Berusaha Melayakkan Diri Mendapatkan Pertolongan Allah dalam Mendidik Anak

Oleh : Teguh Turwanto/Guru Tsaqofah HSG SD Khoiru Ummah 41 Cimahi


Allah SWT berfirman: "Ya Tuhanku, berikanlah bagi kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami menjadi qurrota a'yun (penyejuk hati kami) dan jadilah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa". (Al Furqon 74).

Para ulama diantaranya Ibnu Abbas menuturkan bahwa yang dimaksud dengan qurrota a'yun adalah anak yang taat kepada Allah.

Tidak ada kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan memiliki anak yang sholeh, karena anak sholeh akan mengantarkan orangtuanya ke surga, apalagi jika anak-anak tersebut kelak menjadi pemimpin harapan umat, yang mana kesholehan mereka mampu mensolehkan umat sebagaimana ayat diatas "dan jadikanlah kami (beserta keturunan kami) pemimpin bagi orang yang bertakwa". Selain terkabulnya doa mereka untuk orang tua mereka yang sudah meninggal, besarnya pahala kesholehan dan kepemimpinan mereka tentu akan terus mengalir kepada orangtua mereka sebagai amal jariah (investasi akhirat) jika orangtua berhasil mendidik anak-anak mereka menjadi anak yang sholeh & pemimpin harapan umat.

Tidak semua orangtua berhasil mendidik anak-anak mereka. Mendidik anak adalah proses, adapun hasilnya Allah yang menentukan. Anak sholeh adalah hidayah dari Allah. Sehebat apapun orangtua mendidik anaknya, jika Allah tidak menghendaki anaknya sholeh maka anaknya tidak akan sholeh karena yang memberikan hidayah adalah Allah, bukan manusia sebagaimana Allah berfirman "maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya (Al Fathr 8).

Berhasil mendidik anak menjadi anak yang sholeh bahkan menjadi pemimpin harapan umat adalah bagian dari pertolongan Allah. Tidak semua orang mendapatkan pertolongan Allah khususnya dalam mendidik anak. Allah memberikan pertolongan kepada orang yang dikehendaki-Nya atau kepada orang yang dianggap layak oleh Allah untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Siapakah mereka?

Allah SWT berfirman: "Dan barangsiapa yang bertakwa kpd Allah maka Allah akan memberikannya jalan keluar dan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka". (At-Tholaq 2).

Memiliki anak yang sholeh adalah rezeki dari Allah. Imam An-Nawawi menjelaskan makna takwa yaitu mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Maka agar orangtua berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh, orangtua harus taat kepada Allah khususnya dalam mendidik anak, diantaranya:

•Bersungguh-sungguh dalam mendidik anak.

Mendidik anak adalah kewajiban orangtua, orangtua adalah pendidik pertama & utama bagi anaknya. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada pemberian yang lebih utama dari orangtua kepada anaknya selain pendidikan yang baik" (HR Al-Hakim).

Allah memerintahkan agar memelihara/menjaga keluarga  termasuk anaknya dari api neraka, sebagaimana Allah SWT berfirman "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". (At- Tahrim 6).

Allah SWT berfirman "Sebutlah nama Rob-Mu dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan". (Al-Muzzammil 99).
Mendidik anak adalah bagian dari ibadah karena makna ibadah adalah taat kepada Allah. Allah memerintahkan agar beribadah kepada Allah (diantaranya mendidik anak) dengan penuh ketekunan dan kesungguhan. Bersungguh-sungguh mempelajari konsep pendidikan Islam agar menjadi pendidik terbaik bagi anaknya. Masih minimnya orangtua yang menghadiri parenting di negeri ini menunjukkan bahwa minimnya orangtua muslim yang sungguh-sungguh mendidik anaknya. Kunci agar orangtua sungguh-sungguh mempelajari bagaimana mendidik anak diantaranya adalah haus ilmu atau merasa dirinya kurang dalam menguasai ilmu pendidikan anak.

