Pacar dan Pasangan Hidup

Oleh : Agus Ariwibowo

Memilih pacar dan pasangan hidup adalah dua hal yang berbeda. Seseorang yang cocok sebagai pacar belum tentu cocok sebagai pasangan hidup. Makanya kita lihat banyak yang romantis saat pacaran, namun setelah menikah malah minta cerai.

Pacar hanya pasangan untuk bersenang-senang, ketemu hanya sesekali waktu dan itupun saat kondisi terbaik, penampilan terbaik dan juga waktu terbaik tentunya. Nggak ada kan yang baru bangun tidur lansung ngapelin pacarnya ? Hehehe

Sementara pasangan hidup adalah teman untuk menjalani kehidupan dalam kondisi susah maupun senang, saat sulit maupun lapang, waktu mood maupun tidak mood, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Saat si dia tampil rapi dengan penampilan terbaik sampai juga ketika bangun tidur berantakan dan ileran.

Lebih dari itu pacaran tidak mengikat satu sama lain dengan komitmen dan tanggung jawab, makanya ya begitu saja. Sementara pasangan hidup kamu dan dia terikat oleh satu perjanjian, bahkan disebut sebagai Mitsaqun Ghaliza (perjanjian yang kuat). Masing-masing memiliki kewajiban yang mesti di jalankan dan juga hak yang harus diterima. Dan, suatu ketika kedua-keduanya akan mendapatkan amanah besar dari Allah Swt yaitu anak.

So, ketika memilih pasangan hidup jangan samakan dengan memilih pacar. Yang penting ganteng atau cantiknya, pengertian atau pedulinya. Tetapi pilihlah yang baik agama dan akhlaknya. Ini kunci utama.

Bagi kamu yang laki-laki pilihlah wanita yang kamu kira cocok dan pas sebagai calon istrimu dan juga sebagai calon ibu bagi anak-anakmu nanti. Bagi yang wanita pilihlah laki-laki yang mampu jadi imam dan pembimbing dalam keluarga, jadi ayah yang bertanggung jawab. Serta ketika bersamanya surga terasa semakin dekat.

Dan, yang penting lagi. Pilihlah calon pasanganmu dengan cara yang Allah ridhoi, tentunya bukan lewat pacaran.[]

Sumber;

FP: Agus Ariwibowo

Tulisan lain Agus Ariwibowo :

Shalat dan Kita

Orang bijak mengatakan shalat kita akan mencerminkan bagaimana pribadi kita.

Jika selama ini kita sering terlambat, maunya yang serba instan (terburu-buru), suka menunda, dan susah fokus dalam mengerjakan segala sesuatu boleh jadi kita juga sering telat dalam shalat, terburu-buru dalam shalat, suka menunda - nunda shalat dan susah fokus (khusyuk) dalam shalat kita.

Shalat adalah tiang agama semestinya dengan shalat yang benar agama akan berdiri kokoh dan tegak dalam jiwa kita...
Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar semestinya dengan shalat yang benar kebaikan-kebaikanlah yang akan selalu mengalir dari lisan, tulisan dan perilaku kita..

Yuk sob, ubah shalat kita InsyaAllah akan merubah kehidupan kita menjadi lebih baik.

*Agus Ariwibowo

Tulisan lain:

SEDIHNYA PERPISAHAN DENGAN RAMADHAN
*Agus Ariwibowo
.
.
Mungkin kamu juga merasakan hal yang sama, setiap akhir ramadhan kita merasakan begitu sedihnya berpisah dengan ramadhan. Kemesraan 30 hari bersama ramadhan cepat sekali berlalu, penantian selama 11 bulan lagi panjang sekali rasanya.

- Muncul rasa dalam hati kalau ramadhan kita belumlah maksimal.
- Hadir pertanyaan, akankah kita masih dipertemukan dengan ramadhan
- Ada juga penyesalan, kenapa kemaren selama Ramadhan kita tidak memaksimalkan ibadah pada-Nya.

Sohibku, Alhamdulillah Ramadhan kembali datang, ia kembali menyapa, ia sudah dipelupuk mata. Kesempatan untuk bermesraan dengannya kembali hadir. Mari kita maksimalkan ramadhan kali ini, lalui ramadhan kali ini dengan sebaik-baiknya. Agar di akhir ramadhan nanti  tak ada lagi tangis penyesalan. Tetapi rasa optimis untuk menghadapi 11 bulan dengan lebih optimis.

- Sebab Ramadhan adalah bulan Qur'an mari kita perbanyak membaca A-qur'an, menelusuri maknanya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari..
- Sebab di bulan Ramadhan pahala kita akan Allah lipatgandakan mari kita perbanyak amal, tingkatkan amal.
- Sebab Ramadhan adalah bulan latihan, mari kita gunakan untuk melatih diri mengikuti ketaatan dan menundukkan syahwat.
.
.
Waktunya sebentar lagi, mari persiapkan diri sambut bulan suci Ramadhan 1438 H dengan penuh suka cita. Semoga kita bisa bermesraan dengan bulan ramadhan kali ini dengan semesra-mesranya. Aamiin.

Dan, terakhir kami ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1438 H, Mohon maaf dimaafkan segala kekhilafan.

Post a Comment

0 Comments