Bersahabat dengan Mertua

RemajaIslamHebat.Com - Manusia tak hanya butuh teman. Ia butuh yang lebih dari itu.

Sahabat. Ia adalah teman istimewa dalam suka dan duka. Ia mau mengingatkan dikala kita alfa. Ia pun mau membenarkan ketika kita berada di jalan yang benar.

Bagi seorang istri suami adalah sahabat terbaiknya dalam mengarungi kehidupan. Suka duka, canda tawa, berbagai coba dan ujian mereka lalui bersama. Persahabatan yang agung ini akan abadi jika Allah menjadi sandaran.

Jika suami sudah bersedia menjadi sahabat seiya sekata dalam kebaikan, ia harus beralih menaklukkan hati lain. Ibu mertua. Ya, seorang ibu istimewa yang melahirkan, membesarkan, dan mendidik pasangan halalnya. Seorang ibu yang rela memberikan satu hatinya untuk wanita kedua.

"Mas, pilih aku atau ibu mas?" sebuah kalimat meluncur dari seorang istri yang buruk budi pekerti. Takkan ada kalimat ini pada seorang istri sholihah.

Seorang istri yang baik budi akan berusaha menjadi sahabat terbaik bagi mertuanya. Ia akan berusaha dengan segenap daya dan upaya untuk menaklukkan hati ibu suami tercinta.

Istri sebagai wanita kedua di hati suami akan menyadari posisinya. Ia pun akan belajar berbagi hati. Hati suaminya bukan hanya untuk dirinya.

Sebaik-baik perhiasan dunia ini akan belajar mengenal sang ibu lewat alunan kisah dari kekasih hatinya. Ia akan belajar banyak hal pada ibu suami. Entah dengan memasak bersama, jalan berdua ke pasar atau belanja, atau mungkin mengerjakan berbagai aktivitas rumah tangga bersama.

Menaklukkan hati mertua memang tak semudah menaklukkan hati sang kekasih. Tapi, tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak. Hadiah bisa diberikan untuk mengikat kasih. Doa untuk ibu kedua juga dilantunkan agar ia mau bersahabat dengannya. Pasti, semua akan indah pada waktunya.

#SarapanKata edisi esok "Cantikku Untukmu"

#KMOIndonesia

Sumber:

Fb: Choirin Fitri

Tulisan lain Choirin Fitri :

*Cantikku Hanya Untukmu*

Setiap wanita diciptakan Penciptanya dengan kecantikan yang khas. Satu wanita dengan lainnya memiliki kecantikan yang tidak sama. Ada yang lebih menonjol kecantikan wajahnya, rambutnya, tubuhnya, atau yang lainnya. Tapi, pada dasarnya semua wanita itu cantik.

Bukan kecantikan fisik semata yang mampu menentramkan keluarga. Bukan hanya kecantikan wajah yang membuat suami betah di rumah. Apalagi pandainya wanita bersolek juga tak menjamin kebahagiaab seorang suami.

Tengoklah para wanita cantik yang menjadi selebrita. Mereka cantik tapi berapa umur pernikahan mereka. Tak seberapa lama bukan?

Ada pula Cristina Onasis. Seorang wanita yang sangat rupawan. Berkali-kali ia menikah tapi kandas di tengah jalan. Akhir kehidupannya tragis. Ia bunuh diri.

Ada kecantikan lain yang menenangkan. Kecantikan akhlak. Kecantikan agama. Kecantikan pelayanan. Dan berbagai kecantikan lain yang membuat suami makin cinta.

Suatu saat Rasulullah pernah bersabda,"Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki adalah istri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang."

Inilah yang membuat bahagia seorang suami. Istri yang ketika dipandang membuat suaminya makin sayang. Ia mempersembahkan seluruh kecantikannya hanya untuk belahan jiwanya.

Jangan sampai terbalik. Ketika di rumah, dihadapan suami bau prengus. Ketika keluar rumah bersoleknya luar biasa. Padahal, bersolek untuk yang tak halal memandang malah membawa dosa. Sementara bersolek untuk pujaan hati membawa pahala berlimpah.

#SarapanKata edisi esok "Lelaki Pencemburu"

#KMOIndonesia

Post a Comment

0 Comments