Pedoman Penggunaan Internet & Gawai Sesuai Usia Anak

Oleh : Deassy M Destiani

INTERNET dan gawai bagaikan pisau bermata dua. Satu sisi bermanfaat namun di sisi lain membahayakan. Seringkali saya diundang ke berbagai acara parenting untuk memberikan materi tentang dampak dari internet dan gawai ini. Banyak orangtua yang merasa kewalahan dengan anaknya yang kecanduan gawai. Tangannya tidak pernah lepas dari perangkat yang satu itu. Mau makan, mau tidur, mau sekolah sambil diantar naik kendaraan, saya banyak melihat anak-anak yang menatap gawainya tanpa henti. Makanya ada yang bilang, generasi sekarang adalah generasi menunduk. Saking banyaknya orang menundukkan diri pada gawai yang dibaca atau dimainkannya. 

Namun tentunya kita tidak bisa menyalahkan anak sepenuhnya. Sebab kesalahan anak pasti punya  andil dari orangtuanya. Beberapa ahli parenting mengatakan, kesalahan anak itu 80%  karena kesalahan orangtuanya. Hanya saja orangtua sering pingsan alias tidak sadar dengan kesalahannya itu. Anak selalu yang disalahkan ketika masalah satu persatu mulai bermunculan. Sementara orangtua tidak mau introspeksi diri dengan pola pengasuhan yang diterapkannya selama ini.

Generasi anak-anak saya adalah generasi pasca milenial. Generasi pasca milenial ini lebih dikenal dengan generasi Z dan generasi Alpha. Mereka adalah generasi yang sejak awal kelahirannya sudah lekat dengan dunia digital. Untuk itu, kita sebagai orangtua dari generasi pasca milenial   harus punya kesadaran dan kesepakatan dalam penggunaan media digital yang diakses oleh anak-anak. 

Saya pribadi berpinsip, jika anak saya tidak dikenalkan dengan dunia digital maka dia akan tertinggal dari teman-teman satu generasinya. Namun jika saya tidak memproteksi mereka, maka bisa menjadi masalah bagi masa depan mereka maupun untuk saya sendiri sebagai orangtuanya. Sebab sebagai orangtua saya tidak bisa selalu mengawasi. Apalagi mereka setiap hari tumbuh dan berkembang menuju remaja awal. Jika dulu saat balita keputusan ada di tangan saya.  Namun ketika beranjak remaja,  anak-anak era pasca milenial ini tidak mau disetir lagi. Mereka sangat percaya diri dengan keputusan yang diambilnya. Informasi yang utama bukan lagi dari orangtuanya, tetapi dari media sosial. Apa yang menjadi trending topic, mereka sudah tahu. Orangtua saja kalah informasinya.  

Untuk itu sudah seharusnya antara Orang tua dan anak perlu kesepakatan seputar penggunaan media digital. Untungnya saya menemukan sebuah tulisan yang bersumber dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud tahun  2016.

Menurut Dirjen Paud dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud 2016, ada batasan yang harus diberikan sesuai umur anak saat dikenalkan dengan dunia digital. Berikut ini penjelasannya :

Pedoman Penggunaan Media Digital Sesuai Usia dan Perkembangan Anak :

Balita Usia 1-3 tahun
1. Memiliki batasan waktu tayangan pada media digital.
2. Memanfaatkan media digital dalam bentuk audio untuk menambah kosa kata, angka, dan lagu
3. Memanfaatkan program/aplikasi untuk meningkatkan perilaku prososial pada anak. Misalnya sikap empati atau berbagi.
4. Memanfaatkan informasi tentang  berbagai macam orang dengan latar belakang yang berbeda untuk belajar mengenal keanekaragaman.
5. Menghindari tayangan program media digital yang mengandung unsur kekerasan dan seksualitas
6. Menghindari tayangan program media digital yang menakutkan, misalnya hantu
7. Menghindari tayangan program media digital yang mengunakan bahasa yang tidak senonoh dan agresif karena anak adapat mengingat dan mengulanginya lagi.
8. Hindari tayangan iklan di media digital yang tidak tepat untuk usia anak.
9. Mendampingi dan berinteraksi dengan orang tua/pengasuh saat mengunakan media.
10. Menghindari penggunaan media dan perangkat digital sebagai pengganti peran orang tua.

