Islam Itu Mulia dan Memuliakan

RemajaIslamHebat.Com - Islam kini masih menjadi sorotan dan pembahasan dunia, namun bukanlah pada kehebatan, kemajuan dan peradabannya, seperti pada masa kekuasaan Islam saat masih ada. Yang tentara-tentaranya ditakuti oleh semua kekuatan, yang ilmu dan pendidikannya menjadi kiblat para ilmuwan, serta kemajuan dan peradabannya menjadikan terkagumnya dunia.

Keadilan ditegakkan pada semua manusia tanpa terkecuali kaum kafir yang berada dalam wilayah negara Islam (kafir dzimmi).  Islam menganggap semua orang yang tinggal di negara Khilafah sebagai warga negara Islam berhak memperoleh perlakuan yang sama. Tidak boleh ada diskriminasi antara Muslim dan dzimmi. Negara harus menjaga dan melindungi keyakinan, kehormatan, akal, kehidupan, dan harta benda mereka. Sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:
“Barang siapa membunuh seorang mu’ahid (kafir yang mendapat jaminan keamanan) tanpa alasan yang haq, maka ia tidak akan mencium wangi surga, bahkan dari jarak empat puluh tahun sekalipun”. (HR. Ahmad)

Islam Memuliakan

Islam mampu menciptakan kesejahteraan dan kemuliaan pada derajat hidup manusia yang tinggi. Sebagaimana disuatu masa khalifah Umar Abdul Aziz, tidak ada seorangpun yang bersedia menerima zakat. Hal ini, tidak lain karena tidak ada seorangpun yang layak masuk pada kriteria penerima zakat. 

Penguasa (negara) telah menjalankan kewajiban sebagai pelayan umat. Hal ini, karena dasar ketaatan dan penghambaan pada Tuhan pencipta alam, Allah SWT. Pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya menjadi tanggungan dan kewajiban negara. Maka, hidup rakyat tidak hanya disibukkan untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan perut semata. Apalagi hanya untuk mengejar nilai dunia dan bersaing untuk mendapatnya. Namun, mereka lebih berambisi pada pemikiran-pemikiran besar dan kerja besar untuk kemajuan dan peradaban.

Bagaimana penguasa sangat begitu taatnya dalam menjalankan amanahnya. Sampai-sampai khalifah Umar  yang terkenal tegas dan tegar dalam memimpin tiba-tiba menangis dan kelihatan sangat terpukul. Saat setelah mendengar informasi salah satu ajudannya ,bahwa di Irak ada seekor keledai tergelincir kakinya dan jatuh kejurang akibat jalan yang dilewati rusak dan berlubang.

Melihat kesedihan khalifahnya, sang ajudanpun berkata:”Wahai Amirul Mukminin, bukankah yang mati hanya seekor keledai?” dengan nada serius dan menahan marah Umar berkata: “Apakah engkau sanggup menjawab di hadapan Allah ketika ditanya tentang apa yang telah engkau lakukan ketika memimpin rakyatmu?”. Dalam redaksi lain Umar berkata: “Seandainya seekor keledai di kota Baghdad karena jalan rusak, aku sangat kawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah Ta’ala, Mengapa kamu tidak meratakan jalan untuknya?”.

Hal yang lain pula, bagaimana negara sampai memperhatikan bagaimana posisi seorang pembantu, hingga dibuatkanlah pabrik keramik. Hal ini, tidak lain bertujuan melindungi para pembantu dari kekerasan majikan, jika suatu saat mereka memecahkan perabotan di rumah majikan. Maka, sang pembantu dapat menggantinya dan mengambilnya secara gratis dari pabrik yang disediakan pemerintah.

Begitulah ketinggian,  kemuliaan dan kesejahteraan dalam naungan Islam. Semua, menjadi wajib diperhatikan, sebab Allah memberi aturan dengan Maha KesempurnaanNya. Sehingga, manusia hanya berjalan pada ketaatan dan ketertundukan serta hanya berlomba-lomba untuk menjalankan kewajiban Tuhan.

Umat Muslim Hari Ini

Umat Muslim hari ini, memang menjadi pembicaraan hampir diseantero media dunia. Yang bukan pada kekuatan, ilmu dan peradabannya, tetapi pada ketertindasan, kelemahan, dan kehinaan atas diskriminasi penguasa-penguasa dunia pada mereka. Tertuduh sebagai teroris, ekstrimis, radikalis, intoleran. Namun, mereka pula yang dibantai, diperkosa, dibakar, dibunuh, dan diusir dari tempat kelahiran. Mereka diserang dari berbagai suku, ras dan agama, ditambah pula adu domba sehingga antara umat muslim sendiri saling bermusuhan, terpecah belah, saling menfitnah, menjatuhkan, dan bahkan menghadang pada  yang melakukan perjuangan. 

