Islam Membentengi Generasi Muda dari Ide Sosialisme - Komunisme

Oleh : Erna Wulandari (Pengamat Pendidikan)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka” (TQS. ar-Ra'd 13 : 11)

Beragam peristiwa negatif yang menimpa generasi muda kini banyak menghiasi media massa. Berita seksualitas, kekerasan, pembunuhan sadis, bully, dan narkotika kerap menjadi topik bahasannya. Tampak ada semacam penyakit yang teramat parah yang menjangkiti sebagian anak muda tersebut. Mereka seolah-olah tidak takut akan apapun, tidak takut melanggar hukum agama, bahkan mungkin tidak takut mati.

Remaja dengan jiwa memberontaknya yang begitu tinggi seakan tertantang untuk melakukan hal-hal yang justru dilarang. Seperti saat ini, saat ada pelarangan terhadap penggunaan atribut palu arit, justru ada sebagian remaja yang menyengaja memakai kaos berlambang PKI tersebut. Yang dikhawatirkan bukan menggunakan kaos atau topi berlambang PKInya tersebut, tapi lebih dari itu. Mereka dikhawatirkan menjadikan ajaran sosialisme-komunisme sebagai arah laku mereka, yang jelas-jelas bertentangan dengan agama Islam, baik dari sisi aqidah maupun aturan. Komunisme adalah ideologi buatan manusia yang menjadikan materi sebagai sumber segala sesuatu, bahkan menistakan keberadaan Tuhan (atheis) dan menganggap agama sebagai candu. Bayangkan jika generasi muda menjadikan paham ini sebagai asas kehidupan mereka. Na'udzubillaahi min dzalik.

Di tengah semakin lemahnya pemahaman umat terhadap agama Islam dan semakin hancurnya tatanan hidup akibat diterapkannya sistem kapitalisme, maka suatu hal yang mungkin apabila paham sosialisme-komunisme tumbuh subur di kalangan generasi muda, tak terkecuali pelajar. Layaknya sebuah ideologi, sosialisme-komunisme akan senantiasa diemban dan disebarkan. Oleh sebab itu, satu-satunya cara membentengi remaja dari paham ini hanya dengan memberikan pemahaman kepada mereka bahwa Islamlah satu-satunya ideologi yang layak mereka ambil. Hanya Islamlah agama yang sesuai dengan akal dan fitrah manusia karena Islam sajalah yang akan menyelamatkan mereka dan menjadikan mereka bahagia di dunia dan akhirat.

Hanya saja, pendekatan pembinaan Islam kepada generasi muda bukan lagi pendekatan dengan nasehat dan petunjuk yang akan membuat mereka bosan, yang dibatasi hanya seputar masalah ibadah dan ahlak semata. Pendekatan Islam ideologis dilakukan melalui pendekatan aqidah, yaitu dengan mengajak mereka berpikir, serta dengan merangkul dan memposisikan mereka sebagai individu yang eksistensinya dihargai. Dengan uslub-uslub pendekatan generasi milenial memungkinkan generasi muda akan melirik, bahkan menjadikan Islam sebagai way of life.

Mengangkat level berpikir generasi muda dan tingkat kepedulian mereka terhadap kondisi masyarakat dan agama saat ini memang merupakan kerja berat. Karena warisan didikan hidup ala kapitalis menjadikan generasi muda berpikir serba instan, tidak mau ribet dan individualistis. Belum lagi sikap apriori terhadap agama yang telah diciptakan sehingga menjadikan agama, ulama, dan ormas Islam sebagai hal yang menakutkan. Tapi bagaimanapun juga tetap harus harus ada upaya untuk membina generasi muda dengan Islam karena hanya ISLAM sajalah yang mampu membentengi generasi muda dari paham sosialisme-komunisme dan semua paham yang sesat dan menyesatkan. Wallahu'alam.[]

Post a Comment

0 Comments