Pembinaan Keislaman Mewujudkan Imunitas Pelajar dari Jerat Narkotika

Oleh : Erna Wulandari (Pemerhati Pendidikan)

NARKOTIKA telah memakan korban dari kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA di Kendari, Sulawesi Utara. Menurut Kepala  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) jumlah pengguna narkotika jenis PCC di Kendari terus bertambah. Saat ini, tercatat 61 pasien telah dirawat di sejumlah rumah sakit di Kendari. Mereka kehilangan kesadaran usai mengonsumsi obat terlarang ini. Dari 61 pasien tersebut, satu orang meninggal yang merupakan siswa SD.
(https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3094380/korban-pemakai-obat-pcc-di-kendari-bertambah-jadi-61-oran)

Kejadian tersebut telah menjadi cukup bukti bahwa negeri ini darurat narkotika. Tidak tanggung-tanggung, korbannya adalah generasi muda yang perannya sangat penting bagi estafet kepemimpinan yang akan datang. Oleh karena itu, solusi terhadap permasalahan ini jelas tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Jika kita amati lebih dalam kasus penyalahgunaan narkotika ini, akan kita dapati kasus ini sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologik sehingga harus menjadi perhatian yang serius dari segenap pihak. Sifat patologiknya ini jika tidak segera ditangani akan menyebar dan akhirnya membawa kerusakan dan kematian generasi.

Yang menjadi salah satu permasalahan mengapa remaja begitu rentan terhadap penyakit ini adalah faktor diri remaja itu sendiri. Dari mulai alasan ringan sampai berat, dari sekedar coba-coba sampai pelarian dari masalah, padahal sudah banyak informasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan narkotika.

Faktor diri yang menyebabkan
rentannya remaja terhadap godaan narkotika menunjukkan bahwa daya imunitas remaja untuk menolak hal-hal negatif sangat lemah. Apalagi ditambah lingkungan yang berupa bobroknya sistem hidup (politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan sanksi) yang semakin melemahkan sistem imun remaja. Sistem imun yang dimaksud adalah pondasi agama/aqidah. Pemahaman agama yang benar akan menjadikan remaja mampu menyaring mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Dengan berbekal keterikatan terhadap aturan agama Islam (melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya) akan memunculkan pemahaman bahwa kebahagiaan hidup seorang Muslim itu tergantung keridhaan Allah SWT. Jika hal ini terhujam pada benak remaja, maka insya Allah mereka akan imun terhadap serangan narkotika dan tidak akan coba-coba untuk mengonsumsinya.

Jika dilihat korban narkotika ini ternyata pelajar dari tingkat SD, SMP sampai SMA, maka ini menunjukkan bahwa pendidikan yang mereka jalani selama ini belum mampu mewujudkan sistem imun untuk menolak hal-hal yang bertentangan dengan agama. Di tengah sistem pendidikan yang berbasis sekulerisme-kapitalisme, memang sulit untuk membentuk sosok pelajar yang berkepribadian Islam. Hal ini wajar karena pelajaran agama hanya mendapat porsi waktu yang sedikit di sekolah. Belum lagi muatan materi yang lebih ke arah hafalan, bukan untuk pengamalan sehingga tidak berpengaruh terhadap daya imunitas pelajar terhadap serangan yang merusak (narkotika). Untuk itu, jika ingin menyelamatkan remaja dari jerat narkotika, maka salah satu caranya adalah dengan mengubah sistem pendidikan sekuler dengan sistem pendidikan Islam yang akan menghasilkan anak didik berkepribadian Islam. Karena lewat pendidikanlah remaja dapat diubah pola pikir maupun pola sikapnya sesuai dengan Islam.

Selain sekolah membina remaja dengan Islam, pembinaan juga harus dilakukan oleh keluarga dan masyarakat (ormas Islam). Pembinaan berbasis aqidah Islam oleh keduanya akan menjadikan remaja memiliki kepribadian (pola pikir dan pola sikap) Islam yang ajeg dan kuat karena pendidikan dari sekolah, rumah dan masyarakatnya sama. Pada akhirnya, faktor diri yang menjadi salah satu faktor remaja terjerat narkoba dapat diselesaikan. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah tatanan sistem hidup sekulerisme-kapitalisme yang diterapkan di negeri ini dengan sistem Islam yang akan mempengaruhi lingkungan hidup remaja menjadi Islami dan segera memutus akses penyebaran/ketersediaan narkotika melalui sistem sanksi yang tegas bagi pengedar dan sindikatnya. Wallahu 'alam.[]

Post a Comment

0 Comments