Mengembalikan Format Islam

Oleh : Uni Kabsyah

ISLAM adalah agama yang diwahyukan Allah kepada Muhammad SAW. Merupakan seperangkat aturan yang lengkap dan sempurna yang mengatur segala aspek kehidupan.

Disadari atau tidak, keberhasilan musuh - musuh islam yakni Kaum Kafir Barat benar adanya. Mereka telah menoreh kesuksesan dalam mengubah format islam dalam pandangan hidup kaum muslim. Bahkan, mereka berhasil membuat Muslim takut dengan agamanya.

Prestasi yang kian hebat ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, Kafir Barat menyimpan kedengkian kesumat yang akan tetap ada hingga Hari Kiamat. Kedengkian ini akan mendorong mereka untuk terus berfikir agar kaum muslim jauh dari islam,takut bahkan benci dengan segala sesuatu yang berbau islam.

Format Islam pun diubah yang seyogyanya aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya sendiri dan sesama manusia justru didiskreditkan hanya ibadah ritual. Sisanya kaum kafir pun mempersilahkan kaum muslim untuk membuat format aturan sendiri untuk mengatur dirinya dan sesama manusia.

Padahal, Seruan untuk tunduk,patuh dan Taat kepada Allah sudah sering didengarkan oleh kaum muslim. Namun,  tidak semua menyambut dengan kalimat "sami'na wa atha'na". Kedudukan diri sebagai Hamba pun tidak benar - benar disadari yang tertinggal hanyalah kata abai dan lalai.

Oleh sebab itu, bagi jiwa - jiwa yang taat terhadap syariat, memang kata "mundur" dan "menunda" bukan kata yang tepat di kamus pejuang syariat. Sebagaimana musuh - musuh islam yang tidak henti membuat makar, maka kita seharusnya juga tak henti menyusun strategi kemenangan.

Mengembalikan format islam yang sesungguhnya ke dalam pemikiran kaum muslim, bahwa Islam itu Syariat Kaffah. Dan tentunya dengan dakwah. Dakwah yg mengajak umat untuk sadar bahwa ia diciptakan untuk taat dengan rabbNya. Tidak hanya sekedar ibadah ritual tetapi hingga urusan pemerintahan. Realitanya dalam perkara sistem kita belum terikat dengan islam (politik, ekonomi,sosial,sanks,dll) maka menegakkan sistem yang berdasar aqidah islam menjadi sebuah kewajiban atas nama Ketaatan.

Al Faqir
Uni Kabsyah

Tulisan tambahan :

Kuesioner Depresi Pasca Melahirkan

By Deassy M Destiani

Akhir-akhir ini berita di media kerap memunculkan penganiayaan Ibu terhadap anak kandungnya sendiri. Mengapa bisa terjadi? Banyak faktor pastinya. Tetapi salah satu yang saya ketahui dan saya buat bukunya adalah karena depresi pasca melahirkan.

Di buku "Anakku Bukan Anakku" saya banyak bercerita mengapa seorang Ibu bisa berubah dari yang asalnya lemah lembut dan mencintai anaknya menjadi Ibu yang tega menyakiti anaknya.

Menurut penelitian, perempuan memang rentan terkena depresi. Oleh karena itu, sebelum Anda berubah menjadi Ibu yang menyakiti anaknya sendiri silahkan jawab kuesioner di bawah ini.

Saya bukan psikolog, tetapi kuesioner sederhana ini semoga bisa membantu para Ibu untuk menyadari apa yang terjadi dengan dirinya. Segera cari bantuan jika hasil jawaban Anda menunjukkan bahwa Anda butuh pertolongan.

Jawab yang jujur ya!

1) Saya bisa tertawa dan melihat segi-segi lucu sari segala sesuatu, misalnya suatu pertunjukan, bacaan, cerita komedi, lawakan, guyonan, obrolan sehari-hari:
(0) sering/selalu
(1) sekarang tidak begitu banyak,
(2) sangat sedikit,
(3) tidak sama sekali.

2) Saya gembira menghadapi segala sesuatu.
(0) sering/selalu
(1) berkurang sedikit dari biasanya,
(2) sangat kurang dari biasanya,
(3) hampir tidak pernah.

3) Saya menyalahkan diri sendiri secara tidak semestinya bila keadaan menjadi buruk.
(0) tidak pernah,
(1) tidak begitu sering,
(2) ya, kadang-kadang,
(3) ya, hampir selalu.

4) Saya merasa khawatir dan cemas tanpa alasan yang jelas.
(0) tidak sama sekali,
(1) hampir tidak pernah,
(2) ya kadang-kadang,
(3) ya sering

5) Saya merasa takut dan panik tanpa alasan yang jelas.
(0) tidak sama sekali,
(1) tidak banyak,
(2) ya kadang-kadang,
(3) ya cukup sering.

6) Segala sesuatu terasa membebani saya.
(0) tidak, saya selalu bisa mengatasi masalah dengan baik seperti biasa,
(1) tidak, Saya bisa mengatasi beberapa masalah meski ada beberapa masalah yang butuh bantuan orang lain,
(2) ya kadang-kadang saya tidak bisa mengatasi masalah sebaik biasanya,
(3) ya, saya merasa beban hidup sangat berat

7) Saya merasa sangat tidak bahagia sehingga saya sulit tidur. (0) tidak sama sekali,
(1) tidak begitu sering,
(2) ya kadang-kadang,
(3) ya hampir setiap waktu .

8) Saya merasa sedih atau jengkel tidak menentu.
(0) tidak sama sekali,
(1) tidak begitu sering
(2) ya cukup sering,
(3) ya, hampir setiap waktu.

9) Saya merasa sangat tidak bahagia, sehingga saya menangis. (0) tidak pernah,
(1) hanya sekali-kali,
(2) ya cukup sering,
(3) ya hampir setiap waktu

10) Saya pernah ada pikiran-pikiran untuk melukai diri sendiri. (0) tidak pernah,
(1) jarang,
(2) kadang-kadang,
(3) ya cukup sering.

Hitung nilai Anda sesuai poin dalam kurung. Jumlahkan semuanya.

Nilai 0 sd 10 = Normal

Nilai 11 sd 20 = Depresi ringan (baby Blues) bsa hilang dalam waktu tertentu.

Nilai 21 sd 30 = Segera cari bantuan ahli.

Post a Comment

0 Comments