Narrow Minded and Money Oriented ( Mengukur Kapasitas Berfikir Seseorang )

Oleh : Lalang Bakti

SEBENARNYA saya ingin menulis artikel lain soal kenakalan remaja dan kejadian luarbiasa yang saya alami saat baru tiba di Jakarta. Tapi, kayaknya ada satu pembahasan yang lebih asik dikupas (biar ngak niru kata si pak anu "digoreng").

Kita pasti masih ingat betul aksi fenomenal umat Islam melawan kedzaliman penista agama tahun lalu... Aksi itu berhasil di hadiri oleh 7 juta lebih umat Islam. Bahkan banyak kantor berita yang terheboh-heboh membeitakannya. Juga ada media fitnah yang suka nyinyir (oke nggak usah dibahas).

Di tengah aksi yang luar biasa itu masih aja kita temui adanya orang nyinyir yang nyebar fitnah ke sana-kemari. Padahal dia ngakunya Islam... Miris banget!!!

In short, kini umat Islam kembali akan menggelar aksi untuk menolak Perppu Ormas dan kebangkitan PKI besok pada hari Jumat (kalian kudu dateng deh). Ya melalui Perppu dzalim inilah para Kyai dan ulama dikriminalisasi, dan melalui Perppu inilah banyak lembaga dan ormas (terutama yang berbau Islam) dipresekusi. In sum, Perppu ini sangat bahaya bagi kita dan anak cucu kita kelak...  Ngeri ngak bray?

Nah, di saat para kaum muslimin dari berbagai ormas, latar belakang profesi dan pendidikan menyatukan kekuatan. Ada aja pihak-pihak yang mencoba mencitraburukkan aksi Solidaritas Umat tolak Perppu Ormas dan kebangkitan PKI tersebut, padahal sebagian mereka mengaku Islam/muslim.  Duh heran nggak sih???

Lagi-lagi bentuk penggembosannya sama, satu diantaranya adalah dengan menyatakan bahwa aksi 299 adalah aksi yang dibiayai pihak tertentu. Honestly, emang sih aksi tersebut dibiayai pihak tertentu (ongkos sendiri2).  Tapi beneran deh ungakapan2 mereka dalam beberapa wawancara, nggak enak didengarkan. Seolah2 masa yang hadir tanggal 299 dibiayai oleh pihak yang punya duit banyak dengan tujuan negatif.

Well, well, well. Oke saya ngaku deh, kalau saya berangkat ke Jakarta dengan duit orang yang berhasil saya dapatkan setelah saya bekerja semingguan lebih. Which is udah jadi duit saya.

Dari ungkapan fitnah kayak gitu, saya secara personal bisa sedikit menyimpulkan bahwa "orang yang narrow minded dan money oriented" itu mikirnya ke cetek an. Mungkin gara-gara IQnya ketinggian, sampai 200 kali ya... (penasaran gue).

Atau karena kebiasaan mereka yang udah terbiasa dibayarin sama pihak tertentu saat mau ngeluarin statemen yang memfitnah dan memecah belah umat???  Dapat bayaran berapa pak tiap satu katanya?

Kemungkinan ketiga ini yang paling parah (kalian bisa skip kalau nggak suka). Yakni mungkin mereka nggak pernah merasakan nikmatnya Iman, dan semangat ke Islam an kali ya? Sehingga setiap agamanya (Red Islam) dinistakan dan umat Islam disakiti mereka nggak merasakan apa-apa...  Hambar gitu...

Padahal Rasulullah pernah berpesan bahwa selemah-lemahnya iman adalah dengan membenci sebuah kekufuran (melawan kekufuran dengan hati). Nah loh super parah bukan...

Overall, kita bisa dengan mudah menilai sekelas tentang seseorang melalui apa yang ia katakan. Juga melalui penolakan nya terhadap sebuah fakta. Kalaupun kalian enggan mengikuti aksi umat ini, setidaknya jangan nyinyir atau malah menyebar fitnah.

Tidakkah kalian ingat bahwa setiap perbuatan dan perkataan kita bakal dimintai pertanggungjawaban?

Salam hangat buat kalian yang narrow minded dan money oriented. Semoga Allah memberikan kesempatan taubat sebelum nyawa terangkat!

Bagi saudara-saudara sesama muslim semua, masih ada waktu untuk gabung dengan aksi 299 besok, luruskan niat dalam mempersiapkan bekal akhirat.

Yang sedang dalam perjalanan ke Jakarta, semoga Allah memudahkan langkah dan melenyapkan semua hamba tanya.

Jakarta 28 September 2017
Detik-detik menuju aksi 299
Tolak Perppu Ormas dan Kebangkitan PKI

Sumber:

Fb: Lalang Bakti

Post a Comment

0 Comments