Usia 4-6tahun
1. Memiliki kesempatan bersama yang dipahami dan di jalani anak, memonitor pelaksanaanya, konsisten menerapkan konsenkuensi atas pelanggaran dan memberikan  dan memberiakan apresiasi atas keberhasilan anak dalam menjalankan kesepakatan.
2. Memanfaatkan program/aplikasi yang mendidik terkait dengan kesiapan sekolah. Misalnya pengenalan huruf, angka, dan pengetahuan dasar.
3. Memanfaatkan program/aplikasi yang mengajarkan perilaku berteman serta menghargai perbedaan dan keanekaragaman yang ada.
4. Membahas permasalahan dan perbedaan anak dengan tokoh favorit yang dilihat melalui media, dengan tujuan meningkatkan keterampilan membedakan hal yang buruk dan yang baik
5. Menghindari tayangan program media digital yang mengandung unsur kekerasan dan seksualitas
6. Menghindari tayangan program media digital yang bias akan pengenalan dan penyimpangan gender.
7. Menghindari tayangan program media digital yang menunjukkan tokohnya menyelesaikan masalah dengan kekerasan.
8. Membimbing anak mengenal mana yang fakta dan fantasi.

Usia 8-12 tahun
1. Memiliki kesempatan yang dipahami dan di jalani bersama, memonitor pelaksanaannya, konsisten menerapkan konsekuensi atas pelanggaran, dan memberikan apresiasi atas keberhasilan anak dalam menjalankan kesepakatan.
2. Memanfaatkan program atau video yang menunjukkan bebagai pengalaman positif yang menstimulus imajinasi.
3. Mendiskusikan perilaku baik dan tidak dari karakter di media yang mereka kenal.
4. Diskusikan hal-hal terkait peran laki-laki dan perempuan.
5. Menghindari tayangan program media digital yang menampilkan agresivitas, antisosial, dan perilaku negatif lainnya.
6. Memberikan pemahaman tentang lelucon mengenai anggota tubuh.
7. Menghindari tayangan iklan yang berleihan terutama mengenai pola dan nutrisi makanan yang tidak sehat.
8. Menghindari tayangan gambar atau iklan rokok

Usia Remaja (12-18 tahun)
1. Memiliki kesempatan bersama yang dipahami dan di jalani anak, memonitor pelaksanaanya, konsisten menerapkan konsekuensi atas pelanggaran dan memberikan   apresiasi atas keberhasilan anak dalam menjalankan kesepakatan.
2. Memperkenalkan keanekaragaman, ras, etnis dan situasi ekonomi.
3. Mengajak anak berfikir kritis atas tayangan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan seperti ; menurut kamu apa yang paling menarik dari video ini?
4. Memanfaatkan tayangan media dan perangkat digital untuk membicarakan bebagai karakter.
5. Memanfaatkan media blogs untuk melatih anak berfikir kritis dan membimbing mereka untuk menjadi penulis, bukan hanya pembaca.
6. Mengajak anak untuk mengeksplorari lebih jauh minat dan bakatnya
7. Menghindari tayangan  iklan rokok, minuman keras dan narkoba
8. Menanamkan etika berkomunikasi positif  di media sosial
9. Memperhatikan pengaturan privasi dalam media digital, khususnya media sosial
10. Membatasi aktifitas anak di sosial media

Berapa usia anak Anda? Jika ada dalam kategori diatas, segera perhatikan pedoman yang diberikan. Diskusikan dengan pasangan agar tidak ada perbedaan pendapat dalam mendisiplinkan anak. Lakukan dengan konsisten prinisp diatas. Jangan lupa untuk selalu berdoa pada Allah SWT agar anak-anak kita terhindar dari bahaya pisau bermata dua, internet dan gawai.

Salam cinta selalu..
Deassy M Destiani, S.P, S.Pd
Mau konsultasi ? Cukup beli buku BUKAN SEKADAR KATA, Anda punya waktu 1 jam konsultasi bersama saya.

Post a Comment

0 Comments