Sebagian muslim yang lain malah tidak peduli dengan kondisi umat. Sebab, telah terlalaikan akan kehidupan yang melelahkan tanpa unjung dan kepastian. Mengejar jabatan, kedudukan sosial, pengakuan, penghargaan dan gelar bagi yang berpendidikan. Sedangkan bagi mereka yang awam, tersibukkan dengan mencari kebutuhan yang terus menyiksa dan memenjarakan. Begitpun pemudanya yang terlalaikan dengan kenikmatan dan kesenangan yang menghinakan, pergaulan bebas, narkoba, pacaran, hiburan, dan berbagai tindak kriminal sampai di luar nalar. Terdoktrin oleh tawaran kesenangan yang fana dari pada idola. Terfasilitasi oleh lingkungan yang individualis dan system yang sekuler, menjadikan sempurnanya semua celah untuk dihancurkan.

Kondisi ini harusnya bisa menjadikan kita bercermin dari Muslim Bosnia Herzegovina di tahun 1992 yang lalu. Bagaimana kondisi mereka yang aman, damai, dan saling menghargai antar umat beragama. Sampai-sampai bagaimana seorang muslimpun tidak nampakkan akan identitasnya. 

Berpakaian dan berperilaku yang nyaris sama dengan umat lainnya atas nama toleransi. Yang perempuan tidak memakai krudung dan yang laki-lakipun tidak nampak sama sekali berpakaian muslim, meninggalkan sholat dan puasa adalah hal yang wajar, pergi kediskotik dan bar. Terbiasa dengan momen-momen barat seperti valentine, april mop, tahun baru, Halloween dan sejenisnya sebelum terjadinya perang. Inilah potret keluarga-keluarga muslim Bosnia. Jika, di Indonesia keluarga seperti ini biasa disebut sekuler atau Islam KTP.

Namun, keislaman sudah menjadi cukup alasan muslim Bosnia untuk dihabisi/disembelih. Kebencian yang begitu besar di dada pemimpin-pemimpin Kristen Serbia, sepanjang tahun mereka menanti-nantikan saat yang tepat  menyerang Muslim Bosnia. Di bawah pimpiman Slobodan Milosevic, seorang pemimpin fasis yang berambisi untuk mendirikan Serbia Raya, menghabisi secara genosida dengan cara apapun, termasuk pemerkosaan sistematis.
Muslim Bosnia yang tadinya tidak mempedulikan nilai-nilai Islam terhenyak kaget. Sebab teman dan saudara yang berbeda agama yang tadinya akrab, kini berbalik menyerang dan membunuhi mereka. Alasannya satu: karena mereka Muslim.

Muslim Bosnia dengan cepat sadar pada kondisi yang sedemikian terlambat, bahwa mereka adalah Muslim. Pembersihan etnis muslim Bosnia membuat mereka kembali pada nilai-nilai Islam yang hakiki. Beruntunglah mereka yang segera sadar, kasihan/celaka mereka yang telah terbunuh dalam kondisi menyerupai kaum kafir, mereka akan dihukumi sebagaimana orang kafir (HR.Ahmad dan AbunDaud)

Ditengah-tengah puing-puing bangunan yang hancur, desingan peluru yang mengema dan ledakan mortar, dan kepiluan tangisan korban pemerkosaan. Muslim Bosnia kembali mendekap identitas mereka. Yang perempuan kembali mengenakan kerudung dan para lelaki sambil menenteng senjata untuk bertahan dan mulai kembali sholat, adzan mulai bergema di sela-sela gedung yang roboh. Kitab suci Al Qur’an yang telah lama tersimpan di lemari dibuka kembali.

Akan hal itu, bagaimanakah kita hari ini ? Akankah kitapun nyaris terlambat. Jika hari ini, banyak umat Muslim yang dikriminalisasi, dituduh, dihinakan, dihadang pada perjuangan dan penghinaan pada kitab dan ajaran, namun masih saja meninggalkan ajaran Islam. Maka, apakah kalian akan menunggu sampai mati dalam kejahiliyahan.

Wa lan tardla’anka al yahudu wa la al-nashara hatta tattabi’a millatahum.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu (Muhammad) hingga engkau mengikuti agama mereka”.

#TolakPerpuOrmas
#HentikanPKI
#IslamRahmatanLil’alamin

Sumber:

Fb: Uli Nice

Post a Comment

0 Comments