Disiplin Sejak Dini

RemajaIslamHebat.Com - Di Afrika, setiap pagi singa bangun dari tidurnya dengan kesadaran penuh bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada rusa atau ia akan mati kelaparan.

Setiap pagi pula, rusa bangun dari tidurnya dengan kesadaran penuh bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singa atau ia akan mati dimangsa.

Dikutip dari “The World is Flat” – Thomas L. Friedman (2006)

Sementara singa dan rusa memperjuangkan hidup di Afrika, di sini kita pun sama. Bedanya adalah perjuangan singa dan rusa sebatas isi perut, sedangkan perjuangan kita sebagai manusia tentu lebih dari itu.

Perjuangan kita sebagai manusia, dalam hal ini sebagai orangtua, salah satunya adalah kedisiplinan mengajarkan anak disiplin sejak dini.

Mengapa mengajarkan disiplin juga membutuhkan kedisiplinan? Karena disiplin bukanlah seperti sulap yang setelah kalimat abrakadabra semua terjadi begitu saja. Disiplin adalah produk konsistensi dan ketekunan. Tidak mungkin ada tanpa dua hal itu. Disiplin perlu diajarkan dengan pembiasaan.

Tahun-tahun pertama kehidupan manusia merupakan periode yang sangat penting dan kritis. Keberhasilan tumbuh kembang anak di tahun-tahun pertama akan sangat menentukan hari depan anak. Kelainan atau penyimpangan apapun kalau tidak diintervensi secara dini dengan baik pada saatnya, apalagi yang tidak terdeteksi, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia kelak di kemudian hari. Untuk itu orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak secara optimal.

APA ITU DISIPLIN?

Menurut Hurlock (1999: 82) dalam bukunya “Perkembangan Anak”, mengartikan perilaku disiplin yakni perilaku seseorang yang belajar dari atau secara sukarela mengikuti seorang pemimipin. Dalam hal ini anak merupakan murid yang belajar dari orang dewasa tentang hidup menuju ke arah kehidupan yang berguna dan bahagia dimasa mendatang.

DISIPLIN DIMULAI DARI MANA?

Disiplin itu dimulai dari orangtua kemudian ditumbuhkan dari dalam diri anak.
Orangtua harus memberikan contoh bersikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, anak kecil akan sangat mudah meneladani dan mencontoh apa yang ia lihat dan ia dengar.

MENGAPA PERLU DIAJARKAN DISIPLIN?

Disiplin harus menjadi faktor internal yang dimiliki anak. Tugas kita sebagai orangtua adalah mengajarkan dan memahamkan kenapa disiplin penting. Sehingga, kita tidak perlu lagi tegang tingkat tinggi dan atau berteriak mengingatkan apa yang harus dilakukan. Jika sampai saat ini, itu masih terjadi, berarti disiplin yang ada pada anak masih external, artinya orang lain yang mengontrolnya, bukan dirinya sendiri. Sehingga, jika orang lain itu tiada, begitu juga dengan disiplin yang sudah ditanamkan olehnya.

Berikut adalah hal- hal mengapa perlu diajarkan disiplin :

Disiplin memberikan rasa aman dengan memberitahukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Disiplin membantu anak menghindari perasaan bersalah dan rasa malu akibat perilaku yang salah.

Dengan disiplin anak belajar bersikap menurut cara yang akan mendatangkan pujian, yang akan ditafsirkan anak sebagai tanda kasih sayang dan penerimaan.

Disiplin yang sesuai dengan perkembangan berfungsi sebagai motivasi bagi anak untuk mencapai apa yang diharapkan darinya.

Disiplin membantu anak mengembangkan hati nurani yang merupakan pembimbing dalam pengambilan keputusan dan pengendalian perilaku.

KAPAN WAKTU YANG TEPAT MENGAJARKAN DISIPLIN PADA ANAK?

Menanamkan kedisiplinan pada anak dapat dilakukan sejak bayi. Anak dilatih melakukan rutinitas atau kegiatan sehari-hari secara disiplin seperti waktu mandi, gosok gigi, jam tidur. Seiring usia, bertambah pula jadwalnya, misal, sholat tepat waktu, waktu belajar dan seterusnya.

