Viralkanlah Kebenaran, Bukan Benarkan Yang Viral

RemajaIslamHebat.Com - Ukuran kesuksesan sebuah postingan di sosmed adalah jika menjadi viral. Postingan yang viral bisa membuat seseorang jadi terkenal, atau bahkan bisa menghasilkan uang.

Di saat kebahagiaan diukur dari kesenangan materi, tak heran bila orang rela melakukan apapun demi viralnya sebuah postingan. Meski untuk itu dia harus mengarang berita bohong (hoax) ataupun memposting kemaksiatan.

Di sisi lain, viralnya sebuah postingan ternyata dapat mempersuasi pembaca untuk membenarkan isi postingan. Semakin viral suatu postingan, semakin dianggap benar isinya. Pembaca pun turut memviralkan postingan tersebut.

Budaya latah, merasa senang bila mampu ikut arus, serta malas berpikir mendorong mereka begitu ringan men-share postingan yang telah mendapat banyak perhatian. Akibatnya, banyak tersebar hoax, opini kemaksiatan, serta rancunya sebuah kebenaran.

Bagi seorang muslim, tolak ukur suatu kebenaran sejatinya bukanlah dari banyaknya suara yang mengaminkan. Kebenaran hakiki adalah sejauh mana sesuatu itu sesuai dengan titah Ilahi dalam Al-Qur'an dan dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW.

Termasuk juga soal postingan di sosial media. Kebenaran tidak dilihat dari viralnya sebuah postingan. Suatu postingan yang isinya bertentangan dengan syara' maka itu bukanlah kebenaran, meskipun viral.

Sebaliknya, postingan yang tanpa 'likers' bisa jadi adalah kebenaran karena kesesuaiannya dengan syara'.

Oleh karena itu, jangan mudah terpengaruh dengan suatu berita hanya karena telah di-like atau bahkan di-share oleh ribuan atau jutaan orang. Tetapi cerna dulu baik-baik, gunakan tolak ukur syariat Allah. Allah berfirman,
َ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Jika memang itu sesuatu yang salah, entah berupa hoax, caci-maki, ataupun postingan yang berisi kemaksiatan, janganlah ragu untuk 'menenggelamkan'. Caranya? selain mengabaikan, bisa juga me-report spam. Dengan begitu kita sudah mencegah penyebarannya.

Berhati-hatilah, jangan sampai jempol kita terpeleset melakukan hal-hal yang dapat memviralkan keburukan. Ingatlah dosa menyebarkan keburukan, apalagi jika sampai ada yang mengikutinya. Balasan dari Allah sungguh mengerikan...

Allah Ta’ala berfirman,ِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2). Ayat ini menunjukkan bahwa terlarang saling tolong menolong dalam maksiat.

Dalam hadits juga disebutkan,

“Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1017).

Sebaliknya, bila ternyata itu berita yang benar dan menyuarakan kebenaran, janganlah ragu untuk turut mem-viral-kan. Dengan turut memviralkan sebuah kebenaran maka secara tak langsung kita telah melakukan kebaikan dakwah, bukan? InsyaaAllah pahala ada dalam genggaman.

Apalagi bila ada yang mengamalkan kebenaran yang kita sebarkan, insyaaAllah pahala kita akan mengalir terus bagaikan air. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674)

Belum lagi jika postingan yang kita viralkan itu mencerahkan pemikiran masyarakat, membangkitkan umat ke arah kebangkitan yang shohih, menuju kebangkitan peradaban Islam yang bersandarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah...

Wow, bahagia pastinya!

So, tunggu apa lagi? Yuk, viralkan kebenaran!

Penulis : Ummu Azrafanita

Post a Comment

0 Comments