ISLAM, Beyond Agama & Ideologi

Oleh : Doni Riw

Perdebatan seputar status Islam sebagai agama atau ideologi akhir-akhir ini kembali muncul ke permukaan.

Sebagian besar orang telah mahfum bahwa Islam adalah salah satu agama besar di dunia. Berdampingan dengan Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, dll.

Seiring menanjaknya popularitas ide Khilafah, banyak pembahasan tentang Islam sebagai ideologi yang melandasi sistem kenegaraannya.

Bak gadis muda jelita, ide Khilafah yang tengah naik daun ini pun mendapat gunjingan yang betsifat menyerang; menggolongkan Islam sebagai ideologi adalah penghinaan atas Islam. Karena menyetarakan ajaran Allah dengan ide manusia. Setara dengan Marxisme, Sosialisme, Komunisme, Kapitalisme.

Islam itu sungguh unik. Dia beyond agama maupun ideologi.

Agama-agama mengatur ide seputar spiritualitas.
Ide tentang Tuhan dan cara berkomunikasi kepada Nya, yang dalam Islam disebut sebagai aqidah & ibadah.
Agama juga Mengajarkan tentang tata cara bersikap, yang di dalam Islam disebut ahlaq.

Sementara itu ideologi-ideologi mengatur tata negara, tata ekonomi, tata hukum perdata dan pidana, yang di dalam Islam semua itu disebut muamalah dan uqubah.

Islam menunjukkan pada manusia tentang kesejatian Tuhan, kesejatian manusia, kesejatian kehidupan, namun tak cuma berhenti sebatas itu. Tak berhenti sebatas ide dan pengetahuan. Tak berhenti sebatas aqidah.

Melalui AlQuran dan Sunnah Rasulullah, Allah menunjukkan tata cara merealisasikan ide dan pengetahuan (aqidah) itu melalui ibadah, ahlaq, tata pakaian, aturan makan, batas pergaulan, muamalah yang melampaui sistem ekonomi mikro-makro, uqubah-jinayah yang melampaui hukum pidana maupun perdata.

Sekulerisme memisahkan agama dan ideologi.
Di dalam dunia sekuler, Agama dikhususkan mengatur ranah privat, ideologi dikhususkan mengatur ranah publik.
Islam di dalam dunia sekuler diposisikan sebagai agama.

Islam sejati tak hanya mengatur ranah privat.
Islam sejati meliputi ranah privat maupun publik.

Islam di dalam dunia Islam tidak mengkotak-kotakkan bahwa urusan privat diatur agama, urusan publik diatur ideologi.
Membatasi Islam hanya pada area agama pun suatu bentuk pelecehan.

Islam melampaui agama maupun ideologi. Islam adalah ad-dien sempurna yang diturunkan oleh Sang Maha Pencipta untuk mengatur seluruh kehidupan manusia.

Mengubah kehidupan manusia dari kekacauan menjadi keteraturan. Kesesatan menjadi ketaatan. Jahiliyah menjadi berkah, dunia akhirat.

Tulisan tambahan dari fb Rizqi Awal :

Soal Emak-Emak!

Ketika mahasiswa dan pemuda udah keropos, saat nyali di hadapan penguasa tiada, maka jalur perubahan tergerus tiada.

Tapi, kalau emak-emak udah bangkit dari menanak nasi, tatkala ia melangkah tekad berjuang di garis depan sembari gendong si bayi lucu, tingkah mereka tak lagi dianggap culun.

Maka, jangan sampai Emak-emak ucapannya dari dapur berubah dari, "Budi ke sini bantu Emak di Dapur" menjadi "Budi kamu urus Dapur! Emak mau Aksi Dulu!" bakal malu kita ini pemuda.

Dan tatkala emak-emak sudah mulai beranjak dari hadapan TV dengan dagelan sinetron dan Reality Show, maka siap-siap, ucapan pedas sang Emak bisa menghantam panasnya jiwa anak muda.

Jangan sampai deh, Badan Eksekutif Mahasiswa yang kini sering banget ngadakan Event Organizer ketimbang menjadi aspirasi suara rakyat,tergantikan dengan Barisan Emak-emak Militan!

Sebab, panci saja dibawa laki-laki di tuduh nge-Bom, dan akan lebih gawat bila Panci dan perangkat dapur ikut serta dibawa emak-emak militan guna membangunkan macan tidur para mahasiswa.

Soalnya emak-emak militan yang terbangun dari panasnya suasana tanpa solusi hari ini, akan menerjang siapa saja yang belakangan berkelit atas nama "Perubahan" dan "Pancasila" yang sebenarnya mereka tengah menjual negeri ini.

Sebab, emak-emak itu, urusannya akan bangkit saat tungku dapur tiada akibat suami di PHK, atau anak-anaknya tak lagi mau menurut untuk bergerak di jalan perubahan.

Emak-emak militan itu ditambah emak-emak yang solehah akan bakal kelar deh urusan anak muda.

Akhukum,

Rizqi Awal
Pembaca informasi "Barisan Emak-Emak Militan Indonesia"

Post a Comment

0 Comments