Lahirnya Generasi Idiot Tanpa Emosi, Bullying Dan Pandangan Gelap Masyarakat Terhadap Dunia Autis

Oleh : Raidah Athirah

Screenshot yang saya bagaikan ini adalah suara keprihatinan saya untuk kalian ;  Generasi Idiot di Indonesia.Generasi tanpa emosi. Generasi yang akan menjadi manusia-manusia berjiwa idiot di masa depan.

Saya berharap banyak pihak yang mulai bersuara,mengedukasi dan menyadari  dengan tumbuhnya generasi ini akan membawa kerusakan besar-besaran terhadap kemajuan bangsa yang beradab.Kita perlu mempertanyakan  peran orang tua dari generasi idiot ini dalam kekerasan yang telah menimpa putra kami tercinta,Ananda Farhan.

Bila tidak hari ini ada yang bersuara,maka putus sudah harapan untuk generasi bangsa yang maju dan beradab.Tinggallah nanti lima, sepuluh atau lima belas tahun kemudian atau bahkan lebih cepat dari yang dibayangkan kita diperintah,dipimpin oleh manusia-manusia idiot yang tidak mengenal kecerdasan emosi.Kerja dari generasi ini adalah menindas yang lemah .

Kelak,bila mereka memimpin yang lahir dari karya mereka kemungkinan terbesar adalah kerusakan dari sifat yang suka memanipulasi orang lain dan merendahkan martabat manusia.

Pekerjaan dari generasi ini di dunia nyata adalah melecehkan dan menindas  orang lain.Relahkah Anda dipimpin oleh mereka ? Ini belum ditambah dengan kekerasan yang berlanjut ke dunia maya yang kita sebut " Cyber Bullying ".

Ini adalah bibit -bibit kriminal yang bila tidak disadarkan secepatnya maka tunggu saja korban dari generasi bersih dan jujur seperti apa yang sudah menimpa putra kami,Ananda Farhan akan terus bertambah.

Bahkan tak sedikit anak-anak istimewa nan cerdas ini dibunuh di dunia pendidikan berupa sekolah dan kampus dalam bentuk Bullying yang tak henti-henti.Sampai kapan kita harus mentolerir generasi idiot ini ?

Saya menulis dengan rasa perih hati  sebagai ibu yang juga dikarunia putri istimewa .Saya dihinggapi ketakutan  tentang hilangnya  rasa aman bila generasi tanpa emosi ini tumbuh dan mematikan potensi besar dari generasi emas bernama anak-anak istimewa.Ya,anak-anak kami yang disebut anak Autis.

Saya mengamati dalam pengalaman kami di masa lalu akan pandangan gelap sebagian besar masyarakat bahkan kalangan keluarga dekat terhadap anak -anak istimewa yang dilabeli dengan kata-kata yang menyakitkan ; Gila,idiot dan anti sosial.

Anda semua perlu membuka mata untuk melihat dunia pengetahuan yang luas salah satunya adalah tentang dunia dimana anak-anak istimewa kami tinggal dengan segala kelebihan yang Allah,Tuhan Maha Pencipta karuniakan.

Putra dalam video ini adalah putra saya,putra kami dan putra semua ibu di dunia yang dikarunia TitipanNya yang luar biasa.

Anda semua harus membuka mata dan hati untuk menerima pelajaran karakter dari anak-anak emas kami.

Anak-anak kami tidak mengenal kebohongan.Anak-anak kami tidak suka menyakiti.Jiwa mereka tidak mengenal sifat menindas.Tak ada dalam pikiran mereka sifat memanipulasi orang lain.Anak-anak kami adalah anak-anak yang setia pada ketulusan .Mereka tidak mengenal sifat khianat.Mereka adalah anak-anak surga yang dititipkan di rahim bumi untuk dijaga dan disayangi.

***

Saya berharap Anda yang masih memiliki harapan terhadap anak-anak ini,bergeraklah sebelum kekerasan benar-benar menjadi budaya generasi ini,generasi yang akan memimpin kita di masa depan.

Jangan tutup mata Anda ! Tengoklah lagi ada banyak di luar sana putra-putri kami yang disakiti oleh anak-anak culas ini yang diberi tempat di dunia pendidikan kapitalis.

Kami berharap dari empati Anda yang masih menyala,mari ambil tindakan untuk menghentikan Bullying ( kekerasan) seperti ini ! Untuk siapa saja,dimana saja dan kapan saja mari berdiri untuk masa depan mereka.

Saya takut bila prasangka dalam hati ini  benar bahwa kekerasan kini telah menjadi karakter bagi sebagian besar generasi bangsa kita.Negeri dimana kita tinggal mulai kehilangan  empati,kehilangan emosi.Dan kini kita tengah menontonnya dengan kemarahan yang menyayat.

Kekerasan bukan saja ada di dunia nyata .Kenyataannya ,kekerasan juga terus berlanjut di dunia digital .Dunia tanpa emosi.

Era  digital melahirkan wajah baru kejahatan yang kita sebut dengan istilah Cyber Bullying .Ini salah satu sisi mata pisau dari kemajuan teknologi   yang dulu pernah diprediksikan oleh seorang jenius , Albert Einstein ;

"I fear the day when technology overlaps our humanity. It will be then that the world will have permanent ensuing generations of idiots ( Saya takut suatu hari nanti  teknologi akan tumpang tindih melampaui interaksi sesama manusia. Dunia berikutnya akan memiliki generasi idiot )."

