As Sunnah

Oleh: Ismariah, S.Hut

Beberapa waktu sebelumnya sempat ramai di media sosial tentang istilah sunnah. Ada ustadz yang diberi gelar ustadz sunnah, ada juga istilah malam sunnah Rasul, nyunah, dan banyak lagi istilah sunnah yang digunakan. Bagaimana sesungguhnya makna dari sunnah, apakah sama dengan as sunnah? Ternyata sunnah dan as sunnah adalah dua istilah yang berbeda. Berikut ini akan saya uraikan perbedaannya.

As sunnah menurut bahasa artinya adalah “jalan yang ditempuh”. Sedangkan menurut pengertian syara’, as sunnah kadang-kadang digunakan untuk menyebut suatu amalan nafilah yang kita terima dari Nabi SAW melalui suatu riwayat. Misalnya bilangan rakaat dalam shalat sunnah. Amalan ini disebut dengan istilah sunnah bukan fardhu. Ibadah sunnah, jika dikerjakan akan mendapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa. Namun as sunnah juga bisa dimaknai sebagai segala sesuatu yang datang dari Rasul SAW baik berupa perkataan, perbuatan maupun diamnya atau persetujuan Rasul SAW. Termasuk kedalam as sunnah adalah hadits-hadits mauquf yang datang dari para sahabat. Mereka hidup bersama-sama Rasulullah SAW, mereka mendengar dan menyaksikan sendiri gerak-gerik beliau, kemudian mereka berbicara berdasarkan apa yang telah mereka lihat ataupun yang telah mereka dengar. Jadi as sunnah adalah termasuk dalam salah satu sumber hukum syara’.  Hadits dianggap sebagai nash syara’ karena Allah berfirman dalam Al Quran surah al Hasyr [59]: 7 yang artinya:

“Apa yang diberikan Rasul padamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”.

Juga dalam Al Quran surah an Najm [53]: 3-4, yang artinya:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”.

Banyak ayat-ayat yang datang secara global lalu dirinci oleh hadits. Seperti perkara shalat yang ayatnya datang secara umum, maka perbuatan Rasul merupakan perbuatan yang dapat menjelaskan tentang waktu-waktu maupun tata caranya. Begitu pula halnya yang datang dalam al Quran dalam bentuk global, dengan banyak hukum lain kemudian beliau datang menafsirkannya. Allah SWT  berfirman yang artinya:

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka”. (TQS. An Nahl [16]: 44).

Maka jika ada yang masih selalu bertanya, emang Rasul pernah bilang seperti itu? berarti dia belum paham bahwa dalil as sunnah itu bukan hanya perkataan Rasul SAW tapi juga perbuatan dan persetujuan beliau terhadap sesuatu. Jadi gantilah pertanyaannya, apakah ada dalil sunnahnya dari Rasulullah SAW? Sehingga bisa dijawab, Rasul tidak mengatakannya, tapi Rasul mencontohkan dengan perbuatan. Karena bisa saja Rasul tidak mengatakannya tapi langsung mencontohkan dengan perbuatan.
Wallahu a’lam bish  shawab. (@mps_id)

Post a Comment

0 Comments