Arti Penting Kesehatan dalam Islam

Oleh: dr. Indrawati M.Kes, SpGK

ISLAM telah menggagas bahwa kesehatan sangat penting bagi kehidupan. Lima belas abad yang lalu jauh sebalum Deklarasi Jenewa tentang kesehatan ditandatangani, melalui lisannya yang mulia, baginda Rasulullah SAW telah bersabda, “ Siapa saja di antara kalian yang berada di pagi hari sehat badannya; aman jiwanya, jalan dan rumahnya; dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan dia telah diberi dunia seisinya”. (HR Al bukhari dalam Adab al-Mufrad, Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Pada hadist di atas tampak bahwa Islam memandang kesehatan yang disetarakan dengan kebutuhan pokok lainnya.  Secara rasional pandangan ini sangat mudah dibenarkan. Karena pada faktanya, siapa saja harus sehat agar bisa melaksanakan  aktivitas secara normal, baik penguasa maupun rakyat jelata, si kaya maupun si papa, anak-anak maupun orang dewasa. Hal ini persis sebagaimana halnya semua orang membutuhkan sandang, pangan dan papan  agar dapat melakkan berbagai aktivitas kehidupan.
Jika berbagai aktivitas kehidupan itu dikaitkan dengan tujuan manusia datang ke dunia ini, sebagaimana firman Allah  SWT dalam QS 51 :56 yang artinya
“ Dan tidaklah Aku menciptkan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”,

Maka makan penting kesehatan bagi seorang muslim bukanlah sebatas memperoleh manfaat keduniaan, seperti kecantikan, kebugaran, bebas dari derita sakit, atau eningkatan produktivitas kerja. Akan tetapi lebih tinggi dari itu, yaitu agar mampu beraktivitas dalam menjalankan berbagai perintah dan seruan sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT dalam semua aktivitas kehidupannya. Adapun berbagai manfaat keduniaan yang sebelumnya disebutkan adalah suatu keniscayaan yang akan diperoleh sebagaimana janji Allah dalam firman-Nya di QS 21 : 107, yang Artinya

“ Dan tidaklah Kami mengutus kamu , melainkan untuk (menjadi ) rahmat bagi semesta Alam ”.

Dengan demikian, Islam tidak saja memandang kesehatan sebagai kebutuhan, namun juga menegaskan  pentingnya kesehatan dalam upaya manusia menjalankan fungsi penghambaan sebagai aktivitas kehidupaannya yang utama. Impikasi selanjutnya, status kesehatan masyarakat terkait erat dengan keberadaan Islam dalam kehidupan.

Dlam konteks inilah, seharusnya sabda Rasulullah SAW berikut ini kita pahami “Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dari mukmin yang lemah.” (HR. Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad). 

“ Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah dari pada mukmin yang lemah” (HR. Muslim). Dan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Mintalah oeh kalian kepada Allah ampunan dan kesehatan.

Sesungguhnya setelah keimanan, tidak ada nikmat yang lebih baik yang diberikan pada seseorang selain nikmat sehat,” (HR. Hakim). 
Wallahu ‘alam bishowwab. [mps.id]

Post a Comment

0 Comments