Yang Memperburuk Citra Islam : Ngeyelisme Kaum Pembuat & Pecinta 'Hoax' Islami

Oleh : Fissilmi Hamida (@fissilmihamida)

Apa kabar semua? Sudahkah menyebarkan berita hoax hari ini?
____________________

"Astaghfirullah, Ya Allah. Dihimbau kepada umat muslim untuk tidak bermain Pokemon Go lagi karena Pokemon Go ternyata berasal dari bahasa Ibrani yang artinya 'Aku Yahudi'. Sebarkan! Viralkan! (nggak sekalian bikin berita kurungan ayam adalah konspirasi Yahudi? Kan anyaman kurungan ayam  yang dari bambu itu berbentuk bintang segi 6, persis lambang Yahudi )

Familiar dengan ini? Atau yang ini :

"Ya Allah, innalillah. Konspirasi keji! Australia sengaja menyilangkan babi dengan sapi dan dagingnya nanti akan dikirim ke Indonesia untuk merusak generasi muslim. Waspadalah! Waspadalah!

Pernah dengar yang ini juga kan?

"Subhanallah, Allahu Akbar!! Suara adzan terdengar dari sebuah masjid  di London yang dipaksa tutup. Inilah bukti kekuasaan Allah. Padahal masjid tersebut kosong dan tidak ada listrik. Inilah bukti kebenaran Islam! (sambil memperlihatkan video adzan dari sebuah masjid).

Sering, kan lihat yang begini? Berita-berita hoax 'islami"? Atau malah ikut jadi penyebar berita hoax super ngawur ini?  Seolah terlihat ingin membela Islam, namun sejatinya tengah merusak Islam, memperburuk citra Islam.
________________________

PADAHAL :

Pokemon go hanyalah sebuah game dan pokemon merupakan singkatan dari Pocket Monster. Awas saja ya kalau ada yang berani membuat berita hoax "Jangan makan Gudeg karena ternyata Gudeg berasal dari bahasa Albania yang berarti aku yahudi".

Padahal, yang diclaim sebagai hasil persilangan babi dan sapi adalah sapi Belgian blue : sapi asal Belgia yang memang bentuknya kekar, tidak seperti sapi pada umumnya. Coba saja googling untuk melihatnya. Duh, nggak sekalian bikin hoax persilangan babi dan manusia yang menghasilkan princess cantik bak Cinderella?

Dan saat diingatkan, si penyebar kekeuh: "Kabar ini langsung dari waliyullah habib.... bin.. Kamu masih tidak percaya? Muslim macam apa kamu yang lebih percaya berita media barat daripada kalam seorang waliyulah?" #ngunyahaspal

Padahal, video tersebut adalah video adzan dari sebuah masjid di pinggiran kota Stockholm Swedia. Adzan yang dikumandangkan setelah akhirnya masjid tersebut  mendapatkan izin untuk mengumandangkan adzan shalat Jum'at. Bukan adzan misterius yang diklaim sebagai keajaiban karena berkumandang dari masjid yang katanya kosong dan tidak ada listrik. Berita ini dilansir oleh Dailymotion.com pada Juni 2013 dengan headline : 'Swedish Mosque Gets Azan Permission For First Time in History.' Parahnya, banyak yang tidak percaya ketika diingatkan dan as usual, mereka berdalih dengan alasan klasik khas mereka : "Kamu mengaku  muslim. Tapi tidak mengakui kebesaran Islam". Hiks hiks #nyobeknyobekdaster

Dan masih banyak hoax lainnya. Yang membuat harus mengelus dada adalah banyak dari kaum cendekia alias berpendidikan tinggi yang turut serta menjadi jamaah fanatik kaum pecinta dan pembuat hoax "islami" ini :(
______________________

Jadi ingat saat aku mengingatkan salah satu pembuat berita hoax tentang asal muassal kata bath (mandi) dalam bahasa Inggris. Niat baik mengingatkan yang berujung pada fitnah dan tuduhan keji. Yang membuatku sempat terpancing emosi dan berujung pada pemblokiran akun si pembuat hoax 'islami'. (Semoga Allah mengampuni emosiku kala itu).

