MAHASISWA VS DOSEN (1)

Oleh : Nur Baya

YANG membaca tulisan ini saya jamin pasti mantan mahasiswa, sementara mahasiswa, calon mahasiswa, pacar mahasiswa, tetanggaan sama mahasiswa, saudara mahasiswa, atau orang tua mahasiswa.

Reunian mengenang masa-masa mahasiswa yuuukk, sekaligus yang masih berstatus mahasiswa, mari belajar bareng-bareng sayang, karena kalian-kalian adalah agen pembaharu .

Dunia kampus tentu identik dengan mahasiswa dan dosen. Perlu diketahui bahwasanya ada beberapa kode etik yang kudu dijadiin rambu-rambu dalam mewujudkan atmosfer akademik yang menenangkan dan menyenangkan.

Rules-nya adalah sebagai berikut, disimak yaaaahhhh

Bijak dalam menggunakan ponsel

Saat menghubungi dosen, perhatikan adab yang seharusnya diindahkan oleh mahasiswa.

Jangan menghubungi dosen sesuka jidatmu, perhatikan jam saat kamu melakukan calling. Sebaiknya setelah di atas pukul 20.00 malam stop menghubungi dosen, karena dosen juga punya keluarga gak melulu ngurus mahasiswa 24 jam.

Terkecuali ada hal mendadak yang harus dikonfirmasi, misalnya perubahan jadwal ujian, jadwal mengajar atau ada sesuatu emergency yang terjadi pada dirimu.

Misal, di kosanmu terjadi situasi yang menegangkan dan perlu segera bala bantuan. (Tapi kalo terjadi kebakaran telepon Damkar dulu baru dosenmu yahhh, jangan dibalik, ntar keburu ludes dilahap si jago merah kalo kamu kelamaan curcol sama dosenmu, hehehe).

Saat menghubungi dosen, ketika calling mu tidak dijawab, tinggalkan pesan sms supaya dosen paham apa yang ingin engkau sampaikan. Karena dosen bukan paranormal yang bisa menebak-nebak maksud dan tujuanmu.

Cara mengirim sms gunakan bahasa.Indonesia yang tidak membingungkan. Bedakan gaya sms ketemanmu dgn dosenmu. Sms dosen HARAM pake bhs 4/4y (baca alay). Gunakan bhs yg sopan dan sertakan identitas.

Jangan menghubungi dosen bertubi-tubi sampai-sampai panggilan tak terjawabmu memenuhi layar ponsel.

Saya pernah punya pengalaman, ditelpon mahasiswa mulai dari takbiratul ikhram (shalat duhur) sampai beri salam. Sumpah, kekhusyukan shalat saya gak ada romantis-romantisnya sama Allah. Yang ada malah hati mendongkol.

Pas selesai shalat saya hubungi balik, ya elaaaaahhh yang ditanyain cuma “Ibu hari ini ke kampus? Saya mau klarifikasi nilai saya bu”.

Kujawab “Lain kali kalo menelpon pake perasaan yah, jangan seperti nantangin berkelahi. Tau tidak telponmu tak berhenti mulai saya sholat rakaat pertama sampai beri salam, kalo menelpon 1-2 kali lantas tidak ada jawaban tarik nafaslah banyak2, undang rasa kesabaranmu untuk menahan tanganmu menekan tombol panggilan. Dosenmu bisa saja sementara mobile, sholat, mandi, meeting atau punya kesibukan yang tak sempat mengangkat telponmu” jawabku panjang lebar selebar mulutnya yang mungkin lagi mangap dihantam rasa bersalah. hehehe

Saya juga pernah punya sejarah mengenaskan ditelpon pukul 23.30 malam, kirain telpon darurat binti genting segenting-gentingnya, ya ampuuunnnnn lagi-lagi hanya menyakan hal remeh-temeh, cuma nanyain nomor teman dosen X. Emang ia sih pembukanya manis tapi tetep berasa pahit “Halo, Assalamu Alaikum ibu. Maaf mengganggu malam2 (dalam hati saya, ia mengganggu banget sudah pukul stengah 12 Ding) begini bu, bisa minta nomornya ibu X???”.

Yassalaaaammm ini mahasiswa menelpon dari Tanah suci apa dari Amerika yah, sehingga gak nyadar kalo di Indonesia itu sudah pukul setengah 12 malam. Dengan sisa jengkol eh dongkol yang menggelayut saya bertanya “Ada apa dengan bu X, ada informasi penting?”.

“Ada jam mengajarnya besok ibu”.
“Bukannya itu tugas dari ketua tingkat?” sanggahku.

“Ia ibu, tapi ini belum ada kabar dari ketua tingkat, ibu X besok bisa masuk atau tidak makanya saya minta nomornya sama ibu.” Jelasnya berlagak pahlawan tengah malam.

“Ya sudah nanti saya smskan nomornya”.

Lalu kuketiklah sms No ibu X, sekalian kusertakan kata-kata mutiara berlapis berlian.
Ini nomor ibu X : 085355447xxx, lain kali jangan menghubungi dosen jam segini nak. Kurang etis, dosen itu bukan teman sebayamu yang bisa kau calling sesukamu, juga bukan pacarmu yang setelah kau merajuk manja tengah malam ia akan luluh.

