Bahaya Laten Komunis

Berita :
Tegas! Amien Rais: PKI Sama dengan Kebiadaban!

Mantan ketua MPR Amien Rais mengatakan bahwa komunisme itu Kongruen, sama dan sebanding dengan kebiadaban. Dimana ada rezim komunis berkuasa di suatu negara, maka pemimpin tidak akan segan-segan melakukan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri.

Komunis sama dan sebangun dengan kebiadaban. Rezim komunis semua membunuh," katanya saat menjadi pembicara diskusi dan nonton bareng film G30S PKI di Masjid Diponegoro, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (30/9/2017).

Ia menyampaikan angka Iosef Dyadkin (publikasi Samizdat), peneliti sejarah Rusia yang menemukan angka 52,1 juta rakyat Rusia yang dibantai rezim Marxis, lalu Anthony Lutz yang mencatat 60 juta rakyat Cina yang dihabisi pemerintahnya, berjumlah 112, 1 juta orang.

"Pola komunisme PKI pimpinan Aidit, juga sama. Wajar saja, terlebih pengetahuan Aidit tentang komunisme memang ecek-ecek, jauh dari Soekarno. Paham yang salah dijalankan oleh orang yang ecek-ecek," sentilnya.

Amien mengaku PKI secara organisasi di Indonesia memang tidak ada. Namun penganut paham komunis ada di hampir semua lembaga negara dan pemerintahan serta non government organization atau lembaga swada masyarakat.

"Sekarang itu PKI bukan seperti dulu, kurus dan bersendal jepit. Tapi berjas dan berdasi. Ada yang di militer, mungkin ada yang jadi menteri atau di atasnya," tandasnya.

Para audien yang ada menyambut tawa celoteh tokoh reformasi ini. Ia juga tersenyum dengan apa yang disampaikan. Selanjutanya, dia membeberkan partai komunis di negeri orang.

"Siapa bilang sistem partai tidak ada, apakah komunisme benar-benar mati ? Di china ada PKC, Rusia dan sebagainya," katanya.

Jadi, kata Amien, tidak mustahil PKI akan bangkit lagi, karena memang saat ini neo PKI itu tidak terlihat tapi nyata adanya.

Sementara Brigjen (Purn) Adhitya Warman Thaha menyayangkan ada yang memandang sejarah G 30 S PKI tidak objektif karena kebanyakan ditulis jenderal-jenderal dari TNI. Menurutnya, tudingan itu tidak benar.

"Rakyat Indonesia dimasa itu pasti menyaksikan juga, betapa PKI memang kejam. TNI menuliskan laporan dan fakta-fakta dari masyarakat juga," katanya.

Meski demikian, Adhitya juga menilai tidak sepenuhnya sejarah yang ditulis pada masa Orde Baru itu benar. Menurutnya, lahirnya dwi fungsi ABRI kala itu memang sesuatu yang dipaksakan oleh Soeharto, Presiden ke 2 RI.

"Saya ketemu Jenderal Nasution, beliau sempat menanyakan kok ada dwi fungsi ? Padahal sebelumnya beliau menginginkan kekaryaan, dan disetujui Pak Harto," katanya.

Jadi, kata dia, ABRI -sekarang TNI- bertindak kalau ada masalah, setelah masalah selesai kembali ke barak. Tapi ternyata di balik dwi fungsi itu ada Jenderal Darsono, Pangdam Siliwangi yang berpikiran Sosialis.

Kembali ke soal komunisme, versi sejarah yang ada menunjukkan adanya kekejaman pegiat PKI tidak bisa dibantah. Jadi, tidak perlu dipersoalkan soal sejarah.

Saat ini, komunis gaya baru memang ada. Celakanya, ada indikasi komunis dalam struktur negara. Menyikapi dengan revolusi fisik bukan solusi yang tepat karena resikonya rakyat yang menjadi korban.

Banyak kalangan dan para tokoh lebih condong dengan cara konstitusional, yaitu agar dalam Pilpres 2019 mendatang memilih pemimpin yang mencintai bangsa dan negara Indonesia. Tentunya, pemimpin yang benar-benar mampu mengamalkan Pancasila bukan hanya sekedar slogan semata.

"Jadi benar apa yang disampaikan Pak Amin, komunisme memang kejam dan tidak layak ada di Indonesia," tandasnya. (sym)

Sumber : https://news.okezone.com/read/2017/09/30/510/1786383/tegas-amien-rais-pki-sama-dengan-kebiadaban?utm_source=news_bt

Komentar Islami :

Berdasarkan sejarah awal kelahiran komunis adalah koreksi terhadap faham kapitalisme di awal abad 19, komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan berdasarkan pada teori Materialisme Dialetika dan Materialisme Historis.

Inilah komunis, tidak bersandar pada kepercayaan agama, karena agama menurut mereka adalah candu yang meracuni masyarakat dan menghambat pekerjaan.

Metode penerapan hukumnya (red : komunis) mutlak melalui kewenangan negara dengan menggunakan "tangan besi". Maka wajar ketika rakyatnya bertentangan dengan rezim komunis, mereka akan dibunuh. Disinilah bahayanya komunis.

Komunis jelas bertentangan dengan kehidupan seorang Muslim. Maka dari itu hendaknya setiap muslim maupun negara dalam menjalankan seluruh aktivitasnya menyesuaikan diri dengan perintah dan larangan Allah.

Karena Islam agama yang sempurna. Sebagaimana firman Allah: "Allah SWT berfirman:

"... Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu..."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 3)

Sistem Kehidupan Komunis trlah terbukti cacat, tercela serta memiliki bahaya laten yang tentu tidak pantas untuk diadopsi, namun harus dibuang dan dicampakkan.

Sedangkan Islam telah terbukti mampu menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan. Dan ketika Islam tegak dalam Sistem Khilafah dengan penerapan Syariah-Nya secara menyeluruh Kaaffah (menyeluruh), maka akan lahir sebuah peradaban yang tinggi dan luhur.

Karena itu sistem Islam inilah yang harus kita wujudkan kembali untuk mengatur kehidupan dunia. AllahuAkbar!!!

WaAllahu a'lam

Ditulis oleh : Ummu Salwa

Post a Comment

0 Comments