Berani Bercita-cita yang Tinggi

Oleh : Norhilaliyah, S.Pd

DALAM sebuah kesempatan mendengar  perbincangan antar orang tua santri, ketika mengantar anak kembali ke pondok,, kebetulan pondok  tahfidz qur'an,, dan sebagaimana kita tahu, setiap sekolah pasti punya target-target pencapaian yang ingin d hasilkan,begitupun dengan pondok ini target  pencapaian yang  di inginkan  hafal al qur'an  30 juz.. Dalam bincang -bincang tersebut ada orang tua yang mengatakan " saya tidak ingin muluk muluk, terkait harapan kepada anak,, 1 juz saja yaitu juz 30 dari Al qur'an yang di hafalnya sudah alhamdulillah,, kasian anak-anak jika di paksakan" kata ibu tersebut.

Mungkin banyak orang tua yang bersikap seperti orang tua di atas, tidak berani BERCITA-CITA  dengan sesuatu yang tinggi dan mulia,padahal ketika orang tua yang ingin menjadikan anaknya  menjadi anak yang sholeh yang taat kepada Allah ,,harus di mulai dari orang tua.
Orang tua harus punya cita-cita yang  besar dan mulia.
Mengapa?

Allah SWT memerintahkan kita untuk memiliki cita cita yang tinggi

"Dan orang orang yang berkata :"ya Tuhan kami, anugerah kan kepada kami istri istri kami dan keturunan  kami sebagai penyenang hati, dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa" (TQS. al furqon :74).

Begitupun hadits Rasulullah SAW:
"Jika engkau meminta sorga, mintalah sorga firdaus, karena firdaus adalah sorga yang  paling tinggi."(Mutafaqqun  'Alaih)

"Sesungguhnya Allah  menyukai permasalahan yang tinggi  dan mulia, dan Allah membenci yang biasa-biasa. (HR thabrani no 2894).

Cita-cita yang tinggi ini lah yang kemudian akan melahirkan sikap dan perlakukan terhadap anak sesuai yang di inginkan,  karena anak yang sholeh tidak akan lahir dengan sendiri nya, tapi dia harus di bentuk, siapa yang membentuk?  jawabnya adalah tentu kita para orang tua. Maka untuk mencetak generasi yang sholeh harus di mulai dari orang tua yang memiliki cita cita dan berkomitmen untuk merealisasikan nya dalam kehidupan, dan tentu hukum-hukum syara juga memberikan tuntunan kepada kita untuk mewujudkan cita-cita tersebut tanpa ada kata memaksa terhadap anak, tinggal bagaimana kita mempelajari tuntunan syara tersebut agar tujuan pendidikan anak dalam islam terwujud, yaitu menjadi hamba yang sholeh.

Pesan untuk kita semua, jangan takut BERCITA-CITA yang tinggi dan mulia, karena cita-cita ini yang akan memacu semangat kita untuk menjalani proses yang terbaik,, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT.

Wallahu 'alam [@mps_id]

Post a Comment

0 Comments