Ada yang menyangkal bahwa ungkapkan diatas bukanlah quotes Albert Einstein .Terlepas dari perdebatan ini,saya ingin kita menengok sekeliling ,menyadari  bahwa kita tengah berada dalam generasi yang diprediksikan olehnya,generasi idiot.Dalam istilah saya sebagai orang tua dengan anak berkebutuhan khusus ,saya menyebutnya ;

" Generasi Idiot Tanpa Emosi  "

Orang -orang di luar  memiliki  pandangan  yang  sangat keliru terhadap anak-anak seperti putri kami yang Autis dengan melabeli mereka  " anak-anak tanpa emosi dan asyik dengan dunia  gadgets " .

Ini sebuah kesalahan besar dalam menilai anak-anak surga ini.Mereka memang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi atau memahami bahasa interaksi sosial pada umumnya ,tapi satu hal yang perlu Anda ketahui adalah anak-anak ini bisa membaca emosi secara cepat hanya dengan merasakan vibrasi emosi dari mimik wajah dan gerakan tubuh .Mereka memiliki sensor yang sensitive terhadap emosi manusia.

Bedakan dengan anak-anak normal yang justru terperangkap dalam hutan rimba dunia digital karena terlalu banyak informasi yang datang yang tidak bisa  diolah dengan cepat.Akibatnya,mereka perlahan kehilangan emosi berupa empati.Kehilangan empati pada emosi manusia bisa membawa pada sikap aggressif dan kekerasan .

Bentuknya bisa kita temui dengan mudah pada orang-orang troller ( tukang hasut di dunia maya) yang mengomentari seseorang dengan kata-kata menyakitkan,mengirim pesan mengancam dan mengintimidasi kejiwaan seseorang secara terus-menerus.

Saya bersyukur putri saya yang Autis mengajarkan banyak hal.Mereka adalah jiwa-jiwa tulus yang tidak mengenal dunia manipulasi.Emosi mereka jujur .Anak-anak Autis bukan anak-anak yang asyik dengan gadgets .Mereka hanya mempergunakan untuk membantu menjembatani dunia belajar mereka yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Seperti putri saya, aktivitas utamanya adalah bermain dan bermain bukan memegang gadget seperti anak-anak remaja yang banyak kami temui di taman.

Hal yang paling ditakutkan sedang berlangsung.Dimana-mana saya saksikan golongan anak-anak muda yang sibuk dengan gadgets di tangan.Entah itu di taman,di bus ,di sekolah,di ruang kelas ,di tengah jalan bahkan di ruang keluarga.Bukan saja anak-anak muda ,sebagian orang yang sudah bergelar orang tua pun lebih asyik dengan smartphone keluaran terbaru daripada bermain dengan anak-anak mereka.

Tubuh berada di dunia nyata,akan tetapi pikiran,tawa,kebersamaan berada dalam dimensi yang kita kenal dengan dunia maya.Dan sosial media adalah cara menunjukkan keberadaan bahkan ada diantara  sebagian orang yang mengemis pengakuan melalui komentar,like dan curhatan-curhatan alay yang tidak pernah terjadi pada  generasi sebelumnya.

Generasi ini lupa bahwa interaksi nyata dengan manusia melahirkan kecerdasan mengelolah emosi.Mereka dihadapkan pada beragam  tantangan yang memaksa mereka untuk berpikir.

Mereka melihat,merasakan dan ikut tertarik pada emosi seseorang berupa marah,sedih atau  ketakutan .Hal ini melahirkan  empati dan simpati terhadap penderitaan orang lain.Dan ini yang disebut kecerdasan emosi sebagai bagian terpenting dalam hubungan dengan sesama manusia.Sebaliknya,dunia teknologi adalah dunia tanpa emosi.Mereka hanya bisa mengira-ngira.Itulah mengapa dunia maya sering juga  disebut  dunia  pura-pura.Dunia yang tidak nyata.

Dan lihatlah perbuatan sebagian generasi idiot ini yang dengan bangga memvideokan  kekerasan yang mereka lakukan beramai-ramai kepada putra kami,Ananda Farhan.

Apa yang Anda semua harapkan dari generasi idiot ini? Anak-anak istimewa kami adalah anak-anak nyata yang harus dilindungi.

Saya mengharapkan campur tangan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab terutama dunia kampus ,tempat dimana seharusnya generasi terdidik dilahirkan yang kini membuat kita harus menahan emosi kemarahan akibat Bullying ( Kekerasan ) yang mereka lakukan terhadap putra-putri istimewa kami.

Generasi ini harus disadarkan untuk menerima perbedaan bahwa ada sebagian anak-anak yang dilahirkan dengan keistimewaan.Mereka tak menginginkan apa-apa hanya sebuat tetesan empati di hati untuk menerima dan menghormati mereka apa adanya agar negeri ini benar-benar menjadi negeri maju yang bisa memanusiakan manusia.

Mari bergerak menyadarkan ,mengajarkan mereka untuk menerima dan menghormati kelebihan dari orang lain !

Polandia,17 Juli 2017

Menulis adalah menyuarakan tangisan atas Rasa empati yang mulai hilang

We are proud to be Autism's Parents

We aware  , accept and respect

We call you from  the bottom of the hearts to do the same to protect those special children

Sumber:

Fb: Raidah Athirah

Post a Comment

0 Comments