Dilema Mahasiswa dan Ummat

Oleh : Yunita Afifah
(Anggota back to muslim identity Samarinda)

UPAYA musuh-musuh islam saat ini telah tampak jelas membuat jarak antara pemikiran dan perasaan umat islam. Mewujudkan suatu kondisi yang berlawanan terhadap fitrahnya sebagai seorang muslim, khususnya mahasiswa.

Secara perasaan, perhatian pemuda muslim terhadap agamanya masih begitu tinggi. Coba saja jika kita tanya kepada mereka,  bagaimana ppendapat mereka jika agamanya dinistakan, Rasulnya dihina dan saudara seimannya di bantai ? ; mayoritas mereka masih satu frekuensi yaitu marah dan tidak terima akan hal tersebut.

Barat begitu paham akan kondisi tersebut, sehingga upaya mereka adalah menjauhkan perasaan islam itu dengan pemikiran islamnya. Secara zohir mereka muslim, tetapi tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan permasalahan umat yang sesuai dengan pemikiran islam. Akibatnya banyak dari mereka mengambil solusi berdasarkan prasangka baik dan buruk menurut versi mereka. Padahal, Tidak semua niat baik itu benar, apabila pelaksanaannya tidak sesuai dengan perintah Allah.

Para musuh islam senantiasa mengkampanyekan slogan-slogan dan paham-paham ajaran mereka kedalam pemikiran pemuda muslim, sehingga wajar muncullah para intelektual yang terbaratkan, mereka muslim namun pro terhadap pemikiran-pemikran dari barat bahkan bangga menyuarakannya.

Lebih dari itu, barat menyebarkan kaidah-kaidah yang semakin menjauhkan pemuda muslim dari identitasnya. Seperti "tidak dipungkiri lagi bahwa hukum itu harus berubah mengikuti perubahan wakru" ; "politik itu adalah dajjal dan penipuan" dan kaidah-kaidah lainnya yang membuat pemuda  muslim saat ini phobia bahkan merasa tidak realistials lagi dengan agamanya.

Tidak heran, jika kita survey respond sebagian pemuda muslim saat ini terkait problematika umat khususnya masalah rohingya akan kita dapati jawaban dan sikap yang beragam. Sebagian mereka ada yang belum tau; sekedar tau: tau dan ingin mencari tau sebabnya; tau dan memberikan solusi meskipun solusinya juga belum menyentuh pada akar masalah.

Suasana seperti ini sengaja di ciptakan untk membendung kebangkitan islam dari para pemudanya. Barat sengaja mematikan potensi pemuda muslim melalui propaganda-propaganda manis penuh racun.  Sosok mahasiswa yang merupakan penggerak perubahan tersandera dengan pemikiran-pemikiran barat. Sehingga mereka yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk membela umat , justru terkurung dengan urusan pribadi mereka.

Mereka mengalihkan perhatian pemuda muslim dari identitasnya, Setiap malamnya senantiasa larut dengan tugas akademik, berkumpul penuh canda dengan teman-teman pergerakan sesekali  terlintas membahas artis-artis drama korea terupdate, terhipnotis dengan sederet model trend fashion ala barat, yang semuanya terlihat begitu menyenangkan. Begitukah sosok pemuda muslim seharusnya ???

Sungguh ini adalah keadaan yang sangat tidak ideal dan begitu menyakitkan yaitu  semakin jauhnya perasaan intelektual muslim dan pemikirannya dari umat mengakibatkan hilangnya kepekaan pemuda muslim terhadap kondisi problematika umat. Semoga hadis Rasul saw ini mampu menjadi pelajaran bagi kita :
*siapa saja yang bangun di waktu pagi dan tidak memikirkan urusan maum muslimin, maka ia bukan termasuk golongan kaun muslim* (HR Thabrani)

Wallahu a'lam bi shawab

Post a Comment

0 Comments