Birokrat IAIN Kendari Persekusi Mahasiswa, Aliansi Mahasiswa Bersuara Menggelar Aksi

KENDARI - Setelah viralnya video ajakan mahasiswa untuk mengikuti aksi 299 dijakarta yang dipelopori oleh mahasiswa UHO dan bebarapa mahasiswa dari IAIN Kendari pada beberapa waktu silam, birokrasi kampus IAIN secara spontan memberikan hukuman kepada para mahasiswa yang masuk dalam pembuatan video viral tersebut tanpa alasan yang jelas, bahkan dinilai melanggar konstitusi negara.

Menyikapi hal tersebut puluhan mahasiswa IAIN Kendari yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersuara menggelar aksi damai di halaman pintu masuk gerbang kampus IAIN Kendari pada senin (9/10) 2017.

Selain menyikapi tindakan birokrasi kampus yang telah semena-mena terhadap mahasiswa, masa aksi juga mengecam tindakan Aksi DEMA Institute yang dilakukan pada selasa (3/10) 2017 silam.

Salah satu orator mengatakan behwa aksi yang dilakukan DEMA Institute telah menimbulkan perpecahan dikalangan civitas akademika IAIN Kendari. Selain itu, isi orasi yang disampaikan saat aksi DEMA Institut, dinilai telah mencela ajaran Islam yang mulia serta mengeluarkan kata-kata fitnah pada 2 lembaga kemahasiswaan sekaligus. "Aksi yang dilakukan DEMA Institute selain memfitnah 2 lembaga kemahasiswaan sekaligus, yang paling menyakitkan adalah mereka telah melakukan penghinaan atas ajaran Islam. " Ujar Hikmah Sanggala dalam orasisnya.

Aksi yang bertemakan #StopBungkamSuaraMahasiswa ini menyampaiakan tuntutan mereka melalui korlap Aksi, Fathul. Berikut tuntutan Aliansi Mahasiswa Bersuara.

* Mendesak DEMA Institut untuk melakukan klarifikasi ditengah civitas academy IAIN Kendari terhadap fitnah keji yang dilontarkan kepada 2 lembaga kemahasiswaan (LDK UPMI & KOPMA) dalam aksi beberapa waktu silam.

* Menuntut Birokrasi kampus IAIN Kendari untuk tidak terus melakukan tindakan persekusi / mencoba membungkam suara kritis mahasiswa dikarenakan konstitusi melindungi setiap masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang diatur dalam UU No. 9 tahun 1998.

* Menuntut pihak birokrasi kampus IAIN Kendari untuk mencabut kebijakan skorsing terhadap mahasiswa yang terlibat dalam video yang menyerukan aksi 299 dikarenakan pembuatan video tersebut adalah dalam.rangka menjalankan hak konstitusional yang dijamin UUD dan UU untuk menyatakan pendapat dimuka umum, tidak boleh dan tidak dapat dihalangi apalagi diintimidasi.

* Menolak Upaya pembekuan lembaga kemahasiswaan (LDK-UPMI & KOPMA AL-AMIN) dikarenakan tidak adanya kesalahan yang dilakukan lembaga kemahasiswaan tersebut dan tidak pernah melakukan tindakan diluar aturan yangvtelah ditetapkan oleh AD-ART KBM IAIN Kendari. [GAF/Red][Suara Pemuda Islam]

Post a Comment

0 Comments