Pernah lihat, kan, berita hoax mengenai asal kata "bath" yang diclaim berasal dari Islam karena diambil dari nama seorang muslim bernama Muhammad Bats dengan mengupload foto ilustrasi sebuah bangunan bertuliskan 'Mahomed's Baths'? Atau kalian ikut mempercayai dan menyebarkannya? Hayo ngaku

Well, saat itu ada seseorang yang diclaim oleh para pendukungnya sebagai ahli sejarah Islam yang mengupload hoax ini. Aku mencoba meluruskan. Yang benar adalah, muslim yang disebutnya sebagai Muhammad Bats adalah seorang Muslim India bernama "Sake Deen Mahomed" (Syaikhuddin Muhammad). Ia berkeliling dunia sambil memperkenalkan "The Indian Medicated Vapour Bath" atau spa untuk kesehatan ala India. Ia kemudian mendirikan sebuah tempat pemandian di kota Brighton Inggris yang diberi nama " MAHOMED'S BATHS" yang artinya "Tempat pemandian milik Mahomed". Jadi bukan artinya nama orang ini adalah Muhammad Bats. Nah kan. Dari sini saja sudah fatal salahnya (ssst.... bath dan bats padahal jelas beda, loh. Bats : kelelawar, bath : mandi. Nah loh. Mau bikin hoax mandi atau hoax kelelawar sih sebenernya? ).

http://www.bl.uk/learning/langlit/texts/empire/india/baths/brighton.html

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Sake_Dean_Mahomed

Si pembuat berita hoax ini kekeuh dengan pendiriannya dengan mengaku bahwa sumber yang ia dapat adalah sumber valid yang berasal dari sebuah teks berbahasa Arab yang ia terjemahkan. Bahkan ybs menantang untuk menerjemahkan bahasa Arab tersebut. Setelah aku lihat.... ya ampun, antara ingin tertawa, kesel, gemes, bercampur jadi satu. Karena ternyata yang disebutnya sebagai teks sejarah berbahasa arab hanyalah chat whatsapp seseorang di sebuah group Whatsapp yang menggunakan bahasa Arab. Hanyalah chat dari orang lain yang juga menyebarkan hoax, namun dengan bahasa Arab

Kalau begini mah aku juga bisa. Aku chat saja di sebuah group memakai bahasa Arab : " Subhanallah, ternyata nama Harvard University itu berasal dari nama seorang muslim yang berkelana ke Amerika. Namanya Abdul Harvard" lalu chatku diterjemahkan dan disebarluaskan karena diclaim sebagai teks sejarah berbahasa Arab

Mirisnya, banyak yang serta merta mempercayai berita ngawur ini. Bahkan kemudian berimbas pada fitnah dan tuduhan keji yang dialamatkan padaku :

Dihujat sebagai orang yang sombong karena aku mengatakan aku adalah mahasiswa S2 jurusan TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) di salah satu universitas di Inggris. Padahal aku mengatakan itu untuk menjawab para pencinta hoax Islami yang merendahkan dengan dalih : "Halah! Tahu apa kamu soal Bahasa Inggris? Sok tahu tentang asal muassal kata Bath!", "Paling juga Bahasa Inggrisnya hasil google translate", dan hinaan lainnya. Padahal itu semata mata untuk memberitahu mereka bahwa meski tak banyak, namun sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, aku punya sedikit ilmu etymology (the origin of words).

Tidak cukup sampai disitu, aku juga difitnah sebagai sosok liberal yang menuhankan barat, yang lebih mencintai sejarah Britania Raya dari pada sejarah Islam. Duh aduuuh.... ada emoticon untuk menggambarkan ekspresi miris, sedih, kesel, sama gemes nggak sih?
_________________________

Padahal justru karena aku begitu mencintai Islam, maka aku mencoba meluruskan. Sebab aku sangat tidak rela nama Islam dibawa-bawa serta untuk hoax murahan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Sebab aku tak sudi Islam yang begitu kujunjung tinggi direndahkan dengan cara seperti ini, dan sebab aku tak tahan lagi melihat banyaknya saudara muslim yang sudah menjadi anggota garis keras kaum pecinta hoax Islami dan cocokologi

So please, guys. Berhati-hatilah menyebar berita seperti ini. Googling, telusuri, cari tahu kebenarannya. Jangan setiap melihat caption : "Subhanallah, allahu akbar, ternyata....." lalu gatal ingin segera menyebar luaskan. Padahal berita itu belum tentu benar. Bukankah Islam juga mengajarkan kita untuk bertabayyun alias mencari meneliti dahulu saat kita menerima/membaca sebuah berita?

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurat : 6)

Stop it immediately, teman. Bisa jadi engkau merasa dengan menyebarkan atau membuat berita tersebut, seolah engkau tengah membela Islam, seolah engkau tengah mengagungkan Islam. Namun sejatinya engkau tengah memperburuk citra Islam, membuat kredibilitas para muslim dipertanyakan. Berhentilah, tolong berhentilah jika memang engkau sungguh mencintai Islam. Agungkan dan belalah Islam dengan cara yang benar.

Mari sama-sama kita beristighfar, agar kita tak termasuk kaum yang demikian: kaum pembuat dan pecinta hoax 'islami' yang ulahnya memperburuk citra Islam.

"(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yg tidak kamu ketahui sedikit juga & kamu menganggapnya suatu yg ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (QS. An-Nur : 15).
___________________________

#akurapopo

Sumber:

Fb: Fissilmi Hamida

Post a Comment

0 Comments