Aduhhh!!! Negeriku Gaduh!!

RemajaIslamHebat.Com - Lupa kapan persisnya para elit rezim ini menabuh genderang kegaduhan. Beberapa kegaduhan yang masih melekat di memori rakyat Indonesia antara lain tentang mama minta pulsa di kantor POLISI !!!

Eh ralat... 

''Papa Setnov minta saham'', lalu si papah begitu kesatria dan gantle menjaga marwah mahkamah kehormatan dewan dengan memutuskan mengambil ''cuti'' (katanya sih mengundurkan diri). 
Eh tapi kok jadi ketua lagi yah , 
Tak berselang lama .....

Eh kesandung lagi pemirsa sebagai tersangka megakorupsi E-KTP. Tapi ajaibnya sekarang ia terbebas dari label tersangka.
Weleh weleeehhh.

Lalu berikutnya harga cabai yg meroket sampai ke bulan ---> solusi dari bapak presiden sih  nanam sendiri jendral klo gak sanggup beli!!

Belum lagi drama bom panci yang luar biNasa membinasakan, notabene kata pak POLISI daya ledaknya mengalahkan bom-bom yang dirakit secara professional. Ulalaaaaa..

Masih terlalu banyak grasak grusuk di negeri ini yang sarat konflik kepentingan. Nah, pernah juga booming binti hiperviral sinetron beras maknyuss dan harga garam yg bikin geram.

Permisi numpang curhat dikit boleh yaaaahhhh...

Dahulu kala keren sekali gaya akrobat blusukan bapak, merakyat, bersahaja dan berkawan karib dengan wong cilik serta berbaur ala-ala ndeso gimanaaaa gitu.

Tak ketinggalan kulahap literatur-literatur yang menyajikan tentang bapak, entah itu profil kepemimpinan bapak sewaktu jadi walikota, biografi, dan apapun ulasan tentang bapak selalu ada candu untuk kunikmati.

Dannnn tadaaaaa.... 

Ternyata buuaanyaaaakkk sekali reward / penghargaan-penghargaan bapak, mulai dari skala provinsi (regional), nasional saaaampai tingkat internasional. Kagum tingkat langit ke 7 sayaHHH, maka makin ''klepek2lah'' hati ini untuk menjagokan bapak .

Pokoke pesona bapak bermukim di hati banget deh, kayaaaakkk kohesi adesi gitu dalam pelajaran fisika waktu SMP dulu.

Bapak begitu dielu-elukan secara sporadis bin masif, baik dari kalangan media, politisi, petinggi negara, pejabat daerah, tokoh masyarakat sampai pada tataran orang paling awam.

Stigma tentang bapak begitu perfect, sedikitpun tak nampak tuna /cacat sosial. Hal inilah yg kemudian melahirkan golden opportunity pada bapak untuk menjadi 01 di republik ini. (Padahal absurd banget yh klo ada orang yg tak ada cela sama sekali dalam ragawi dan hidupnya? ).

Building relation lalu kemudian terbangun begitu kokoh, dengan menjamurnya orang-orang menjadi tim sukses/sukarelawan bapak, benar-benar suka dan rela tanpa pamrih lho yah. Itu semata2 karena kami menitipkan esteem begitu tinggi pada bapak.

Ah kala itu perjalanan saya naik angkot selalu menyenangkan karena pembahasan di atas angkot tentang bapak melulu, tiap hari bapak jadi buah bibir, yaaahh buah bibir dimana2. Sumpah, tak pernah corong telingaku di dera rasa bosan mendengar nama bapak disebut berkali-kali melebihi dosis minum obat 3 x 1 sehari.

Terbangun ''bonding attachment'' antara bapak supir dengan penumpang. Penumpang satu sama lain mendadak akrab ngobrol di atas angkot. 

Karena kenapa?

Karena kami merasa sama-sama memiliki bapak, yaaahhh idola sama, junjungan sama, seia sekata, seirama, dan sepakat menomor 1 kan bapak untuk menampuk kepemimpinan di bumi pertiwi tercinta ini.

Malah saking over dosisnya kehebohan kami, kami ganti-gantian tak mau kalah mengabsen kebaikan-kebaikan dan prestasi bapak. Tak sabar rasanya segera memandat bapak untuk jadi presiden kesayangan.

Masih tentang duluuuu..

Dulu aku sangat mencintaimu, dulu kau segalanya bagiku, memang dulu tak ada yang menggantikanmu, tapi itu dulu sebelum ku terluka
(Lagu mbak Ashanty mewakili banget neehh)

Dulu waktu bapak masih kandidat calon presiden?  wiiiisshhh bapak selalu jadi hot news lho, melebihi artis dangdut segala goyangan pak.

Bapak digadang-gadang bakal jadi presiden yang mensejahterakan kami lahir batin,  dari ujung kuku kaki sampai ujung kutila rambut. Kami merasa inilah saatnya superhero menjelma menjadi nyata tanpa fatamorgana.

Taaapiiiii...

Kami tak ubahnya seperti seorang gadis yang di PDKT oleh lelaki yang casingnya nampak begitu sholeh. Berkopiah nan berbaju koko, rutin mengingatkan sholat by WA, tak pernah alpa BBM untuk bermunajat di sepertiga malam, SMS begitu perhatian mengingatkan makan 3x sehari plus klo lagi sakit obatnya diminum sekalian yaahh.

