INTIP ROMANTIKA KEHIDUPAN FATHIMAH AZ-ZAHRA: Ketika Kecintaan Dilandasi Kesholihan

RemajaIslamHebat.Com - Sahabat Muslimah, apa jadinya jika ada putri seorang pemimpin tertinggi menikah dengan tokoh tersohor? Pasti pikiran kita dipenuhi dengan bayangan indah mulai dari perayaan pernikahan hingga kehidupan rumah tangga super glamour. Seperti yang tampak pada rumah tangga putri bangsawan atau rumah tangga para artis yang seolah happily ever after dengan gelimang fasilitas dan segala kemudahan hidup. Meski pada kenyataannya, kehidupan mereka sebenarnya tidak selalu happy, banyak konflik, pertikaian, bahkan berujung pada perceraian. Subhanallah, sudah tidak bisa disebut happily ever after dong ya..

Sahabat muslimah, ada semua kisah nyata yang menggugah jiwa. Sebuah gambaran kehidupan rumah tangga yang benar-benar happily ever after. Patut sekali menjadi teladan bagi rumah tangga kaum muslimin.
Ya, siapa lagi teladan kita jika bukan kehidupan Rasulullah dan keluarganya.

Pernikahan putri Rasulullah Saw sebagai pemimpin tertinggi di Madinah, dengan Ali bin Abi Thalib yang menjabat sebagai muawwin Rasulullah (setingkat menteri) nyatanya jauh dari kemewahan. Ali bin Abi Thalib bercerita tentang kehidupan rumah tangganya bersama Fathimah Az-Zahra: “Aku menikah dengan fatimah. Kami tidak memiliki alas tidur kecuali selembar kulit domba. Malam hari kami pergunakan sebagai alas tidur dan siang harinya kami jemur. Kami tidak memiliki pembantu, pekerjaan rumah tangga ditangani oleh fatimah. ketika fatimah pindah kerumahku, Rasulullah membawakan selimut, bantal kulit berisi serabut kurma, dua gilingan tepung, satu gelas, dan kantong susu. Saking seringnya menggiling tepung, sampai berbekas pada tangan Fatimah, dan saking seringnya membersihkan rumah sehingga pakaiannya penuh debu, dan saking seringnya menyalakan tungku sampai pakaiannya penuh arang” (dikutip dari 35 Shiroh Shahabiyah, Mahmud Al-Mishri)

Subhanallah, tentu banyak hari-hari sulit yang mereka hadapi. Namun, hal tersebut tidak sedikitpun mengganggu keharmonisan rumah tangga Fathimah. Justru, Fathimah Az-Zahra tampil sebagai istri Sholihah nan qonaah, serta patuh kepada suaminya. Salman Al Farisi meriwayatkan, bahwa suatu ketika Fatimah ra. berkunjung kepada Rasulullah. Ketika Rasulullah SAW melihatnya, kedua mata Fatimah mencucurkan air mata dan roman mukanya berubah. Kemudian Nabi SAW bertanya : “Mengapa engkau hai anakku?” Fatimah ra. menjawab : “Wahai Ayahku, tadi malam aku dan Ali bergurau, dan timbul percakapan yang menyebabkan dia marah kepadaku, karena kata-kata yang terlontar dari mulutku. Ketika aku melihat bahwa Ia marah, aku menyesal dan merasa susah, kemudian aku berkata kepadanya :
“Wahai kekasihku, kesayanganku, relakanlah akan kesalahanku, seraya aku mengelilinginya dan merayunya sebanyak tujuh puluh dua kali, sehingga dia menjadi rela dan tertawa kepadaku dengan segala kerelaannya, sedang saya tetap merasa takut kepada Tuhanku”

Sahabat muslimah, dari sosok mulia, Fathimah Az-Zahra kita belajar. Betapa kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga tidak terletak pada gelimang harta. Kesholihan dan ketaatan pada Allah-lah yang menjadi rahasia romantisme dan keberkahan keluarga.
Jadi, barang siapa mendambakan keluarga romantis, harmonis, the true happily ever after dunia dan akhirat, kesholihan adalah kunci utamanya.
Semoga kita, mampu meneladani kesholihan dan sikap qonaah Fathimah. Allahumma Aamiin.

Wallahu a'lam bish showab.

Sumber:

Fp: Info Muslimah Jember

Post a Comment

0 Comments