Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah

Oleh: Dwi Maulidiniyah
Koordinator Pusat BMI Community

Jas Merah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) adalah semboyan Ir. Soekarno  yang tidak asing di telinga kita para pemuda khususnya para mahasiswa. Sejarah dapat memberikan pelajaran dan inspirasi dalam memecahkan persoalan-persoalan masa kini, khususnya yang berkaitan dengan semangat untuk mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa dan pembangunan bangsa.
Pemahaman  sejarah yang benar sangatlah penting di era kini,  ditengah maraknya arus deradikalisai dunia kampus yang seolah membenturkan Islam dengan semangat kebangsaan. 

Padahal salah satu fakta sejarah perlawanan yang digelorakan Bung Tomo  dengan pekikan takbir terhadap penjajah Belanda,  tidak bisa dilepaskan dari peran ulama. Sosok Hasyim Asyari yang menuliskan seruan jihad sebagai ajaran islam  untuk mempertahankan tanah air dan kemuliaan agama, mendapat sambutan luar biasa dari para ulama dan santri untuk bersama berjuang hingga titik darah terakhir.
Subhanallah...

Peradaban bangsa Indonesia yang kini ada merupakan proses panjang yang sarat nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan yang tak ternilai harganya oleh kaum muslim terdahulu.

Ajaran Islam adalah ruh perjuangan para pahlawan, karakter mereka yang kritis dan peduli terhadap rakyat, yang tidak mau diam saja dengan penjajahan dan perbudakan dari kaum penjajah harus menjadi identitas pemuda bangsa terutama kalangan mahasiswa.

Indonesia kita saat ini  masih dalam cengkraman penjajahan,  memang tidak secara fisik namun penjajahan gaya baru neo-kolonialisme. Hal ini terbukti dengan banyaknya liberalisasi Sumber Daya Alam dan Energi (SDAE), banyak SDAE mulai dari minyak, gas, emas , dan batu bara di Indonesia yang dikuasai oleh Asing penjajah. Tidak hanya itu, bukti lain lahirnya UU Migas bahkan menjadikan Asing lebih mendominasi dalam pengelolahan minyak dan gas (Harian Terbit, 07/08/2017).

Karena itu semangat perjuangan melepaskan negeri ini dari neokolonialisme harusnya menjadi agenda utama dalam peran perubahan pemuda&mahasiswa.  Sebagaimana para  pendahulu mereka yang menjadikan  Islam sebagai ruh perjuangannya. Bukan sebaliknya yakni menjadi sosok pragmatis,  mati kekritisannya,  bahkan terjebak islamphobia..  Naudzubillah

Di sinilah pentingnya sejarah yang benar ditanamkan lagi di kalangan pemuda&mahasiswa. Agar mereka melek akan identitas yang seharusnya, dimana identitas ini dahulu pernah dimiliki oleh pahlawan sebelum mereka lahir...[Back to Muslim Identity]

Post a Comment

0 Comments