Rahasia Ayah

RemajaIslamHebat.Com - "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan dengan penuh kebahagiaan.

Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Bayi itu dilahirkan tanpa dua daun telinga!

Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Sang ibu tahu bahwa hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan meski dengani teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas namun dia tidak percaya diri. Ibunya menguatkan, "Bukankah suatu saat nanti kau harus bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati, sang ibu merasa kasihan padanya.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter itu. Kemudian, orang tua anak lelaki itu mulai mencari orang yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada anak mereka.

Beberapa bulan berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk melakukan operasi. Namun, hal ini sangat rahasia," kata si ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahir. Bakat musiknya yang hebat mulai terlihat. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian, ia menikah dan bekerja sebagai diplomat.

Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua untukku. Ia telah berbuat sesuatu yang sangat luar biasa, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."

Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat, ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semuanya."

Tahun berganti tahun. Ayah lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, saat yang menyedihkan terjadi di keluarga itu. Di hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di samping peti jenazah sang ibu yang baru saja meninggal.

Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah istrinya yang terbujur kaku itu, lalu dia menyibaknya sedikit sehingga tampaklah... Bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah kepada sang anak lelaki. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, bukan?"

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.

Cinta sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Sumber:

Fb: Toreni Yurista

Post a Comment

0 Comments