Maafkan Suamimu yang Tidak Romantis

Oleh : Hilmi Firdausi

ISTRIKU, Aku tau kamu butuh kemesraanku, Aku tau kamu butuh kegombalanku, Aku tau kamu ingin selalu kuperhatikan, Aku tau kamu ingin Aku selalu ada buat kamu...

Kata siapa Aku tidak ingin ? Aku juga ingin seperti itu cintaku. Namun apalah daya suamimu ini, terkadang untuk diri sendiripun Aku tak begitu peduli. Sungguh Aku ingin selalu membersamaimu, namun waktuku untuk bekerja demi keberlangsungan hidup keluarga kita kadang menyita waktu, energi, tenaga dan pikiran. Aku memang tak boleh mengeluh, karena itu pantang bagi seorang suami. Namun izinkanlah Aku meminta keikhlasan kamu dan anak-anak, walau raga tak selalu bersama...namun hati dan jiwa semua tertuju pada kalian.

Aku juga bukan tipe laki-laki romantis yang selalu memberikan suprise, itu memang karena Aku tidak bisa, atau lebih tepat belum bisa dan terbiasa.  Aku juga ingin belajar romantis...tapi belajar dari kamu sayang. Kamu ajari Aku ya...pelan-pelan, contohkan...semoga Aku bisa belajar, walau mungkin nanti agak sedikit garing, please jangan kamu tertawakan.

Sayang...Maafkan Aku juga yang kadang menekuk muka selepas pulang kerja, Aku tau itu salah, tak selayaknya Aku membawa beban pekerjaan ke Istana kita. Istana kita cukuplah diisi dengan kebahagiaan, kesyukuran dan ketaqwaan, namun Aku manusia yang tak luput dari kelemahan, kadang tak bisa mengontrol emosi, kadang tak bisa menyembunyikan masalah yang akhirnya malah merusak kebahagiaan kita yang juga tak baik untuk psikologis anak-anak kita.

Istriku...walau jarang berkata I Love U atau minimal menulis pesan Aku Kangen Kamu... namun yakinlah,  tak akan ada cinta yang lain, tak akan ada kangen untuk yang lain...karena bagiku, cinta itu adalah kamu dan anak-anak,  kangen kalian adalah motivasiku untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan dan bergegas pulang untuk memeluk kalian satu persatu.

Senyum dan pelukan kalian adalah obat mujarab bagi si laki-laki kaku dan tidak romantis ini. Tawa dan keceriaan kalian adalah kebahagiaan tiada tara buat si laki-laki dingin dan datar ini. Namun, dibalik semua ketidakromantisanku... yakinlah,  Aku yang paling sedih jika kalian tidak bahagia,  Aku yang akan menderita jika kebutuhan hidup kalian tak tercukupi... karena bagi si laki-laki tak romantis ini,  tanggung jawab adalah bentuk kemesraan,  kerja keras adalah romantisme. Maaf kalau selama ini jarang membuatmu meleleh dan berbunga-bunga. Aku janji akan belajar jadi romantis seperti yang kamu mau sayang... sekali lagi, jangan bosan ajari Aku ya...

*tulisan ini saya persembahkan kepada para suami, sebagai jawaban untuk para Istri yang sering lihat postingan saya tentang romantisme pernikahan.

Sumber:

Fb: Hilmi Firdausi

Tulisan lain:

Istri yang terlalu menempel

Saat tidur dia memeluk, saat duduk dia menggenggam, saat berjalan dia menggandeng... Dan saat jauh, dia cepat merindu.

Bukan karena istrimu berlebihan pada semua situasi...Bukan !
Bukan pula ia sedang menjelaskan kepada dunia bahwa engkau miliknya, dan dia milikmu.

Tapi cobalah perhatikan, saat dia memilih bahumu ketika hendak ingin tidur. Bukan karena bantalnya yg kurang nyaman, tapi mungkin ia ingin merasakan bersandar diatas bahu yg telah banyak memikul amanah tentangnya.

Itu kesyukurannya tentang tanggungjawabmu...

Coba perhatikan.. Saat dia memilih mengenggam & menggandeng tanganmu ketika duduk & berjalan, bukan karena ia tidak nyaman berada diantara yg lainnya.

Tapi dia ingin, saat dia berbicara dan berjalanpun selalu berada dlm penjagaanmu...
Tersebab syaitan menghiasinya langkah kakinya, dan ketika berbicarapun lisannya kadang tak terjaga...

Itu keyakinannya.. Bahwa kau mampuh menghindarkannya dari seburuk buruknya fitnah...

Ketika dia juga terlalu cepat merindu, saat baru sebentar sja kau tdk dgnnya...Bukan karena ia tak bisa jauh jauh...
Tapi dirimu mnjadi satu satunya tempat ia bercerita...Menghabiskan waktu utk meluapkan kekesalan, suka dukanya...

Itulah cara dia menjaga aib aibmu, dan juga aibnya agar tidak tercerita kepada mereka yg tidak amanah dalam menjaga rahasia...

Duhai suami.. Sebenarnya istrimu bukan terlalu menempel.. Dia hanya sedang ingin berbicara mesra tentang kesyukurannya bersuamikan dirimu...Tapi kadang ia tdk tau bagaimana caranya...

Nikmati...Biarkan...
Karena kelak...Masa tua, dan usia jualah yang kan menjadi pemisah... Antara sikapnya terhadapmu...dan sikapmu terhadapnya.

Copas dari WAG JKH 2.

Post a Comment

0 Comments