Karena Melunasi Hutang Tak Semudah Mengaitkan Tali Kutang

RemajaIslamHebat.Com - Kawan, ini bukan semata-mata perkara berapa digit nominal yang kita pinjam. Mari kita lunakkan hati dan membuka jiwa. Ada hati yang kau torehkan luka. Terluka karena janjimu yang begitu manis sampe-sampe bikin diabetes.

Nominal sedikit atau banyak itu relatif, mungkin bagi tukang becak nominal 7 digit amat sangat banyak.

Bagi orang-orang berduit dan pengusaha yang tajir melintir nominal segitu mah gak seberapa, paling juga buat sekali makan di restoran mewah.

Tapi eh tapi, perkara hati yang tersakiti karena janji???

Mau dia minjemnya 1 M, ratusan juta, puluhan juta, jutaan, ratusan ribu, puluhan ribu, sampe skala ribuan sekalipun? Tetep aja sama. Sama-sama sakit Jendral!! 

Pernah liat anak TK dijanji 5 ribuan kalo bisa ngapalin do'a makan?

Lantas setelah sekuat jiwa raga dia menghafal penuh antusias dengan harapan bisa dapet 5 ribu,  lalu kita kabur gitu aja?? Nyeseknya tuh di sini.

Pernah dengar pengusaha yang dijanji akan diberi investasi 1 M?

Segala perangkat sudah disiapin, pas penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) tiba-tiba si pemberi janji kabur entah kemana. Nyeseknya tuh di sana.

Substansi dan konteks rasa sakit yang dialami si Anak TK dan pengusaha tak ada bedanya. Hanya sj Allah memberikan case yang sesuai dengan tahapan umur, tahapan penalaran, dan tahapan kemampuan seorang hamba meramu problem solving agar tercipta jalan keluar.

Janji sesederhana apapun dan kepada siapapun memiliki kedudukan yang sama dan layak untuk dihormati dengan cara menunaikannya.

Tidak ada "kaveling khusus" bagi orang-orang tertentu saja untuk dijadikan skala prioritas.

Tapiii...

Yang jadi persoalan kemudian adalah saat kita menebar utang di mana-mana. Yakin dan percaya kita akan mendahulukan orang yang kita anggap punya prestise paling tinggi, punya pengaruh lebih besar, punya gengsi di atas rata-rata, starata dan status sosialnya lebih dibanding yang lain, punya power yang lebih, intinya maha pentinglah di mata kita gitu.

Sehingga eh sehingga, kita "menganak tirikan" org yang memberi pinjaman yang kita anggap biasa-biasa kasih alias biasa-biasa saja. (ini menurut hipotesa saya pribadi) .

So...

Bagi yang udah keseringan minjem lalu pura-pura amnesia,  tolonglah untuk jangan terlalu memperturutkan hawa nafsu, dunia ini hanya tempat bersenda gurau, hanya tempat bermain. Setelah kita lelah bermain akan ada saatnya game over.

Semoga sibukmu nun jauh di sana diberkahi Allah. Masih kugenggam janjimu di penghujung Desember 2016 yah.

Sekarang sudah masuk akhir September 2017 tapi janjimu masih kau abaikan.  Lelah sudah hati ini, letih telingaku mendengar janjimu.

Maafkan daku jika sekiranya diri ini berlagak tak memahamimu, tapi adakah engkau sedikit saja "memahami" diriku??

Terima kasih atas pelajaran hidupnya.

Iya, aku sungguh-sungguh berterima kasih.

Sekali lagi aku berterima kasih tak terhingga padamu, ucapan terima kasih yang tulus dari hati layaknya kawan karib yang berangkulan penuh kerinduan.

Yaaahh tak bisa kupungkiri, aku memang merindukan dirimu dan tentunya juga rindu pada utangmu.

Kupeluk mesra janjimu, mendekap dengan takzim penuh keyakinan bahwa engkau akan melunasi sesuai dgn kesepakatan kita diujung telepon kala itu.

Aku berterima kasih padamu kawan karibku karena darimu aku belajar banyak tentang hidup dan kehidupan, dalaaaaaammmm sekali saat aku mencoba ikut "ber-diving" ria dalam hamparan luasnya samudera kehidupanmu.

Ada banyak hal yang kutemui saat aku iseng-iseng "stalking" dalam duniamu.

