Jangan Takut Bosan, Nikmati Aja Writing Block-mu

RemajaIslamHebat.Com - Saya sering sekali menghadapi situasi yang disebut sebagi writing block, kondisi ini tentunya sangat tidak menyenangkan bagi seorang penulis, terlebih bagi tukang ketik yang masih awam semisal diriku ini :) Tapi tenang, writing block tidak hanya dijumpai oleh para penulis pemula saja. Bahkan, penulis-penulis ternama, melegenda, hatta yang dikenal mahir melibas dateline pun, mereka tetap masih bisa menikmati writing block dengan santai dan riang gembira :) :)

Situasi writing block ini adalah momen ketika seorang penulis gagal meneruskan karya tulisnya, alias mengalami kebuntuan ide sekaligus stagnant pada posisi kursor terakhir tempat ia menghentikan langkah. Tak jarang seorang penulis merasa kesal, banting pena, lempar kertas, hampir-hampir patah harapan dengan tulisan yang sedang digarap. Tak banyak yang memilih melanjutkan proyek tulisan tersebut, selebihnya membiarkan tulisan mereka terkatung-katung dimakan rayap. Hal seperti ini juga sering saya lakukan, rasanya memang terlalu jahat. Kenapa saya katakan 'jahat'? Karena saya amat sangat tega menyerahkan tulisan tersebut dimakan rayap dalam file tak berarti, bahkan terkadang saya sudah tak tertarik untuk membuka atau melanjutkan proses penulisannya lagi. Jahat sekali, kan.

Nah! Perasaan-perasaan jenuh, bosan, kesal, jengkel, dongkol, dan anak pinaknya itu bisa berlangsung sampai berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Tidak sekali dua kali situasi ini menghampiri para penulis, justru berulang kali kita mengalami writingblock namun tetap memilih terjun ke lubang yang sama. Padahal seharusnya kita bisa belajar dari pengalaman. Setelah berkali-kali menghadapi hal yang sama, harusnya seorang penulis mampu mencari dan menemukan formula yang dapat mengeluarkan dirinya dari rasa nyesek bin ngenesin itu. Semata-mata agar supaya garapan karya mereka tidak lantas berakhir di antara file Recent Places atau parahnya lagi malah terdampar dalam folder Recycle Bin. Mengerikan!

Beberapa kali saya menjiplak metode jitu dari para penulis yang punya jam terbang tinggi, lebih sering menanyakan langsung pada teman-teman jurnalis yang lebih mumpuni di bidangnya. Kebanyakan mereka mensiasati writing block atau kondisi melelahkan saat berada di pertengahan jalan adalah dengan mengalihkan fokus, melupakan proyek tulisan dan meninggalkan seperangkat karya mereka sejenak. Apa yang dilakukan dalam waktu sekejapan itu? Jawabnya, mereka melakukan travelling ke tempat-tempat yang menyegarkan, atau malahan makan-makan sambil ngobrol di warteg untuk memacu energi. Bisa juga mencoba salah satu cara yang kadang saya tempuh, dengan Nonton Stand Up Comedy kemudian ketawa, eh malah dapet ide besar.

Saya percaya, mereka yang doyan ngomong diatas panggung Stand Up Comedy pasti punya banyak sekali materi di kepalanya yang mesti dihafalkan. Jangan percaya seorang Stand Up Comedian itu bukan penulis, sebab pada tahapannya mereka diharuskan membuat Mind Mapping demi mempermudah ide terserap dan tersampaikan pada penonton. Syarat mutlaknya, mereka harus belajar nulis. Gak sedikit lahir penulis-penulis buku dari para Stand Up Comedian ini. Sebut saja Sholeh Solihun yang karna materi komedinya selalu bertema islam dan tauhid, beberapa bukunya pun ikutan mejeng di toko-toko buku. Bedanya, banyak juga yang mengkritik kehadiran beliau karna paling banyak menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Selain kritis, materi-materinya juga selalu tajam, akurat dan penuh sindiran terhadap kinerja penguasa. Lantas, apakah beliau menanggalkan karakter dirinya sebagai penulis dan Comedian? Tidak, beliau malah didaulat membawakan salah satu acara tivi yang sukanya menyentil kinerja pemerintah, sayangnya acara itu saat ini lenyap entah ditelan karakter kuat beliau ataukah ia mundur sebab rapuh berperang dengan kapitalisme. Artinya, ujian yang kita alami sebagai penulis kawakan belumlah seberapa jika dibandingkan ujian lebih berat yang menimpa para pembicara. Menulis itu lebih sedikit ujiannya ketimbang Berbicara, jadi jangan lekas menyerah ketika diberi ujian hanya berupa keletihan atau kebuntuan ide. Toh, ada pekerjaan lain yang lebih berat ujiannya selain menulis, yakni Berbicara.

Belajar dari kekonsistenan Sholeh Sholihun, penulis juga mestinya menjaga erat-erat karakter yang sudah dimiliki. Jangan cepat-cepat berhenti apalagi menghilang dari dunia kepenulisan, please stop doing it! Percayalah, kita tidak akan pernah bahagia ketika menghapus file tulisan, karena menemui jalan buntu lantas memilih tidak menulis lagi. Astaga, itu bukanlah solusi dari kebuntuanmu. Yakinlah, yang kamu butuhkan cuma PIKNIK!
Maka berjalan-jalanlah, lari-lari kecil sampai bikin ngos-ngosan, nyemil sepuasnya, puter murottal atau tilawah dan lanjutkan hafalan Qur'an pun jadi solusi paling ampuh, apalagi sambil baca tafsir Al Qur'an, Maasyaa Allah kegiatan itu bagi saya merupakan langkah paling cepat menuju terbukanya ide-ide baru. Kalimat-kalimat diksi dalam Al Qur'an itu berjejalan saking banyaknya, keindahannya tak terbeli oleh karya sekelas Harry Potter sekalipun. Baca deh 1 ayat aja, dijamin inspirasimu udah saling bertabrakan kesana kemari saling hantam minta segera dituangkan dalam tulisan.

Saat mengalami writingblock atau keletihan ketika menulis, rehatlah sebentar lalu berkelana kemanapun yang kamu inginkan. Cari udara segar, lakukan apa saja yang bisa menghilangkan rasa jenuhmu, cepat-cepat tentukan lokasi piknik, nikmati dulu keindahan alam semesta pemberian Tuhan ini. Lakukanlah apapun yang kamu suka, termasuk nonton film; baca majalah/buku; atau sekedar rebahan diatas kasur. Pokoknya setelah itu jangan lupa kembali lagi ke fokus utama, MENULIS. Yuk lanjutkan garapanmu. Jangan menolak datangnya kebosanan, sambutlah ia dengan ramah dan ajak ia main-main sekejap lalu damaikan ia kembali dengan ide-ide barumu. Yuk Nulis!

(Maapkeun, tulisan ini pun dibuat tanpa kerangka yang baik, ditulis tanpa pilah pilih kosakata, pokoknya mah asal cuap-cuap. Ini bukti bahwa diri ini pun masih belum sembuh dari penyakit-penyakit yang melanda penulis kebanyakan. Yang penting mah piknik, kan )

Ups! Jangan lupa Nulis ya

Sumber:

Fb: Baiq Suci Dwi Anggraini

Post a Comment

0 Comments