Perhatikan tata krama dalam menghubungi dosen. Meskipun kau menelpon dosenmu menggunakan i-phone tercanggih, itu jauh lebih terhormat saat hape Nokia butut menelpon dosen tapi diwaktu yang tepat. Setelah saya kirimkan nomor ibu X, kamu tidak usah menjadikan ibu X korban kamu selanjutnya. Cukup saya!!! Semoga kamu tidak insomnia setelah membaca pesan saya. Terima kasih.”

Pasca pesan panjang itu kulayangkan segera kutekan tombol off untuk menon aktifkan HP. Selanjutnya tarik nafas sambil beristigfar sebanyak mungkin agar tak tersulut emosi, hehehe.

Penting dicatat untuk mahasiswa : kalau hanya mencari informasi nomor dosen, tanyakan sama teman-teman kelasmu terlebih dahulu. Atau langsung tanyakan pada kepala suku alias ketua tingkat kalian. Kalo nomor ketimu tidak aktif, bergerilyalah cari ke teman-teman yang lain.

Kalo sudah benar-benar mentok, barulah menghubungi dosen yang menurutmu di hapenya bersarang nomor dosen yang engkau inginkan. Itupuuuuuunnnn, lihat timingnya. Tepat apa tidak, sesuai ato tidak. 

Jangan sampai kamu meminta nomor dosen tapi yang ada malah kamu dapat nomor dosa. Ia sama-sama berdosa. Kamu berdosa karena mengganggu dosenmu, dosenmu pun berdosa karena tidak menutup kemungkinan ia akan mendampratmu.

Juga yg tak kalah pentingnya jgn berebutan menghubungi dosen, cukup petinggi dan pejabat kelas saja. Kecuali kalo memang urusan personal. Tapi kalo cm memastikan masuk ngajar atau tidak,  gak usah ''keroyokan'' nanya berjamaah sekaligus beruntun. Pucing pala dosen Nak.

Untuk dosen : Bijaklah menyikapi mahasiswa, jika memang tak sibuk-sibuk amat jawablah telponnya. Balaslah pesannya supaya ia tak merasa seperti pejantan tangguh yang mengutarakan perasaannya tapi digantung mulu. Mahasiswa menunggu balasan. Mahasiswa juga punya skedul supaya mereka bisa menentukan skala prioritas, berilah ia kepastian.

Derita mahasiswa salah satunya adalah kurang perhatian dari dosennya #eaaaaa. Dosen ditelpon gak diangkat, disms tak dibalas. Duhhh gusti ampuni dosa-dosa dosenku.

Next…….

Mengedukasi tentang janjian

Jaman sekarang kita sudah difasilitasi dengan alat komunikasi kan yah. Sebelum menyambangi rumah dosen biasakan buat janji terlebih dahulu.

Sama pacarmu aja bikin janji apalagi sama dosenmu? Jangan datang dan pergi ke rumah dosenmu sesuka hatimu seperti lagu letto “kau datang dan pergi oooo begitu saja”. (Etapi sebaiknya gak usah pacar-pacaran yah, kuliah aja yang bener sampe kelar)

Nah setelah sepakat jam sekian kudu ditaati yah? On time !!! Yupp On Time pemirsa !!! sekali lagi On Time sayang !!!

Perlu sedikit saya luruskan defenisi on time yah, misal kita sudah membuat kesepakatan jam 4 sore teng.

Saat kamu nongol pukul setengah 4, itu juga tdk masuk kategori on time, gak ada bedanya saat kamu datang pukul 4.30.

Terlalu cepat datang sama aja statusnya saat kamu terlambat datang. Sama-sama tidak On Time.

Nah kalo misalnya kamu tidak bisa on time 100% kabari minimal 1 ato stengah jam sebelum deadline janjian kamu. Supaya dosenmu bisa segera reschedule. Jangan nanti pas nyampe baru mengutarakan alasan sepanjang jalan kenangan, macetlah, baru ngeprintlah, nungguin temanlah, dll, dsb, etc.

Btw, rasanya tidak fair yah, kalo cuma menuntut mahasiswa On time. Dosen juga kudu on time. Jangan pake rumus dan jurus mentang-mentang hehehe.

Mentang-mentang dosen, mentang-mentang dibutuhin bla bla bla, tra la la, tri li li. Pun juga jika sekiranya tiba-tiba ada urusan mendadak sehingga tidak bisa menepati kesepakatan awal, konfirmasilah pada mahasiswa.

Saat tak sempat mengisi mata kuliah sampaikanlah secepatnya agar mahasiswa segera menghubungi tim dosen yang lain atau mencari dosen pengganti.

Kasihan mahasiswa yang radius rumahnya ke kampus tak sedekat jangkauan sutet, hehehe.

Pertimbangkan bensin mereka (bagi yang bawa kendaraan pribadi), sewa angkot mereka, waktu mereka, uang jajan mereka dan pakaiannya jadi kotor (lumayan bisa menghemat rinso, colek buat mahasiswa yang ngekost) maklum, kiriman kadang telat jendral .

Bersambung……..

Nurb@y@ Tanpa Siti
#writeCH

Post a Comment

0 Comments