Bisul Teriak Bisul

RemajaIslamHebat.Com - Ada pejabat yang absen ke acara penting pembahasan Perppu Ormas di DPR. Padahal Perppu itu dikeluarkan konon karena genting. Logikanya, pembahasan itu juga menjadi sangat penting dan genting. Masalah dianggap lucu, karena absennya pejabat dimaksud, gara-gara bisul (semua membatin, bukan “penyakit pejabat” banget, yah! ).
.
Berapa volume bisulnya, tidak terlaporkan. Mungkinkah dalam taraf peradangan akut? Wallahu'alam. Kita doakan saja, semoga lekas pecah. Sembuh, dan segera menuntaskan masalah Perppu Ormas yang tak juga kunjung reda.
.
Itu kalau bisul beneran. Sebab, bisul itu memang menyakitkan. Bahkan bisa mematikan. Contohnya almarhum Ketua KPU Husni Kamil Manik yang wafat Juli tahun lalu, disebabkan peradangan bisul. Parah, karena beliau penderita diabetes.
.
Iyalah, yang pernah bisulan pasti merasakan. Makanya empati dikit dong, Mak, kalau ada yang bisulan jangan dibully hehe...Terus terang, saya juga pernah mengalami. Dan, biasanya saya malu kalau orang-orang sampai tahu saya bisulan. Gak pernah jadi bahan update status. Izin dari urusan penting pun, paling cuma bilang “sakit”. Gak mau bilang bisul.
Kalau ada yang mendesak, “sakit apa?” Baru deh dijawab: "sakit kulit parah."
.
Biar kerenan dikitlah. Karena, bisul itu konon bukan penyakit kelas premium. Imejnya sebagai penyakit kalangan jelata. Beda sama penyakit jantung yang biasanya melanda pejabat VIP atau horang kayah. Makanya, nggak kayak si papah, pejabat yang sakit bisul ini nggak menyertakan selembar foto dalam absennya. Walhasil, orang jadi tak percaya, bisul beneran apa bohongan, nih. Karena, kamus netizen zaman sekarang: no picture is hoax.
.
Mungkin malu. Kok ya, sakitnya “cuma” bisul. Datangnya juga tak tepat waktu lagi. Apa gak tahu kondisi lagi genting? Padahal, si bisul sebenarnya cukup tahu diri. Bersembunyi di tempat-tempat privat yang nggak terlihat. Jadi, kalau belum parah dan masih bisa ke mana-mana, sebenarnya masih tetap bisa tampil menawan.

Yah, itu kalau bisul betulan. Masalahnya, ada bisul lain yang tak kalah memalukan. Bisul yang bukan penyakit karena infeksi bakteri. Tapi, bisul yang artinya "BISanya ngibUL." Saya sama sekali nggak menuduh pejabat dimaksud mengalami bisul yang satu ini, sekadar perbandingan saja. Mengingatkan, bahwa, ini karakter yang buruk sekali. Kalau punya kebiasaan “bisul” seperti ini, pasti bakal sulit sembuhnya. Walaupun kelak bakal meletus juga sih, pas ketahuan bohongnya.
.
Contohnya, di kalangan politisi, betapa banyak yang terkena “bisul'. Bisanya ngibul. Misalnya saat kampanye. Janji-janji semanis madu untuk menjerat suara rakyat, nyatanya setelah menjabat menebar racun. Bilang, nggak bakal menaikkan tarif listrik. Nyatanya, tagihan rekening emak-emak berteriak. Bilang mau gebug PKI, nyatanya yang digebuk yang anti-PKI. Bilang, saya Pancasila. Nyatanya, jual aset-aset negara. Bilang, cinta negeri. Nyatanya, intervensi asing dan aseng besar-besaran dipersilakan.
.
Lebih dari itu, jika diibaratkan sebuah bodi raksasa, negara ini memang sedang mengalami “bisul” parah di sekujur tubuhnya. Rakyat sudah menderita kesakitan luar biasa akibat penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh kebijakan-kebijakan yang tidak prorakyat. Kebijakan yang ditegakkan di atas virus sekuler kapitalis.
.
Penerapan demokrasi yang menjanjikan kebebasan, melahirkan penyakit-penyakit masyarakat yang luar biasa akut. Darurat gaul bebas. Darurat hamil di luar nikah. Darurat perzinahan. Darurat narkoba. Darurat kekerasan anak. Darurat pelecehan seksual. Darurat kekerasan rumah tangga. Darurat kriminaitas. Darurat stres massal. Darurat hoax. Darurat aliran sesat. Darurat pengangguran. Darurat korupsi. Darurat riba. Darurat pajak. Darurat utang.
.
Semua persoalan bangsa itu adalah “bisul” yang menggerogoti bangsa. Membunuh rakyat secara perlahan. Inilah sebenar-benarnya kegentingan yang memaksa. Memaksa untuk dicarikan solusinya. Segera. Maka, ideologi Islam menawarkan obat untuk mengobati “bisul” ini.
.
Sebab, Islam punya sistem komprehensif yang menyembuhkan. Menyenangkan. Menentramkan. Menghilangkan segala penyakit masyarakat. Memecahkan bisul-bisul tak berguna. Mengapa? Karena Islam berasal dari wahyu Allah SWT. Dialah yang paling paham manusia ini sebaiknya diatur dengan aturan seperti apa.
.
Kita tahu, di dunia ini hanya ada tiga ideologi yang mengatur manusia: Islam, kapitalis dan komunis. Kapitalis dengan sistem hidupnya yang memisahkan agama dari kehidupan, cenderung liberal dalam mengatur hubungan masyarakat. Diterapkan di negara ini, juga mayoritas negara di dunia selama puluhan tahun; nyatanya hanya melahirkan penyakit-penyakit masyarakat seperti disebutkan di atas.
.
Sementara Komunis, yang dalam sejarahnya yang berlumuran darah, juga gagal total menjadi sistem yang mampu menyelesaikan problem-problem manusia. Bagaimanalah bisa jadi pegangan, sedangkan Tuhan Sang Pencipta saja tidak dijadikan rujukan. Padahal Dialah yang paling tahu hakikat manusia, problem dan solusinya.
.
Jadi, satu-satunya sistem hidup yang mampu memecahkan bisul-bisul derita rakyat hanyalah Islam. Sayangnya, justru pihak-pihak yang menyampaikan keagungan dan kebenaran Islam ini dianggap bisul-bisul yang membahayakan. Sampai-sampai harus dimatikan dengan jurus Perppu Ormas. Ini namanya bisul teriak bisul.(*)}Asri Supatmiati]

Post a Comment

0 Comments