Anak Bisa Menggiring Kita ke Tempat Terindah Sekaligus Menyeret Kita Tempat yang Hina

RemajaIslamHebat.Com - Anak adalah investasi orang tua bukan hanya di dunia tapi sampai ke kampung akhirat nun jauuuuuuuuh di sana, tempat abadi nan kekal yang sesungguhnya.

Adakah kita sudah menanamkan benih-benih kesholehan pada makhluk berupa anak yang dititipkan Allah pada kita?

Bibit-bibit yang kita semai,  kelak akan kita panen. Jika kita menyemai tentang keindahan dunia maka kita juga memanennya hanya sebatas sampai dunia. Jika kita menyemai tentang alam akhirat maka otomatis dunia akan include, PASTI !!!

Secara medis perempuan diberi kelebihan mempunyai uterus (rahim) sehingga dapat mengandung sampai aterm (cukup bulan) lalu melahirkan anak.

Allah tentu tidak lupa untuk melengkapi perempuan berbagai aplikasi dan fitur tubuh yg memang dirancang untuk perlindungan dan pemenuhan kebutuhan sang anak.

Bahkan hal yang secara kasat mata dianggap remeh temeh oleh indera kita justru manfaatnya sangat besar.

Contoh sederhana saat proses IMD (Inisiasi Menyusu Dini) bayi yang berjuang meraih sumber kehidupan akan ''mendaki'' mulai dari abdomen (perut) sampai ke payudara ibu.

Nah dalam proses pendakian ini bayi akan menelan bakteri baik dari kulit ibu yang berkeringat.

Bakteri baik yang berada di kulit ibu turut berperan dalam membantu fungsi imunitas bayi, tentunya selain imun yg memang diperoleh dari ibu secara alami saat dalam rahim dan colostrum (Asi perdana yg cairannya kekuning2an ).

Bakteri baik dari kulit ibu kemudian akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindugan diri.

Koloni bakteri baik ini  membantu menigkatkan kekebalan tubuh bayi, Subehannallah

Luar biasa bukan????

**Note**
(Akronim dari IMD kadang sebagian orang keliru menafsirkan dengan menyebutnya Inisiasi Menyusu-i- Dini) padahal yg benar adalah

Inisiasi Menyusu Dini.

Menyusu dan menyusui adalah 2 hal yang berbeda. Menyusu adalah bayi yang proaktif dan berusaha mencapai puting susu ibu pada proses IMD.

Sedangkan menyusui adalah ibu yang menjadi pelaku utama dalam menyusui bayinya. Misalnya ibu duduk atau berbaring sambil menyusui bayinya.

Well....

Ketika kita memilih menjadi ibu rumah tangga (full time mom) demi anak, tapi saat ada di dekat anak tidak menghasilkan apapun, hanya sekedar menemani anak secara fisik dan ragawi, atau antar jemput sekolah tiap hari.

Lalu tanggung jawab memberikan pendidikan mengaji ''dioutsourcingkan'' ke ustad/ ustadzah,

penanaman value - value kehidupan diabaikan,

tidak menemani anak bermain,

tidak menstimulasi anak, serta tidak menyediakan waktu membaca buku dan bercerita

Maka ibu seperti ini layak disebut ibu yang melahirkan anak tapi TIDAK mendidik anaknya.

Seperti yang mafhum kita ketahui  bahwa Ibu adalah jantung edukasi dan sumber mata air ilmu bagi anak sejak intra uterin (dalam rahim) sampai ekstra uterin (di luar rahim).

Ibu adalah ''super hero'' dalam segala hal, termasuk imajinasi positif rohani keagamaan. Disinilah peran ibu sebagai role model.

Saat kita berhasil menjadi role model yg baik bagi anak, maka saat itulah predikat Surga ada di telapak kaki kita insya Allah sudah kita sandang. Aamiin.

Mari mencetak generasi yang bisa menggandeng tangan kita menyusuri lorong-lorong JannahNya.

#30DWC9Day13

**Nurb@y@ Tanpa Siti

Penulis : Nur Baya

Post a Comment

0 Comments