Kemudian sungguh-sungguh juga dalam mengamalkan pendidikan anak. Kisah ibunda Imam Ahmad yang sungguh-sungguh mendidik anaknya sehingga menjadi ulama besar patut kita jadikan teladan. Imam Ahmad bercerita, “Ibundakulah yang telah menuntun diriku hinggal aku hafal al Qur’an ketika masih berusia sepuluh tahun. Dia selalu membangunkan aku jauh lebih awal sebelum waktu shalat subuh tiba, memanaskan air untukku karena cuaca di Baghdad sangat dingin, lalu memakaikan baju dan kami pun menunaikan shalat semampu kami.”
Usai menunaikan shalat malam, sang ibu pergi ke masjid dengan mengenakan cadar untuk menunaikan shalat shubuh bersama Imam Ahmad semenjak beliau masih berumur sepuluh tahun. Sejak pagi hingga tengah hari, Imam Ahmad terus diajari ilmu pengetahuan oleh sang ibundanya.

•Ikhlas dalam mendidik anak.

Allah SWT berfirman "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar mereka beribadah kepada Allah dengan ikhlas". (Al-baqoroh 5). Allah tidak akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang tidak ikhlas. Niat orangtua harus ikhlas dalam mendidik anak yaitu berharap agar mendapatkan kerihoan-Nya semata.

•Bersyukur kepada Allah.

Allah SWT berfirman "Jika kalian bersyukur maka Aku akan tambahkan keni'matan kepada mereka." (Ibrohim 7).

Memiliki anak yang sholeh adalah salah satu ni'mat yang Allah berikan.
Orangtua yang selalu bersyukur kepada Allah akan selalu fokos kepada kelebihan anak dan selalu mengapresiasikannya dengan tulus dan tidak fokus kepada kekurangan anak sehingga ia tidak mencela terhadap kekurangan anak, karena ia yakin bahwa Allah telah banyak memberikan kelebihan-kelebihan kepada anaknya sehingga ia tidak akan mengeluh atas setiap kekurangan anak. Hal itu juga akan berdampak positif kepada anak sehingga akan menambah rasa percaya dirinya.

•Sabar dalam mendidik anak.

Allah berfirman "Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar". (Albaqoroh 153).

Orang yang sabar adalah orang yang selalu taat kepada Allah walaupun berbagai macam kesulitan dialaminya. Mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh apalagi menjadi pemimpin umat bukanlah perkara yang mudah tapi bukanlah mustahil. Dibutuhkan kesabaran yang luar biasa.

•Istiqomah dalam mendidik anak.

Allah SWT berfirman "Sesungguhnya orang yang berkata Rob-kami adalah Allah kemudian istiqomah maka akan diturunkan kepadanya malaikat...". (Fushilat 30).

Dalam mendidik anak diperlukan keistiqomahan. Banyak orangtua yang awalnya bercita-cita anaknya sholeh, tidak khawatir terhadap persoalan materi karena baginya ia lebih khawatir jika anaknya tidak sholeh, kemudian karena pengaruh kehidupan saat ini yang materialistis, lambat laun timbul kekhawatiran yang berlebihan terhadap persoalan materi, kemudian mengubah arah pendidikan anaknya karena tidak istiqomah.

•Tawakkal dalam mendidik anak.

Allah SWT berfirman: "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)". (Al- Fathir 8).

Orangtua yang bertawakkal kepada Allah tidak lupa selalu berdoa kepada Allah beriringan dengan usaha yang ia lakukan agar apa yang ia harapkan dari anaknya benar-benar tercapai.

Mari terus melayyakkan diri agar mendapatkan pertolongan dalam mendidik anak. Semoga kita menjadi orang-orang yang layak mendapatkan pertolongan Allah sehingga kemudian kita bisa menangis bahagia melihat anak-anak kita menjadi orang yang luar biasa...Aamiin Ya Robbal 'aalamiin...[]

Post a Comment

0 Comments