Realita Sosial Korsel, Sahabat dan Tindakan Ibu Elly Risman

Oleh : Raidah Athirah

SAYA termasuk penyuka drama Korea bahkan jauh sebelum menikah. Jadi,saya sebenarnya paham juga keinginan sebagian kita yang mengindolakan bahkan ingin sekali bertemu secepatnya dengan yang diidolakan :)

Permasalahannya disini adalah siapa dan mengapa mengundang penyanyi Korsel di momen  bersejarah itu yang dirasa kurang berkenan di hati.Dan lagi bukankah seniman tanah air tak kalah menarik ?

Saya pribadi bukan tipe orang yang cepat sekali terpengaruh dengan tontonan atau gaya seleb.

Lagian siapa saya ? :)

Saya tertarik menulis tentang fenomena sosial di Korsel bukan karena saya termasuk anti K-pop atau K-drama :) .Bukan itu ,sayang.Bukan juga saya termasuk pengagum fanatik hal-hal yang berbau K-Pop.Sama sekali bukan itu :)

Saya berharap pikiran kita lebih terbuka untuk melihat dengan jelas bahwa dibalik kemajuan dan modernisasi sebuah bangsa ada hal-hal yang bisa kita pelajari tetapi ada juga hal-hal yang sangat perlu kita hindari.Mengapa? Karena ada nilai-nilai yang bukan saja bertentangan dengan nilai-nilai agama melainkan juga nilai-nilai budaya kita.

Siapa yang tidak kenal dengan merek Korsel Samsung yang elegan,Hyundai yang berkelas dan berbagai produk teknologi dunia yang dihasilkan dari negeri Ginseng ini. Tapi kita juga harus membuka mata dan hati atas fenomena sosial yang mengerikan hasil dari kemajuan yang tidak bisa dihindari .

Angka depresi bahkan dari hari ke hari menambah angka statistik bunuh diri

http://knowledge.wharton.upenn.edu/article/economic-toll-high-suicide-rates

***

Anda pasti termasuk pengagum seleb Korsel apalagi kalau Anda pemuja kulit putih nan bening.Tapi tahukah Anda dibalik semua itu ada usaha keras bahkan bisa dikata ekstrim .

Operasi plastik merupakan fenomena nyata bagaimana industri KAPITALIS  telah merubah nilai-nilai manusia kepada pemujaan dan eksploitasi tubuh.

Sebagai seorang yang sudah dua kali berada di meja operasi,saya menyadari benar akan pengaruh dari tindakan anestesi .Itulah mengapa saya perlu membaca ,berdiskusi bahkan ada beberapa hal yang harus saya tanyakan lebih jelas kepada Anestolog sebelum saya benar-benar berbaring di meja operasi.

Operasi plastik membutuhkan anestasi dan   efek dari operasi itu bahkan ada yang lebih mengerikan.

http://victimofkoreanplasticsurgery.com

https://youtu.be/wp4YZdSz2aA

***

Saya hanya ingin mengajak adik-adik,teman,dan sahabat untuk benar-benar menyadari kenyataan dibalik polesan make up dan kemajuan yang dicapai oleh muda-mudi disana.

Mengapa kita harus mengetahui kenyataan ini ? Hal ini tak lain agar kita bangun dari khayalan dan hal-hal yang bersifat ilusi.Apa yang dipertontonkan ,apa yang dipromosikan ,bahkan hal-hal yang dijual kepada penonton tak lain adalah permainan KAPITALIS .

Para Psikolog mulai memberikan peringatan bahwa budaya ini melahirkan rasa rendah diri,kurangnya penghargaan akan nilai-nilai sosial dan pemujaan terhadap eksploitasi tubuh yang berlebihan.

https://youtu.be/iMRsdpNnojc

http://www.star2.com/health/wellness/2017/07/31/plastic-surgery-cosmetic-

https://youtu.be/mlYu7KSIT6A

***

Itu adalah sedikit fakta yang ingin saya paparkan kepada Anda .Saya memiliki seorang sahabat dari Polandia yang menikah dengan laki-laki Korea.

Mereka memutuskan untuk kembali kesini karena berpandangan budaya Korea bukanlah budaya yang pas untuk anak laki-laki mereka tumbuh.

Sebut saja nama sahabat saya Patrycja .Kami sering sekali berdiskusi mengenai bagaimana kehidupan sosial disana.Ia berpandangan bahwa anak-anak sekolah banyak sekali yang melakukan bunuh diri belum lagi trend operasi plastik dimana sebagian besar ingin memiliki mata bak boneka Barbie dan tubuh kurus .

Selama beberapa tahun tinggal disana ( Seoul )  ,ia dan suami memutuskan untuk membesarkan anak laki-laki mereka disini.Bukan berarti sistem pendidikan di Polandia adalah yang terbaik tapi setidaknya seperti yang ia ungkapkan ;

" Ainna....Mengerikan sekali melihat banyak anak-anak sekolah  mengalami depresi.Bukankah kita memasukkan mereka ke sekolah untuk belajar ? Lantas,kalau mereka stress ,depresi dan bunuh diri ,lalu kita orang tua macam apa ? "

Sahabat saya ini hidup bertahun-tahun disana.Ia sering sekali curhat kepada saya .Apa yang ia ungkapkan lebih kepada keprihatinan akan peristiwa -peristiwa sosial yang kita tahu,dengar dan baca tapi kita seolah menutup mata dan berlaku tuli akan fenomena ini.

" Saya suka budaya Korea ( budaya kerja keras ,kehangatan) tapi ada beberapa hal saya tidak ingin anak saya tumbuh dengan nilai-nilai macam itu.Saya ingin dia menjadi pribadi yang baik.Menilai orang lain bukan sekadar fisik .Menerima diri apa adanya,menemukan kekuatan dan kelebihan .Saya ingin dia sadar bahwa apapun warna kulit dan bentuk mata atau pipih ia sudah terlahir sempurna dan cantik .Saya  realistik kan,Ainna ? "

Anda seharusnya bersyukur masih ada sebagian ibu-ibu di tanah air yang bersuara memperingatkan tentang fenomena ini bukan karena mereka cerewet dan kurang gaul tapi karena pergaulan mereka yang luas sehingga mereka peduli,mereka sayang makanya mereka bertindak.

Adapun kesalahan kecil yang mereka tulis tak mengurangi maksud dari tindakan mereka mencegah pengaruh buruk yang masuk dan meracuni generasi hari ini.Hormat kami terhadap Ibu Elly Risman tak berkurang.

Sedih sekali membaca kelakuan anak-anak alay yang membully Ibu Elly Risman karena suara beliau untuk anak-anak bangsa terkait topik penyanyi Korea yang akan diundang.

Ibu Elly....maafkan anak-anak ini ! Mereka telah diperbudak industri kapitalis .Suatu saat mereka akan paham bahwa apa yang Ibu suarakan adalah tanda kasih sayang Ibu kepada anak bangsa.

Ibu Elly.....teruslah menasihati kami.Apa yang ibu suarakan adalah suara orang tua yang menaruh harapan tapi belum bisa berbuat banyak .

Ibu Elly.........terimah kasih telah begitu peduli terhadap anak-anak kami.Semoga Allah Ta'ala membalas semua perjuangan dan lelah ibu untuk sabar mengajari kami.

Polandia, 11 Agustus 2017

Sumber:

Fb: Raidah Athirah

Post a Comment

0 Comments