Jujur, ada beberapa hal dari kepingan puzzle kehidupanmu yang membuat mataku terpaksa membelalak (baca melotot).

Kini pikiranku mengajak berkelana ke rimba hutanG - piutang yang begitu rimbun nan rindang.

Secara terminologi makna utang sepadan dgn menyerahkan harta (uang) sebagai bentuk kasih sayang kepada siapa saja yang akan memanfaatkannya dan dia (si peminjam) akan mengembalikannya.

Yang perlu digaris bawahi dari defenisi utang di atas adalah pemberian pinjaman itu wujud KASIH SAYANG berupa KASIH UANG. Sekali lagi diberikan sebagai perwujudan dari kasih sayang lho yahh BUKAN krn berkelebihan.

Boleh jadi secara kasat mata dirimu dipandang oleh orang kebanyakan lebih "subur, sejahtera dan sentosa sepanjang masa" ketimbang kawan kita yg memberi pinjaman.

Soooo,, marilah kita merawat wujud kasih sayang itu agar tidak berubah menjadi permusuhan dan perpecahan .

Karenamu, saya juga lebih banyak membuka lembaran-lembaran kitab suci kita yang membahas tentang utang (alhmdulillah secara tidak langsung engkau membantuku memperkaya ilmu)

Boleh ditengok QS. Al-Baqarah : 280 "jika orang yang berhutang dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan..."

Kemudian masih disurah yang sama ayat 282 - 283 lebih panjang penuh detail dtuangkan disitu bahwasanya utang it harus ditulis malah, kalo perlu hendaklah ada barang jaminan dst dsb.

Dalam hadits juga dinukilkan bahwa
"Berhati-hatilah kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan menyebabkan kehinaan di siang hari" (HR. Al-Baihaqi).

Senyam senyum saya baca hadits ini, bagaimana tidak risau di malam hari karena bawaannya kepikiran melulu ampe gak bisa bobok syantippp plus bobok manjaHHH.

Trus jadi hina di siang hari mungkin karena dikejar-kejar ama yang ngasih pinjaman, dikejar dr lorong kantor, lorong jalan, lorong kompleks, lorong kosan, lorong tikus ampe ke lorong liang lahat, hehe.

"Barang siapa terlilit utang, ketika dia berbicara biasanya berdusta, dan bila berjanji sering mengingkarinya (HR. Bukhori).

Hmmm... kalo yang ini buanyaaaaaakkk banget yang mengamalkan, janji-janji melulu bak surga telinga yang tak dirindukan, hehehe.

Masih amat sangat banyak dalil yang membahas tentang utang, jika dikaitkan dgn pengurusan jenazah dan ditelaah lebih mendalam,, asli ngeriiiiii.. dst, dsb.

Sungguh indah ajaranMu Ya Allah.. terima kasih telah memberiku petunjuk melalui perantara Qalammu, memberiku pemahaman via hadits-hadits NabiMu (Bershalawatlah kepada beliau).

Mari menanamkan wisdom kepada diri kita masing-masing bahwa boleh jadi pemilik hutang malu untuk menagih.

Tapi kudu diingat kawan bahwa :

Bisa jd dia tdk menagih kpd kita tp justru dlm diam dia sedang mengeluhkan kita kpd Allah. (Syukur-syukur kalo tidak mengeluh kepada manusia, bisa bocor aib kita kan yaa).

Bisa jadi saat mata kita tertidur dengan lelapnya (tertidur karena sudah "lowbat" mikirin utang)
sementara orang itu nun jauh di sana sedang terjaga mengadukan kita, yaaahhh kitaaa (upppzzz kamu... Iyaahh kamuu...) sekali lagi melaporkan kamu kepada Tuhannya.

Ya Tuhan Ya Rabb, jadikanlah kami hamba-hambamu yang senantiasa bersyukur, berilah kami rezeki yang dengan rezekiMu itu kami bisa memenuhi KEBUTUHAN hidup kami, Aamiin.

Catat memenuhi Kebutuhan hidup lho yahhh BUKAN
memenuhi GAYA hidup :-).

Jangan janji-janji melulu. Karena kalo perkara utang, kita akan senantiasa abadi dalam ingatan, hehehe.

"Selamat datang di Zona penuh ketersinggungan (maaf klo banyak yang merasa)"

Karena Sherina-pun bisa geregetan, seperti dalam lirik lagunya.. Gerergetan jadinya geregetan, apa yang harus kulakukaaaann.

