Ungkap Bagaimana Menuju Kemandirian Ekonomi Indonesia, Forum Mahasiswa Muslimah Penjaga Indonesia (FMMPI) Gelar Focus Group Discussion (FGD)

RemajaIslamHebat.Com - Dalam KBBI,  merdeka adalah bebas; dari perhambaan, penjajahan, berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan dari merdeka, tidak terikat, atau bergantung kepada orang tertentu. Namun, kini Indonesia bergantung pada Asing dan Aseng dalam pengelolaan kekayaan sumber daya alam. Keberadaan perusahaan-perusahaan Asing kini telah sampai pada taraf ‘mengancam’ kedaulatan Indonesia. Hal ini yang melatar belakangi Forum Mahasiswa Muslimah Penjaga Indonesia (FMMPI) mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di Masjid La Ode Malim Universitas Halu Oleo. Kegiatan yang diselenggarakan padaAhad, 17 September 2017 pukul 09.00 WITA mengambil tema “Menuju Kemandirian Ekonomi Indonesia”. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan aktivis dari berbagai kampus di Kota Kendari.

Ukhti Walang Tohe, S.Pd, aktivis FMMPI,  selaku pemateri mengawali pemaparannya dengan menjelaskan bahwa  Kemandirian ekonomi suatu negara dapat didefinisikan sebagai sikap negara untuk mengutamakan kemampuan diri sendiri dalam mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang ada. “Namun tidak berarti menafikan kerjasama ekonomi dengan negara lain dalam ekonomi global. Akan tetapi, Kerjasama itu haruslah bersikap setara dan saling menguntungkan, bukan bersifat hegemonik yang eksploitatif, yang menempatkan suatu negara dapat mendominasi atau mengendalikan perekonomian negara lainnya” tegasnya.

“Dari total ratusan blok migas yang ada, sekitar 70% sudah dikuasai dan dikelola oleh kontraktor Asing. Indonesia makin bergantung pemenuhan kebutuhan pangannya pada impor. Hal ini tentu ironis dan memprihatinkan..Bayangkan, garam saja saat ini diimpor Indonesia dari Australia, India danJerman, Selandia Baru hingga Singapura. Indonesia juga masih impor bawang merah dari India, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi dengan besarnya utang luar negeri Indonesia Padahal Indonesia sebenarnya mempunyai potensi besar untuk mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri” ungkapnya prihatin.
Diakhir acara pemateri memaparkan langkah terbaik untuk mengatasi semua masalah yang dihadapi saat ini adalah dengan mengadopsi sistem politik Islam dan membuang sistem Demokrasi, karena menjadi celah  -Aseng atas legalisasi hukum. Termasuk menghentikan dominasi Asing-Aseng melalui lembaga internasional di bawah PBB seperti IMF dan Bank Dunia , menghentikan keanggotaan dalam blok-blok perdagangan kapitalis seperti NAFTA, AFTA, MEA, dan sebagainya[MuslimahSultra4Islam]

Post a Comment

0 Comments