PERNIKAHAN VISIONER (Renungan bagi Pasutri Pengemban Dakwah)

RemajaIslamHebat.Com - Pada umumnya, sebuah pernikahan dilakukan bertujuan untuk mengikat "rasa" dalam kehalalan. Ini bukanlah suatu hal yang salah. Namun bagi seorang pengemban dakwah, pernikahan bukanlah sekedar itu. Seorang pengemban dakwah Islam menjadikan pernikahan sebagai bagian upaya "Rekayasa Generasi", yaitu menjadikan keluarga yang dibangunnya sebagai pusat pengkaderan pengemban dakwah yang meneruskan ajaran risalah.

Generasi yang dilahirkan oleh keluarga ini bukanlah generasi yang seperti tampak pada hari ini, generasi yang memiliki segudang permasalahan.

Namun generasi yang lahir dari keluarga pengemban dakwah mereka adalah generasi yang memahami hakikat keberadaannya di muka bumi.. mereka mengetahui visi kehidupan yang akan mereka perjuangkan. Inilah "generasi penakluk".. yang mewarisi spirit perjuangan membebaskan manusia dari penghambaan terhadap makhluk menuju penghambaan terhadap khaliq.

Sehingga dari keluarga pengemban dakwah Islam akan memperoleh beberapa kebahagiaan :
1. Kebahagiaan material. Keluarga pengemban dakwah dibangun dengan spirit kemandirian ekonomi. Dimana suami istri saling berjuang untuk berdiri sendiri tanpa membebani pihak manapun, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Seberapapun beratnya beban ujian ekonomi, seorang pengemban dakwah tidak akan memberikan nafkah kepada keluarganya, kecuali harta yang halal saja.

2. Kebahagiaan Biologis. Keluarga pengemban dakwah akan merasakan kebahagiaan karena mereka merajut "rasa" dalam bingkai ketaatan. Kemudian dari ketaatan itu, lahirlah anak anak yang di dambakan. Anak anak yang menyejukan pandangan.

3. Kebahagiaan spiritual. Keluarga pengemban dakwah, akan merasakan kebahagiaan saat melaksanakan ibadah kepada Allah bersama sama dengan keluargnya. Melaksanakan ketaatan bersama. Sehingga seluruh kehidupan yang dilalui akan meningkatkan ketaqwaan pada diri setiap anggota keluarhanya.

4. Kebahagiaan intelektual. Sebuah keluarga pengemban dakwah mampu menjadikan keluarganya sebagai keluarga yang mencintai ilmu. Karena setiap permasalahan dalam kehidupan memerlukan ilmu untuk memecahkannya. Ketiadaan ilmu akan menjadikan keluarga diliputi masalah tanpa solusi.

5. kebahagiaan Ideologis. Kebahagiaan keluarga pengemban dakwah tidak hanya saat keluarganya baik baik saja. Namun lebih daripada itu, sebuah keluarga pengemban dakwah akan saling bahu menbahu. Berjuang bersama sama dalam upaya perbaikan pada masyarakat. Menebarkan kebenaran Islam. Menjadi garda terdepan penjaga Islam dan kaum muslimin.

*Resume : talk show pernikahan ukhti muthi'ah, oleh ustadz Ismail Yusanto
copas dari pak Aang Maulana

Sumber:

Fb: Sukiyati Satuhu

Post a Comment

0 Comments