PEDULI (Beaware of Pedophilia)

Oleh : Raidah Athirah

PERISTIWA ini sudah sebulan yang lalu .Saya pikir menuliskannya bisa menjadi pengingat untuk semua orang tua di luar sana.

Yang sering menonton video live yang saya buat pasti ingat dengan nama Serock ,kota kecil tempat keluarga suami.

Kami ke tempat ini ,tidak jauh dari rumah nenek suami .Disitu memang ada semacam permainan air buat anak-anak.Kami sengaja datang ke Serock untuk melakukan therapi air untuk Aisha karena musim panas Alhamdulillah waktu siang agak lama.

Namanya tempat untuk anak-anak ya pasti dipenuhi anak-anak .Bagian untuk dewasa juga ada . Seperti halnya pemandangan Eropa di musim panas,orang berbikini dan anak-anak kecil yang hanya mengenakan celana dalam merupakan pemandangan   yang biasa.

Anak-anak yang masih sangat kecil juga terlihat bermain didampingi orang tua.

Saya mengenakan burkini.Awal-awal banyak yang memperhatikan .Setelah kedatangan kami kedua dan ketiga dan kadang terdengar saya berbicara dalam bahasa Polandia wajah-wajah mengkerut itu mulai melemas bahkan melempeng.

Mau bagaimana lagi saya harus ikut nyemplung ke air untuk menjaga Aisha bergantian dengan suami.

Di terik panas itu saya lihat datang empat orang polisi.Saya pikir ada orang yang berkelahi ternyata polisi menanyakan laki-laki seumuran kakek Aisha yang berkeliaran disekitaran areal bermain anak-anak.

Dari keterangan polisi orang tua diinfokan untuk berhati-hati dan melaporkan apabila melihat ada orang yang sengaja memotret anak-anak dengan kostum bikini dan hanya celana dalam.

Keempat polisi itu juga mengatakan bahwa mereka datang dan mengecek karena ada yang menelpon dan melaporkan melihat tingkah aneh laki-laki tua yang berjalan dengan kamera dan hanya memotret anak-anak.

Orang tua diminta lebih peduli dan aware akan kejahatan kaum pedophilia.

Keterangan Pak Polisi justru tambah membuat saya bersalah karena pada hari kedua saya melihat dan merasa heran dengan tingkah aki-aki yang hanya memotret anak-anak .

Sebagian orang juga memotret termasuk saya tapi hanya memotret pemandangan atau anak sendiri .Si aki-aki ini sepertinya orang yang dimaksud oleh pak polisi.

Pantas saja perasaan saya agak gimana dengan tingkah orang ini.Ternyata feeling saya betul,memang si aki-aki ini predator ( pedopilia).

****

Saya menyesal sangat.Seharusnya saya ambil foto dan melaporkan ke polisi terkait tingkah lakunya memotret anak-anak.

Kadang ada perasaan tak mau peduli karena bukan anak kita sendiri.Tapi setelah dijelaskan sama Pak Polisi saya jadi mengerti bahwa sikap cerewet dan gaya detektif itu sangat-sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari kejahatan predator pedopilia.

Entah siapa yang menelpon,setidaknya kami sangat berterimah kasih karena rasa pedulinya anak-anak kami lepas dari bahaya predator pedopilia.

Hal ini juga yang saya amati terhadap sosial media orang tua disini.Jarang yang memposting foto anak-anaknya apalagi memposting foto anak yang telanjang ,sedang mandi atau terlihat sedang dipakaikan pakaian.

Kesadaran orang tua disini saya akui ,karena begitulah seharusnya orang tua.Melindungi bukan Melalaikan.

Sosial Media adalah fasilitas paling mudah bagi Pedopilia untuk beraksi.Mengunduh foto dan video sudah bukan hal yang sulit.

Hal ini yang menurut saya sikap membaca situasi ini penting.Positif thinking emang baik tapi kalau nggak ada rasa peduli alias awas /sadar atas kejahatan yang mengintai bisa -bisa anak kita bisa jadi korban.

****

Saya selalu menulis bahwa mencegah lebih baik.Ada yang peduli dengan terus menasihati perlu kita ucapkan terimah kasih.

Sudah banyak kasus disekeliling kita.Jangan takut berdebat atau cerewet bila dihadapkan pada situasi begini.Kita orang tua,Allah meletakkan amanah di pundak kita untuk dijaga sebaik-baiknya.

Saya berharap semakin banyak yang peduli.Semakin banyak yang bersuara supaya gerak manusia iblis macam Pedopilia ini semakin sempit dan tak ada lagi korban.

Dalam Islam sikap ini disebut dengan Nahi Mungkar kalau kita hanya diam berarti memang begitulah selemah-lemahnya iman.Dan Allah Maha Mengetahui hati semua ummatNya.

Polandia,13 September 2017

NB : share, copas silahkan ..semua tulisan saya untuk dakwah

Sumber:

Fb: Raidah Athirah

Post a Comment

0 Comments