Yaaaahh..

Bagi saya

#geregetan_itu_ketikaaa.....

Letih seletih-letihnya menunggu, menunggu hal yang sebenarnya pasti tapi dia "menyulapnya" menjadi abu-abu tak pasti.

Yuppp menunggu utang dibayar ciiinnn.

Lelah selelah-lelahnya berlari, bahkan mengalahkan lelahnya lari maraton, because ini mah lelah berlari yang tak jelas garis finishnya, estafet mulu Cin sampai waktu yang tidak ditentukan.

Lho koq waktux gak ditentukan????
Lhaaaa,,, wong dianya mangkir terus dr waktu yg dijanjikan .

Yuppp estafet janji minggu in dibayar, nyebrang ke minggu berikutnya lalu berlayar ke bulan berikutnya, syukur-syukur kalo gak berpelesir ke tahun-tahun mendatang .

Jadiiiii, entah kapan diri ini ngeliat finish karena bendera finishnya ada sama si "wasit utang" tuh, nah ketika utang lunas, secara otomatis bendera finish akan berkibar dengan gagahnya noohhh, hehehe.

Payah sepayah-payahnya meminta, mengalahkan payahnya mengemis.

Lho koq bisa payah ampe segitunya???

Ya iyalaahhh, kudu dicatet ni yaaahh...

Klo ngemis itukan BUKAN milik kita yang diminta, lhaaa kalo minta utang dilunasi??? milik kita sendiri kan ya, tapi amboiiii milik kita sendiripun susah nian dibalikin, gimana gak double payahnya Jendral, hehehe.

Nyesek senyesek-nyeseknya, mengalahkan nyeseknya putus sandal (asal bukan di moment-moment penting tapi ).

Koq bisa??

Relevansi sandal putus ama utang apa sihh??

Sederhana aja Ciiinn, kalo sandal putus yaa udah putus aja titik. Paling sedihnya cuman bentar trus beli lagi, dijamin rebes tuh perkara sandal putus hehehe.

Tapi kalo utang "diputus" dengan cara menghindar bak buronan alias DPO????

Berkelit bak belut???

Berdalih penuh tedeng aling2???

Beralibi bak hewan amfibi???

Aduhaiii kurang nyesek apa cobaHHH.

Blom lagi kalo ada bonus dianya marah-marah binti ngomel ditagih, sumpah serapah gak jelas, nyinyir menyindir sini-sana. Alamaaakkkk yang ngutang siapaaaa yamg bayar siapa.. hehehe.

Kala itu menghitung hari menunggu minggu, tapi kini sudah berbilang bulan, dikit lagi nyebrang 3 trimester.

Duhai sepenggal daging yang disematkan Allah berupa hati, tetaplah dikau bersabar karena sesungguhnya pahala kesabaran itu tak berujung tak berbatas seperti yg tertuang dlm QS.Az-Zumar : 10 "Sesungguhnya hanya orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas".

Aku sekarang berada diambang speechlees tingkat Dewa Eka Prayoga, uppzzz (nyaris mendekati bungkam sebungkam-bungkamnya)

Tak tahu lagi diriku ini menggunakan prosa apa merangkai kata seee...sopan-sopannya agar tak melukai sepotong hatimu nun jauh disana.

Aku mencoba mengurai rasa kecewa dengan kembali menggelayut mesra pada Firman-firmanNya.

Kurajut asa pembalut  lara, meneguhkan keyakinan pada pemilik semesta bahwa sifat-sifat yang baik itu tdk dianugerahkan melainkan pada orang-orang yang sabar dan mempunyai keuntungan yang besar (QS.Fushilat:5).

Komunikasi intrapersonal bergema memenuhi relung jiwa.

Aku belajar menanamkan bibit-bibit empati padamu dgn harapan agar aku bisa berdamai dgn keadaan. Memupuk tunas-tunas kepercayaan yang tersisa agar tak terkulai sebelum kuntumnya merekah dengan indah.
 

Nb: Tulisan lama yag direcycle ulang untuk memenuhi tugas menulis dengan tema Utang. Jadi kalo ada yang kesindir maappp yaaahhh .

**Nurb@y@ Tanpa Siti
#WriteCH

Penulis : Nur Baya

Editor kata : Hardi Jofandu

Post a Comment

0 Comments