Dilema Sesama Rekan Dosen

RemajaIslamHebat.Com - Semalam pasca saya selesai tadarrus ada WA dari rekan dosen yang mengajar di Universitas X.

Nampaknya lumayan penting hal yang ingin ia utarakan. Sehingga rasanya kurang afdal kalo hanya sebatas chatting via WhatsApp.

Saya yakin kemampuan tangannya mengetik dengan kata-kata yang ingin meluncur dari mulutnya tak sebanding, hahaha.

Maklum, perempuan memang gitu kadang kecepatan mulutnya melebihi kecepatan Rossi saat memacu kendaraannya di arena balap motor GP. (Hayooo yang curhat semalam ngakuuuu )

Saya lalu mengatakan, tapi kudu professional yah, karena sekarang saya konsultan jadi kalo mau menelpon untuk konsultasi harus bayar, tapi berhubung orangnya kamuhhh iaaa kamuuuuhh, saya gratiskan deh, candaku membalas pesan WAnya.

Baiklah, saya rangkum saja hasil curhat teman saya semalam yah.
Semoga dari apa yang saya rangkum Anda bisa menarik benang merah hal-hal apa saja yang kami bicarakan.

Dalam suatu instansi, PASTI kita tidak bisa menghindar dari yang namanya konflik. Ia akan selalu ada, ikut menua dengan bumi.

Selama matahari masih brojol dari timur, suatu keniscayaan konflik itu juga akan tetap lahir.

Yang bisa kita lakukan adalah hanya meminimalisir konflik agar intensitasnya tidak sesering matahari terbit di ufuk timur, hehehe.

Hawa konflik ini tidak tanggung-tanggung, ternyata panas juga lho. Dan klo tidak disikapi dengan bijak maka siap-siap saja terpanggang oleh api konflik.

Dalam suatu unit kerja, kita berkumpul dengan orang-orang yang karakter, pendidikan, kebiasaan dan latar belakang masing-masing berasal dari muara yang berbeda-beda.

Otomatis, karena memang dari sononya sudah heterogen maka lumrah adanya jika terjadi konflik.

Cumaaaaaaa????

Mbok Yaoooo, klo konflik CUMA sekecil nyala korek api A Go Go (Ayo Goyang-Goyang) gak usah disiram bensin ibu-ibu. Slowwwww bin kaleeeeeeemmm, yah???

Usahakan tabayyun dulu, cek n ricek akar dan duduk permasalahan sebenarnya seperti apa. Kibarkan bendera asas praduga tak bersalah.

Jangan langsung main judge sesuka jidat, karena kalo sangkaan kita ternyata salah? Yang malu bukan tembok kan yah? Hehehe.

Lagian kalo rekan dosen konflik melulu yang jadi korban kan anak kita (baca, mahasiswa). Tak elok menjadikan mereka korban padahal mereka tak tahu menahu ihwal permasalahan kita.

Satu hal yang perlu juga kita sadari bahwa impossible memuaskan semua orang, akan selalu ada segelintir manusia yang tidak suka, sebaik apapun kita .

Berikutnya, terkait hak-hak dosen yang kadang diabaikan oleh pihak yang seharusnya menangani hal ini.

Saya pinjam kata Pak Jamil Azzaini bahwa dalam hidup ini kita menabung energi. Epos dan Eneg. (Energi positif dan negatif)

Jika kita bekerja di suatu instansi/perusahaan, dan kualitas kerja kita melebihi gaji yang kita terima, maka kita sedang menabung epos. Suatu saat epos itu akan cair dalam bentuk pertolongan Allah kepada kita.

Namun

Jika kualitas kerja kita di bawah gaji yang kita terima, kita menabung eneg. Suatu saat eneg itu akan cair dalam bentuk kesulitan yang senilai dengannya. Hiyyyy, seremmm kannnn??

Satu-dua rupiah yang Anda sepelekan bisa saja tak dituntut dari diri Anda. Tapi kerja alamiah semesta / kehidupanlah yang akan membuat 1-2 rupiah itu keluar dari kehidupan Anda.

Mungkin bisa jadi Anda tiba-tiba konsumtif gak ketulungan, tiba-tiba sakit atau apalah-apalah sehingga ada-ada saja pengeluaran tak terduga.

Jika Anda mempekerjakan orang lain, coba renungkan para pekerja/karyawan dalam organisasi bisnis Anda.

Cobalah raba apa yang mereka rasakan.

Sebagian dari mereka mungkin tulang punggung keluarga.

Sebagian dari mereka mungkin sedang menanggung biaya pengobatan sanak saudara atau bahkan anaknya.

Sebagian dari mereka mungkin menjadi sumber keberlanjutan sekolah anggota keluarga. Itulah yang perlu Anda pikirkan secara saksama dan dalam tempo yang TIDAK sesingkat-singkatnya.

Libatkanlah kepentingan para karyawan Anda dalam setiap keputusan bisnis Anda.

Jangan pernah merasa bisnis Anda adalah milik anda seorang. Anda harus sadar bahwa di balik bisnis yang Anda bangun ada banyak orang yang juga punya kepentingan.

Maka tunaikanlah hak-hak mereka selagi Allah masih meminjamkan nafas pada kita semua.

Nb : Sebagian disadur dari acara seminar kang Dewa Eka Prayoga dan Kang Rendi Saputra dalam Dua Kodi Kartika.

#sarapankata
#kmoindonesia
#mahasiswaVSdosen(15)

**Nurbaya Tanpa Siti

Penulis : Nur Baya

Editor : Hardi Jofandu

Post a Comment

0 Comments