al-Khaliq.

Sudah seharusnya  saat ini umat Islam tidak takut  lagi berpolitik karena Islam sendiri memiliki konsep sendiri mengenai politik yang sangat jauh berbeda dengan konsep politik yang selama ini kita terima, bahkan di dalam Islam politik memiliki peran yang sangat penting sebab  pelaksaanan ajaran Islam secara sempurna tidak bisa  lepas dari pengaturan urusan umat baik di dalam maupun di luar negeri dan itu semua bisa terlaksana dengan politik Islam. Maka sudah saatnya kita tidak takut lagi dengan politik dan mari berpolitik menurut Islam.
Wallahualam.

Post a Comment

0 Comments