Tak lupa juga dia rutin mengabarkan si dia ta'lim dimana2. Senantiasa mengirimkan LINE nasehat dan petuah2,  tapi rasanya kok line line yah???? 

Lalu...

Dipinanglah saya dengan sebongkah kampanye rayuan boombastis yang melenakan.

Tanpa ba bi bu be bo kuterima dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat2nya pinangan ''lelaki sholeh'' itu.

Tapi apa yang kemudian terjadi pasca ijab kabul?????

Ternyata dia bukan lelaki sholeh seperti yang kudamba. Dia tak ubahnya lelaki salah yang kehadirannya sama sekali tdk kuharapkan.

Mengapa kau lupakan, janji yg kau berikan janji yg kuharapkan siang kunantikan dan malam aku impikan, mengapa kau lupakaaaaannnnnn... (kalo yang ini gak tau lagu sapa)

Menyesal saya bersanding dengannya setelah pesta besar dihelat.

Wahai rakyat Indonesaia, adakah engkau merasa sakinah mawaddah warahmah setelah ''ijab kabul'' (dibilik suara) tahun 2014 silam? Hiks hiks hiks .

Sekedar membangunkan memori napak tilas beberapa tahun silam pak . Karena tak sedikitpun kami tersentil bahwa ternyata ada ''Parto'' dibalik layar OVJ .

Bapak presidenku yang terhormat

Tak merasa pekakkah telinga bapak mendengar kegaduhan negeri ini?

Tak butuhka mata bapak diajak ''piknik'' ke optik terbaik? Indera bapak tidak rabun melensa kegaduhan ini kan?

Oia masih baguskah nafsu makan bapak dengan hingar bingar kegaduhan yg tak kunjung finish? Patah 1 kegaduhan,  tumbuh 1000 kegaduhan yg lain. Susul menyusul bak lari maraton. Sambung menyambung seperti iklan p*pa. Lalu ''bocor bocor'' seperti iklan cat t*mbok.

Oia perlu bapak tau bahwa rasa tak pernah bohong seperti kata iklan kecap b*n** dan mi* sedaaapp. Begitupun kami rakyatmu, perasaan kami tak bisa berbohong klo kami sedang dizolimi.

1 hal lagi, masih nyenyakkah tidur bapak di malam hari? Adakah bapak seperti khalifah umar,  memikirkan rakyatnya sebelum bobok syantippp?? Bisakah diadopsi kepemimpinan khalifah Umar dalam mengayomi rakyatnya? 

Adakah pundak bapak kuat memikul beban ratusan juta rakyat Indonesia? Apakah LPJ kepemimpinan bapak sudah siap diajukan pd peradilan Allah kelak?

Oia, tidakkah bapak merasa kinerja bapak ''jompo'' sebelum waktunya??

Btw, adek saya bertanya nih pak,
Bapak kok katanya doyan banget ngutang? utangnya beranak pinak pula.

Macam mana kami sanggup patungan memikul utang segitu banyaknya pak, ato mbok yahhhh tak saranin ikut mikrofon pelunas utang di Indosawer aja kali yah.. Lha klo utang yg segitu geddddddeeeeee bisa dilunasin??? Pingsan saya saking takjubnya hehehe.

Mmmmmmm...

Tahukah bapak  kalo sekarang terjadi wabah?
Wabah ''Pudarnya Pesona Paman Owi''???  Anjloooookkkkkk terjun bebas dari langit ke 7 pak.

Dengan berat hati meskipun saya bukan siapa-siapa, saya tak akan memilih bapak lagi, dan meskipun saya bukan siapa2 tapi dalam pemilu, hak pilih saya persis dengan para petinggi-petinggi negara, koruptor, pejabat, dan perampok uang rakyat lainnya.

Tak ada istilah bahwa (misal) dia seorang S*tia Numpang Anto dgn harta yg bejibun tajir melintir dari hasil ''pretelin kebijakan'', memiliki 5 kartu pemilu untuk dicoblos dibilik suara kan. Sepanjang yang saya tau kami sama-sama memiliki 1 hak suara ,  ya kan yaaaaa.

Nasib rakyat Indonesia berada di ujung lidah bapak dan di ujung pena bapak tatkala membubuhkan signature hitam di atas putih dalam pengambilan keputusan.

Sooooo....

Sampai kapan kami tergadai oleh oknum-oknum pejabat teman bapak yang tak pernah merasa sudah jadi konglemerat?  Heran aja, kok oknum-oknum itu merasa melarat mulu yah...slogan nawacitapun hanya menjadi duka cita.

Pesan penutup, sekedar informasi bahwa sekarang bapak  masih jadi buah bibir dan hot news koq, tapi sayangnya amat sangat kontradiktif dengan kisah kasih kita di 3 tahun silam. Maafkan saya yg hanya bisa bungkam tatkala bapak dihujat sana sini..  Hus hus husss shannaaa (Usir manja ala Inces)

#Ketika perempuan lebih memilih produk citra daripada pencitraan.

#30DWC9Day12

**Nurb@y@ Tanpa Siti

Penulis : Nur Baya

Sumber:

Fb: Nur Baya

Post a Comment

0 Comments