Perbedaan dalam Pernikahan, Anugerah atau Musibah?

Oleh : Deassy M Destiani

SEORANG suami kebingungan menghadapi sikap istrinya.  Waktu itu sang suami bertanya,  “Mah mau diantar apa gak pergi ke dokternya?”  si istri menjawab,  “Gak usah”. Tetapi mukanya sambil merenggut. Buat suami yang berpikir logis, jawaban tidak usah itu berarti tidak perlu diantar.  Tetapi kenapa muka istrinya tidak menyenangkan dan menjawab sambil ketus dengan rona memerah di wajahnya yang terlihat marah bin kesal.

******

Lain waktu istrinya bilang pada sang suami, “Pah aku lagi malas masak, papa beli aja makan sendiri”.  Sang suami yang merasa lapar segera saja ke warung makan terdekat dan membeli makanan. Sampai di rumah istrinya tanya,

“ Papa dari mana?”

“Lah kan tadi suruh beli makan sendiri katanya malas masak”

“Papa jahat, kenapa makan di luar kok gak ngajak-ngajak aku. Dasar Egois!”

*****

Beberapa bulan berlalu, istri membelikan baju untuk suaminya karena sang suami ulang tahun. Sampai rumah istri berharap suami senang dengan pemberiannya. Namun apa yang didapatkan istri? Suaminya bilang begini, “ Mah.. masa Papa dibelikan baju garis-garis begitu kayak kuda zebra aja sih”.   Padahal istri milih bajunya udah muter-muter ke  5 toko mencari kado yang pas buat suami.

*****

Well, itulah pernikahan. Bukalah mata Anda. Seorang laki-laki dan perempuan adalah dua insan yang berbeda. Tetapi apakah begitu sulit menyatukan perbedaan? Tentu saja sulit karena Anda hanya fokus pada perbedaan.  Anda tidak akan pernah sampai kemana-mana kecuali ke pengadilan agama. Sebab dengan perbedaan itulah sebenarnya pasangan suami-sitri saling melengkapi. Lalu bagaimana menyikapi perbedaan yang tidak pernah seirama itu? Apa yang harus dilakukan agar pernikahan terhindar dari pertengkaran karena perbedaan tadi?

Sahabat, pertengkaran dalam pernikahan tidak bisa dihindari, namun bisa dihadapi dan diselesaikan secepatnya sebelum masalah tambah membesar.  Pertengkaran dalam pernikahan adalah salah satu bentuk komunikasi dalam menjaga dan mempertahanan pernikahan itu sendiri. Tidak ada pernikahan tanpa pertengkaran. Hanya saja frekwensinya yang harus diperhatikan. Jika dalam sebulan Anda bertengkar dengan pasangan lebih dari 5 kali itu artinya rumah tangga Anda dalam bahaya.  Anda harus segera cari bantuan baik itu orangtua, teman atau konselor pernikahan.

Sebetulnya resep membuat pertengkaran tidak membesar adalah kerelaan maasing-masing pasangan untuk saling memaafkan. Ketika masalah terjadi, maka akui dulu itu kesalahan saya. Hmmmh susah ya pastinya, kaarena setiap manusia punya ego dan harga diri yang tinggi. Meminta maaaf itu artinya mengakui bahwa masalahnya ada pada kita dan pihak lawan tidak bermasalah. Nah karena itu sebelum terjadi pertengkaran sebaiknya buat kesepakatan dengan pasangan Anda terlebih dahulu. Ketika suami marah, maka istri harus bagaimana. Begitu juga ketika istri marah maka suami harus bersikap seperti apa.

Hal ini susah-susah gampang sebab cara marah seorang laki-laki dan perempuan itu berbeda. Oleh karena itu saya akan memberikan tips buat sahabat agar saat marah dengan pasangan tidak kebablasan yang akhirnya menuju kepada perpisahan.

Tips yang pertama adalah cara menghadapi istri jika sedang marah maka lihat dulu jenis marahnya seperti apa. Perempuan itu gampang banget marah. Selain karena hormon, memang yang didahulukan perasaan, bukan logika. Rasanya kok gak diperhatikan, rasanya kok gak disayang. Padahal suami sudah sampai muntah-muntah merasa memberi kasih sayang dan perhatian (xi..xi..xi...). Ada 10 tipe marah yang biasanya terjadi pada istri. Nah buat para suami silahkan dibaca yah cara mengatasi marah istri berikut ini : 

1. Marah Sayang. Emang ada yah marah tapi sayang? Jangan salah..banyak loh yang begini. Bisanya terjadi ketika istri memberi perhatian sama suami tetapi suami malah cuek alias tidak menanggapi. Misalnya nih istri melarang suaminya merokok dengan alasan kesehatan dan kasihan pada anak-anak yang menjadi perokok pasif, tetapi suami gak peduli tetap saja merokok di depan istri dan anak-anak. Akhirnya setiap itu terjadi pasti bertengkar. Lebih baik kalau marah seperti ini dituruti saja. Minimal suami kalau belum bisa lepas banget dari kecanduan merokok, di dalam rumah atau ketika bersama istri dan anak-anak menghindari merokok.

2. Marah karena datang bulan. Umumnya setiap perempuan menghadapi keadaan tidak nyaman seperti mood yang naik turun, sensitif serta gampang sekali marah ketika datang bulan. Jika ini yang terjadi maka suami hanya harus bersabar saja, karena itu memang diluar kendali istri. Hormon yang sedang naik turun saat datang bulan adalah penyebab istri menjadi mudah tersinggung bahkan untuk hal sepele sekalipun.

