Peduli Rohingya, Begini Action Remaja Jember di Car Free Day

RemajaIslamHebat.Com - Ada yang berbeda dari Car Free Day di alun-alun Kota Jember Ahad 10 September 2017 ini. Jika biasanya di acara Car Free Day, alun-alun dipenuhi masyarakat yang berolahraga dan berjualan. Kali ini alun-alun diwarnai beberapa aksi remaja ABG yang melakukan aksi keren dan bermanfaat, bahkan in sya Allah mendapat pahala besar dari Allah SWT.

Remaja-remaja shalih-shalihah ini menggalang donasi untuk saudara-saudara kita kaum muslimin Rohingya. Tersebutlah dua sekolah yang berhasil mencetak kepedulian dan jiwa sosial ukhuwah yang tinggi pada murid-muridnya. SMP Muhammadiyah 1 bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan SMK 5. Ya, kaki-kaki pemuda dan pemudi muslim ini lincah mendatangi para pengunjung Car Fre Day. Mereka tanpa malu-malu menjulirkan kotak kardus yang ditempel poster Rohingya.

Admin Info Muslimah Jember sempat mewawancarai salah satu aktivis Ikatan Pemuda Muhammadiyah Jember. Saat ditanya kenapa melakukan aksi galang donasi di Car Free Day, dengan semangat dia menjawab, "Kami ingin menggugah kepedulian masyarakat Jember untuk peduli dan menolong saudara-saudara kita di Rohingya". Kalimat ini mantap keluar dari sosok yang masih sangat belia. Dan lebih super lagi, aksi yang mereka lakukan muncul dari inisiatif mereka sendiri. Masya Allah, pemuda-pemuda muslim Jember memang keren ya, sahabat muslimah.

Jadi ingat sabda Rasulullah SAW, “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Bagaimana dengan sahabat muslimah di rumah? Apa yang sudah kita lakukan untuk Rohingya?

Sumber:

Fb: Info Muslimah Jember

Tulisan tambahan :

Jangan remehkan hal-hal kecil

Perubahan-perubahan besar ternyata bermula dari yang kecil. James Wilson dan George Kelling pernah memaparkan “teori jendela rusak”. Teori itu menyatakan bahwa tanda-tanda kekacauan kecil, seperti jendela rusak di rumah susun atau toko yang tidak diperbaiki, bisa mendorong meluasnya perilaku negatif akibat norma sosial yang dikomunikasikannya.

Berbagai riset susulan menyatakan bahwa ketika orang melihat sesamanya melanggar suatu norma sosial, mungkin mereka bukan hanya melanggar norma yang sama, melainkan juga melanggar norma sosial terkait.

Misalnya, para karyawan kantor yang melewati mesin fotokopi dan mesin penghancur kertas sambil memperhatikan bahwa suasana sekitarnya semrawut dan potongan kertas bertebaran dimana-mana, mungkin melanggar norma kantor lainnya dengan meninggalkan cangkir bekas kopi di meja atau meninggalkan tumpahan makanan dan minuman di dapur (dikutip dari The Small BIG, Steve J Martin, et.al, 2014).

Beberapa orang pernah bercerita kepada saya bahwa menghapus coretan-coretan tulisan di kamar mandi di pabrik ternyata menurunkan hilangnya gayung di kamar mandi dan aset lainnya. Hal-hal kecil bisa berdampak besar, bisa menurunkan hal-hal negatif, meningkatkan efisiensi, meningkatkan produktivitas.

Secara teori, mengubah perilaku orang memang dengan cara mengubah paradigma atau pikiran seseorang namun untuk mempercepatnya perlu perubahan pada lingkungan. Bahkan beberapa ahli mengatakan “terkadang lebih mudah dan lebih efisien untuk mengubah lingkungan ketimbang pikiran orang lain.”

Waspadalah, terlalu sering membaca, menonton dan mendiskusikan hal yang negatif itu akan memicu perbuatan negatif lainnya. Membiarkan hal negatif terjadi di tempat kerja meski itu kecil bisa membangkrutkan yang bernilai besar. Tentu sebagian Anda masih ingat, ada salah satu perusahaan waralaba kuliner ternama dunia di Amerika serikat merugi karena salah satu karyawannya mengupload video memasukan kotoran hidung (upil) ke dalam makanan yang dihidangkannya. Upil itu sesuatu yang kecil tetapi berdampak sangat besar.

Mari terus melakukan perubahan, tidak perlu melihat apakah perubahan itu besar atau kecil. Karena berbagai fakta menunjukkan, perubahan kecil bisa berdampak sangat besar bahkan bisa mengubah peta dunia. Bukankah salah satu pemicu runtuhnya tembok Berlin dan pecahnya Uni Soviet menjadi beberapa negara adalah pidato singkat (kecil) Presiden Amerika Serikat Ronald Reagen?

Apa perubahan kecil yang hendak kita lakukan di lingkungan kita? Di kehidupan kita? Di aspek spiritual kita? Di aspek keuangan kita?

Post a Comment

0 Comments