BAGAIMANA MENGAJARKAN DISIPLIN PADA ANAK?

1. Ajarkan anak untuk datang ketika mereka dipanggil.

2. Ajarkan anak untuk menghargai waktu.

3. Berikan rutinitas. Misal waktu tidur dan bangun, kapan waktu belajar, waktu bermain dsb.

4. Dorong anak untuk memiliki aktivitas yang membangun disiplin diri. Misal olahraga, merawat hewan peliharaan, hafalan Al Qur’an, membantu pekerjaan rumah sesuai usia, dsb.

5. Beri imbalan edukatif. Misal, tanda bintang atau memasakkan masakan kesukaan anak.

6. Beri pujian, sewajarnya.

7. Berikan anak-anak suara. Libatkan anak dalam membuat aturan. Sangat penting untuk memahami sudut pandang mereka, meski bukan berarti harus selalu setuju dengan mereka.

8. Jelaskan pada anak alasan dibalik larangan ayah bunda.

9. Jelaskan dengan spesifik apa yang ayah bunda maksud. Misal, jam berapa ayah bunda ingin ananda pulang ke rumah selepas bermain di luar. Katakan  “jam 12” bukan “Jangan terlambat.”

10.  Berikan konsekuensi sebagai pengganti hukuman. Konsekuensi yang baik adalah yang tetap bermanfaat bagi anak. Misal jika ananda tetap pergi bermain tanpa ijin dari ayah bunda maka ananda harus mencuci pakaiannya sendiri, atau dicabut hak mainnya pada siang hari, membantu pekerjaan rumah seperti cuci piring, mengepel atau lainnya.

Discipline is helping a child solves a problem. Punishment is making a child suffer for having a problem. To raise problem solvers, focus on solutions not retributions. – L.R. Knost

Aturan mendisiplinkan sederhana saja : jelas, sederhana dan yang terpenting konsisten dengan aturan yang dibuat. Semakin ayah bunda konsisten dengan batasan, akan lebih mudah bagi anak untuk tetap berada dalam batasan.
Kompak dengan pasangan dalam mendisiplinkan anak penting karena anak harus tahu aturan yang ditetapkan oleh orangtuanya. Kelak, disiplin yang diajarkan di rumah akan menjadi jembatan untuk bisa mengikuti disiplin di sekolah.

Sadarkah bahwa sebenarnya kepribadian ananda terletak di tangan Ayah Bunda?

Tentu kita tidak menafikkan fakta bahwa ada beberapa sifat anak yang dibawa sejak lahir atau berdasarkan gen orangtua, namun pola pengasuhan ayah bunda berperan dalam membentuk kepribadian mereka.
Anak-anak adalah petualang dan pembelajar sejati yang penuh kejujuran dalam merealisasikan pikiran dan mengekspresikan perasaannya. Semua orangtua tentu ingin membahagiakan anak-anaknya, melihat mereka tumbuh sehat, cerdas dan sukses dalam kehidupannya.

Namun, dalam praktiknya, keinginan tersebut seringkali menjadi ekspektasi yang berlebihan bahkan ambisi yang justru bisa menimbulkan masalah bagi proses pembentukan kepribadiannya. Karena itu, dalam upaya membentuk kepribadian dan mendidik anak, serta mengantarkannya menuju kesuksesan ada beberapa hal yang harus benar-benar dipahami orang tua selain menumbuhkan kedisiplinan.

Nah, seperti apakah hal- hal lain tersebut ?

Terus pantau artikel di Fanpage El Hana ya Ayah Bunda, DISIPLIN SEJAK DINI adalah bahasan pertama dari rangkaian tema MEMBANGUN KEPRIBADIAN ANAK yang kami pilih untuk bulan Oktober ini.

Salam,
Admin El-Hana Learning Kit

Dari berbagai sumber

Sumber:

Fp: El-Hana Learning Kit

Post a Comment

0 Comments