3. Marah karena  suami menyakiti hatinya. Misalnya lupa hari ulang tahunnya, lupa tanggal pernikahan atau suami terlalu mesra dengan perempuan lain. Jika memang Anda masih sayang pada istri Anda maka ketika ini terjadi yang harus dilakukan adalah bersungguh-sungguh minta maaf. Biasanya perempuan sangat suka diperlakukan istimewa. Jika Anda tahu istri suka dibelikan perhiasan atau belanja ke mall, segera ajak istri Anda sebagai bentuk permintan maaf sekaligus kado buatnya. Tetapi, kalau perhiasan membuat kantong Anda kosong, carilah tempat makan romantis untuk makan malam berdua. Jika makan di resto romantis juga susah dijalani, ajak istri nonton film atau jalan-jalan ke taman kota yang gratisan berdua saja sambil pegangan tangan mengenang masa lalu. Apabila semua itu juga masih membuat suami mikir karena harus mengeluarkan uang, cukup dengan pelukan dan sentuhan dari hati biasanya  istri bisa kembali ke mesra ke dalam pelukan Anda. Apalagi jika disertai pujian dan rayuan maut yang memuji istrii selangit. Gubrrakk.

Kuncinya saat seorang istri marah, maka suami harus mengalah. Jangan marah balik dulu sebelum istri tenang emosinya. Sebab ketika istri marah yang dia mau hanya satu, suaminya baik-baikin dia duluan. Itu saja. Istri gengsi bilang sendiri makanya bersikap diam seribu bahasa. Nah suami yang harus agresif merayunya. Kalimat pertama yang ingin istri dengar dari suami adalah, “ Sayang,... maafkan aku yah.., aku memang salah lupa hari ulang tahunmu.  Aku gak sengaja, aku pikir masih besok ternyata hari ini ya? Ayoo senyum dulu dong masa yang ulang tahun manyun.  Maafin yah istriku yang paling cantik se jagad raya” Dijamin senyum istri langsung mengembang. Minimal 1 cm. He..he...

Terus kalau suami yang marah istri mesti gimana ? Tenang saya kaasih tipsnya juga buat para sahabat. Nah ini yang harus diperhatikan istri jika suami  marah adalah :

1. Ketika suami marah, biasanya ia ingin menyendiri. Makanya seringkali suami yang marah pada istri sukanya kabur entah kemana. Setelah dia tenang baru pulang lagi ke rumah. Hal ini karena laki-laki tidak ingin menyakiti orang yang disayanginya. Lebih baik dia menghindar daripada harus terjadi kekerasan pada istrinya. Suami biasanya hanya dalam hitungan jam sudah reda marahnya. Beda dengan istri yang bisa berhari-hari masih terus saja marah. Jadi sebagai istri ketika suami pergi dari rumah karena dia marah biarkan saja dulu. Kecuali jika dalam 24 jam dia tidak memberi kabar, maka Anda harus segera mencarinya. Jangan sampai dia diculik wanita lain. (Ha..ha..ha...becanda..)

2. Suami marah selalu memberikan alasan yang logis, jelas dan tegas, beda dengan istri yang kadang susah ditebak marahnya karena apa. Jadi marahnya suami lebih mudah diajak berdiskusi untuk menyelesaikan masalahnya. Kalau marahnya istri kadang suami harus menebak-nebak karena istri tidak mau terus terang penyebab kemarahannya. Kalau bisa suami tuh bisa menerawang apa yang ada dalam pikirannya tanpa harus mengatakan masalahnya apa. Emang suami situ Limbad ? He..he...he.. Nah kalau suami sudah jelasin masalahnya, maka istri harus jadi pendengar yang baik jangan ikutan nyerocos juga. Diam dan dengarkan yah!

3. Jika suami marah, yang dibutuhkan olehnya biasanya perhatian. Jadi istri harus meluangkan waktu lebih banyak untuk memberikannya perhatian. Misalnya dengan memijatnya, memasakkan makanan kesukaan suami, memeluk dan memperlakukan suami seperti halnya seorang anak kecil yang sedang ngambek. Dijamin suami cepat selesai marahnya. Suami kan anak pertama seorang istri, dia sangat senang jika dimanjakan, dilayani sepenuh hati dengan wajah berseri-seri. Dijamin deh suami tak bakalan pindah ke lain hati. Cieee...

Itu saja tips dari saya yah.. jangan kepanjangan nanti malas bacanya. Setelah baca dipraktekkan jangan hanya di tag doang suaminya. Biasanya kan perempuan itu paling suka tag nama suami di medsos kalau ada artikel yang menyangkut suami. Padahal belum tentu suaminya baca, apalagi komentar. Mendingan nih malam-malam bacanya berdua di kamar sambil peluk-pelukkan gitu deh.

Kesimpulan dari tulisan ini sebetulnya sederhana lho. Jika Anda suami, maka banyak-banyaklah minta maaf pada istri. Minta maaf karena belum memberikan rumah yang layak, kendaraan yang bagus, uang belanja yang cukup, perhiasan yang disukai,  suka melupakan hari istimewa, dll. Jika Anda seorang istri maka yang harus dilakukan adalah berterimakasih setiap hari pada suami. Berterimakasih karena telah diberikan nafkah lahir dan batin sesuai kemampuan suami, terimakasih untuk tanggungjawabnya pada anak-anak, terimakasih untuk hal-hal kecil seperti mencuci baju, menyapu rumah, mengangkat jemuran dll, terimakasih karena suami sampai hari ini selalu mencintai dan menerima Anda apa adanya.  Yuk ah kita sama-sama belajar. Saya juga masih belajar nih. Semoga yang membaca tulisan saya ini punya komitmen kuat membina rumah tangga, semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Dengan begitu insyaa Allah keluarga akan bahagia, langgeng tidak hanya di dunia, namun bisa sampai di surga Nya. Aamiin.

Sumber:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=693507754173880&id=290257281165598

Post a Comment

0 Comments