Sehebat Apapun Sekolah, Tidak Akan Menggantikan Peran Ortu Sebagai Pendidik Utama bagi Anaknya

Oleh: Teguh Turwanto

"Ustadz, saya ingin hafalan Qur'an anak saya bagus", kata seorang ibu yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah Khoiru Ummah. "Sudah sampai dimana hafalannya bu?", kata saya. "Sampai dimana ya? Maaf saya tidak terlalu memperhatikan, saya terlalu sibuk, ustadz", katanya sambil merasa bersalah.

Apa yang dialami ibu tersebut tentu dialami banyak orangtua saat ini. Mereka menganggap sekolah mampu menggantikan mereka sehingga menyerahkan begitu saja sepenuhnya kepada sekolah dan meninggalkan pendidikan anak dirumah

Tidak sedikit orangtua yang memasukkan anaknya ke sekolah yang elit dan mahal, menganggap keberadaan sekolah yang "profesional" tersebut mampu menjamin anaknya jadi cerdas dan sholeh, tanpa adanya usaha optimal dari orangtua dalam mendidik anaknya dirumah. Benarkah?

Mereka sepertinya lupa bahwa anak lebih dekat dengan orangtuanya dari pada yang lain, bahkan dari sejak anak di rahim ibunya. Setelah lahir, orangtuanyalah yang pertama kali ia kenal. Dan juga tidak bisa dipungkiri, ketergantungan mereka pada orangtua nya sangatlah tinggi saat ia belum mampu hidup mandiri. Anak lebih banyak hidup bersama orangtuanya dari pada yang lain.

Sehingga sangat wajar jika Islam menganggap orangtua adalah pendidik pertama dan utama bagi anaknya, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam
Q.S.al-Tahrim/66:6:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Makna ayat tersebut menurut tafsir Qurtubi:

Maksud tafsir di atas adalah hendaklah orang tua menasehati anaknya agar taat kepada Allah dengan menjalankan shalat serta amar ma’ruf nahi munkar.

Rasulullah SAW bersabda:

Setiap anak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam keadaan fitrah (kesucian), maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia sebagai seorang yahudi, hasrani atau majusi.” (HR. Al Bukhori)

Maka, sekolah tidak akan mampu menggantikan peran orangtua sebagai pendidik utama dan pertama bagi anaknya, kenapa? Karena perintah Allah dalam mendidik anak dibebankan kepada orangtuanya, bukan kepada yang lain. Apalagi sekolah tidak boleh merubah fakta bahwa kasih sayang dan kedekatan antara orangtua dan anak haruslah lebih kuat sebagai bagian dari fitrah yang Allah berikan kepada mereka.

Bagaimana peran sekolah dalam pendidikan anak? Ia berperan membantu orangtua dalam mendidik anaknya. Membantu orang lain dalam dalam hal kebaikan dan ketaqwaan adalah tugas yang mulia, sebagaimana Allah SWT berfirman:
ِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

Bagaimana agar orangtua dan sekolah sama-sama berperan optimal dalam pendidikan anak? Maka kata kuncinya adalah sinergi.

Sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu mengarahkan orangtua agar menjadi pendidik utama bagi anaknya dan mensinergikannya dengan pendidikan di sekolah.

Ia tidak hanya berusaha optimal mendidik anak di sekolah tapi juga selalu mengingatkan orangtua jika lalai berperan sebagai pendidik anaknya di rumah. Ia juga membimbing orangtua dalam proses pendampingan anaknya dirumah dan memastikan agar pendidikan dirumah selalu bersinergi dengan pendidikan di sekolah.

Seharusnya pemerintah yang memiliki kekuatan penuh berkewajiban membantu dan memastikan agar lingkungan disekitarnya dapat bersinergi dengan pendidikan di rumah dan di sekolah, tapi karena aturan yang diterapkan bukanlah aturan Islam sehingga perannya menjadi mandul.

Oleh karenanya, jika orangtua dan sekolah tidak bersinergi dalam mendidik anak di tengah lingkungan yang rusak ini, maka bebannya akan menjadi lebih berat. Maka sudah semestinya agar orangtua dan sekolah selalu bersinergi dalam pendidikan anak sehingga out put pendidikan anak bisa tercapai sesuai yang diharapkan, yaitu menjadi anak yang cerdas dan sholeh sehingga kedepannya mereka bisa menjadi pemimpin harapan dan dambaan umat, sebagaimana Allah SWT berfirman:
ً

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” {Q.S. Al-furqon:74}.

Post a Comment

0 Comments