Walimah Syar’i dan Menaklukan Orang Tua (Bag 2)

RemajaIslamHebat.Com - Kondisi berbeda dialami oleh generasi milenia (gen Y) dan gen Z yang lebih terbantu oleh adanya media pengangkat trend. Hanya memang masalahnya masih sama, yakni harus sama-sama menaklukan orang tua.

Saya seringkali dalam event seminar pra nikah, menyarankan agar anak-anak muda, tidak menunda membicarakan masalah pernikahan ini kepada orang tua. Bukan untuk lebih mementingkan pernikahan daripada yang lain. Tapi, hal ini semata untuk mensinkronkan pemahaman tentang pernikahan atau walimah syar’i kepada orang tua.

Tentang pernikahan syar’i misalnya. Anak-anak muda yang sudah terwarnai pemikirannya oleh tsaqofah tentang nikah syar’i, yang tidak mau pacaran, maunya nikah muda, maka pemikiran semacam ini sudahkah ditransfer secara apik ke benak orang tua?

Termasuk anak-anak muda yang hari ini mempunyai bayangan tentang seorang pria atau wanita yang harus dinikahi nanti adalah sholeh-/ah, yang mementingkan agamanya daripada yang lain. Sudahkah hal tersebut dikomunikasikan lebih awal kepada orang tua?

Bukankah bisa jadi orang tua telah menyiapkan calon bagi anaknya yang menurutnya baik, walaupun tidak sholeh-sholehah amat? Kemungkinan seperti itu bisa terjadi, sehingga bukan tidak mungkin timbul masalah besar dalam masalah pencalonan tersebut.

Belum ketika berbicara walimah syar’i pun bisa jadi berpotensi problem, jika tidak dibicarakan, disosialisasikan tentang walimah syar’i kepada orang tua sekarang juga. Tidak harus menunggu calonnya ada atau datang ke rumah.

Jadi komunikasikan dengan baik tentang pernikahan dan walimah syar’i ini kepada orang tua sekarang juga. Bukan tentang “siapa” orangnya yang akan melamar, tapi transferlah pemahaman syar’i kita tentang “bagaimana” dan atau “apa” itu pernikahan dan walimah yang sesuai syariat.

Ketika nanti Allah sudah tetapkan waktunya pernikahan atau walimah itu, maka saat itu semuanya sudah siap. Orang tua dengan legowo dan mafhum menerima apa yang seharusnya menjadi kewajiban seorang muslim, yakni taat kepada syariat, tanpa pilih kasih, temasuk dalam masalah nikah dan walimah.

Penulis : @LukyRouf

Post a Comment

0 Comments