Indahnya Jatuh Cinta Setelah Akad

Oleh:  Annisa Afriliani Hana

Orang jatuh cinta itu bawaannya seneng. Sebab hatinya berbunga-bunga. Sampai-sampai sering gak sadar kalau suka senyum-senyum sendiri. Jatuh cinta itu moodbooster banget lah. Bikin hari lebih hidup, bikin jiwa lebih berenergi. Bener ga?

Eits, tapi jangan sembarangan jatuh cinta. Alih-alih membawa kebaikan, justru bikin kita terjerumus ke dalam kemaksiatan. Jatuh cinta lah pada orang yang tepat: Ya, Suami kita. Sungguh sangat jelas bahwa Islam mengharamkan adanya ikatan rasa antara dua insan sebelum terucapnya sebuah akad pernikahan.

Maka para muslimah shalihah harus pintar-pintar jaga hati. Tundukkan pandangan dan jangan biarkan pikiranmu liar berimaji. Menunggu sosok lelaki shalih yang kelak akan menjadi suami kita tidak perlu dengan tebar pesona di medsos atau gencar stalking akun sosmednya. Mencintai dalam diam juga tidak diperbolehkan.

Meski Allah telah menganugerahkan gharizah nau’ sebagai fitrah alami bagi manusia, namun tetap harus di jaga. Jangan biarkan salah penyalurannya. Maka, berpegang teguh pada hukum syara adalah keharusan agar kita senantiasa mampu melabuhkan cinta pada seseorang yang tepat. Yang halal.

Ketika ada 'rasa' mulai menyusup di hati, maka alihkan lah pada kesibukan lain yang membuat kita tak berfokus memikirkannya. Perbanyak taqorub kepada Allah.

Menikahlah karena Allah. Bukan karena kita jatuh cinta pada seseorang. Maka, dalam prosesnya tentu kita akan senantiasa menjaga diri dari tersusupinya zina hati. Apalgi zina terang-terangan atas nama cinta yang nyatanya ‘nafsu’ saja. Alangkah banyak fakta tersaji di depan mata, dua sejoli memadu kasih hingga berujung hamil diluar nikah. Endingnya aborsi, bunuh diri, atau nikah dini. Ah, mirisnya...itulah akibat nyata dari pelanggaran hukum syara bernama PACARAN.

Yuk, Menikah Tanpa Pacaran

Menikah tanpa pacaran, sangat bisa! Modalnya adalah takwa. Yakinlah akan janji Allah bahwa lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik. Maka untuk mendapatkan lelaki yang mampu menjadi imam dunia akhirat, tentu bukanlah dia yang menjerumuskan kita dalam kemaksiatan sekecil apapun. Saling layakkan diri untuk menjadi istimewa di hadapan Allah. Kelak akan ada cara terindah yang akan Allah hadirkan untuk pertemukan kita dengannya. Bukan dengan pacaran.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”  (Q.S. Al-Isra’: 32)

Jodoh Cerminan Diri Kita

Ketika kita menyibukkan diri mengkaji Islam dan terbiasa bergaul dengan orang-orang shalih. Maka kita akan bertemu 'jodoh' di komunitas tempat biasa kita habiskan hari-hari. Benarlah adanya jika jodoh adalah cerminan diri kita. Dia tidak jauh berbeda dengan kita. Yang terbiasa nongkrong di mall pasti tidak jauh-jauh akan bertemu juga dengan "anak mall". Mau suami yang shalih dan mampu membimbing ke surga? Dekatkan diri kita dengan " surga", bergaul dengan komunitas orang-orang perindu surga.

Saya jadi teringat, bahwa saya baru belajar mencintai suami saya persis setelah dia mengucapkan akad di hadapan wali saya. Kami tak pacaran. Jarak dari kami berkenalan hingga kami menikah hanya 2 bulan. Sebelum menikah saya hanya bertemu suami saya 3 kali.

Pertama, pertemuan di rumah saya saat dia mengkhitbah ( melamar). Kedua, pertemuan di jakarta dalam suatu acara (tanpa ngobrol). Ketiga, pertemuan di rumah saat dia mengantarkan undangan pernikahan kami. Setelah itu, kami bertemu lagi saat akad.

Sungguh, bukan lah cinta yang semestinya mewujudkan pernikahan. Tapi pernikahan yang akan mewujudkan cinta. Bukan cinta biasa. Tapi cinta yang kelak akan membawa pada ketenangan lahir batin, menjauhkan diri dari maksiat, dan bersama-sama merajut takwa. Ah, indahnya jatuh cinta setelah akad.

"Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti akan terlihat seperti bintang yang muncul dari timur dan barat yang bersinar. Lalu ada yang bertanya, “Siapakah mereka itu?”. Rasulullah menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT”. (HR. Ahmad)

#CatatanAnnisa
#Muhasabah

Post a Comment

0 Comments